andai engkau tahu

Mengapa hatiku tersayat..
Mengapa air mataku mengalir
Meratapi kepergianmu dengannya
Tatapan matamu untuknya
          Cukup bagiku tuk mengetahui bahwa kau mencintainya
          Cinta yang teramat dalam baginya
          Hingga tak ada ruang untuk hatiku
Aku tahu kau mencintainya!
Namun haruskah dia?
Dia yang kau cintai??
          Mungkin jika bukan dia,
          Sungguh aku bisa terima
          Namun jika kau mencintainya
          Kenapa hatiku tercabik-cabik
Jangan biarkan aku larut dalam perasaan ku padamu
Aku takut kecewa
Air mataku habis, hanya untukmu
                   Walau kau tak pernah tahu akan hal itu
Pagi hari di sekolah saat Kayra menulis Pr yang semalam beLum ia kerjakan di rumah. Rania datang mendobrak meja.
“  Sialan, ngagetin aja? Gak tahu kalau lagi bingung nulis PR !”
“ Namanya aja PR pekerjaan Rumah, ya di kerjain di Rumah lah, kalau di kerjain di Sekolah namanya PS! Huh payah kamu!”
“ Berisiiiikkk bawel banget sih? Emang kamu dah ngerjain apa?”
“ Hehe Belum” dengan tampang tak berdosa
“ Dasarr!! Cepet kerjain ntar di marahi pak Dodo lo?”
“ males akh!”
 Sementara pak Dodo nerocos tentang rumus aljabar sedangkan Kaira dan Rania sibuk ngobrol sendiri.
“ Sampai kapan kamu diam seperti ini, Kay?” Kaira menoleh kearah Rania
“ Kaira, kamu kan mencintai Argi sudah 2 tahun, tapi kamu gak ada usaha apapun untuk menarik simpatinya! Kamu harus mengungkapkan perasaanmu pada Argi, Kay” lanjut Rania
“ Aku juga bingung, Ra? Kalau jodoh pasti datang sendiri hehe!”
“ Hellooohh.. mana ada cinta bisa datang sendiri. Ya usaha lah? Kan sayang kay kalau sampai lulus nanti dia gak tahu tentang perasaanmu kepadanya”
“ EMMM. Tau akh Gelap! Aku bingung. Kamu kan tahu Argi tuh cakep, cool banyak banget cewek yang suka dia? Cewek-cewek cantik gitu ga dilirik apalagi dengan aku?”
“ Hhaha tumben kamu nyadar!”
“ Sialan kamu! Andai aku tercipta jadi cewek cantik pasti Argi suka deh ma aku hehe!”
“  Ngarep kamu, Kay?”
Saat sibuk menyatat rumus aljabar di papan tulis tiba-tiba Rania berkata
“ Eh kai, tuh Argi ke kamar mandi ?” ucap Rania sambil menunjuk kearah luar
“ Hah? Mana-mana? “
“ Yuk kita ikuti!”
“ Gak akh, malu aku!”
“ Pak permisi, mau ke kamar mandi?” tiba-tiba saja Rania mengandeng tangan kaira keluar. Kaira dan Rania  seperti detektif yang tengah mengincar mangsanya. Namun sialnya Rania malah menabrak Argi.
“ Eh, Rania? Mau ke kamar mandi juga ya?” sapa Argi pada Rania
 DeG
 jantung kaira rasanya hampir copot saat tahu Argi mengetahui nama Rania. Dengan tatapan bingung kaira memperhatikan mereka berdua.
“ Eh,, iy,a” ucap Rania gugup
Kaira seperti patung dingin yang tidak Argi anggap
“ Rania, ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu?” tangan Rania dingin membeku seperti es. Sementara Kaira menunggu apa yang selanjutnya bakal terjadi walau sungguh sebenarnya ia tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.
“ Rania aku mencintai kamu!” Ucap Argi lantang
 GLLLEEDEEEG seperti di sambar petir di siang bolong Kaira tertunduk lesu, air mata mengalir dari pipinya yang merah menahan marah. Sungguh dia begitu kecewa lelaki yang sudah 2 tahun ini selalu ia impikan ternyata menyukai sahabatnya. Oh betapa remuk hati Kaira
“ A.. apa?” Rania kaget. Reflek ia menoleh kearah Kaira
“ Iya. Aku mencintaimu sudah sejak dulu. Mau kah kau jadi pacarku?”
“ Ta.. tapi..?” Karena tak kuasa menahan perih di depan matanya. Kaira berlari masuk ke kamar mandi. Di situ Kaira menumpahkan kesedihannya.
“ Ternyata Rania Brengsek!!! Teganya dia? “ batin Kaira pilu
“ Kai, buka pintunya kai? Ini semua salah paham. Aku tidak mencintai Argi kai?” Rania mengedor-gedor pintu
“ kamu bohong, Ra!kamu ternyata juga suka kan sama dia! Brengsek kamu, Ra? Kamu tahu kan sudah lama aku mancintainya. Kamu tahu kan, Ra seberapa besar cintaku pada Argi. Kamu jahhhaat, Ra?”
“ Kai ku mohon dengerin aku, aku  juga tak tahu Argi suka padaku. Maafkan aku, Ra!”
“ Pergi.. Pergi aku gak butuh sahabat sepertimu, Ra?sahabat macam apa? Diam-diam ternyata kau juga mencintai Argi, Kau penghianat, Ra? Aku gak butuh kamu lagi”
“Kaira.. maafkan aku”
Sekali saja ku mohon padamu
Dengarkan hatiku yang merintih
Andai kau tatap mataku ini
Kau kan tahu seberapa dalam rasa cintaku padamu
Walau rasa ini hanya tersimpan jauh di palung hati
            Dengarlah
            Rasakan hatiku meronta..
            Menjerit menangisimu
            Aku mencintaimu
Meskipun ku tahu hatimu bukan untukku…
Meskipun ku tahu matamu telah tertutup cinta yang lain
Kau hanya mencintainya
Hanya dia yang kau cinta

            Cinta yang bukan untukku
            Walau sakit.
Namun aku kan tetap berusaha tuk tersenyum
Aku kan berusaha tuk tetap bertahan
Walau ku tahu itu kan menyakitkan

                                                                                                                                                                                                                                                11 February 2012


0 Komentar