“ Kenapa kamu gendut banget! Malu aku punya istri raksasa macam kamu! Dulu sebelum aku menikah dengan kamu, kamu tuh cantik, tinggi, putih tapi kenapa sekarang kamu kayak kantong beras gini! Awas ya1 klo kamu ga kurusin badan kamu, aku akan ceraikan kamu!”
“ Apa salah jika badanku sekarang melar seperti ini! Kenapa kau tak bisa mencintaiku apa adanya!”
“ Hah, aku malu punya istri macam kamu!”
Selalu setiap hari tiada pernah berhenti mama dan papa Jihan bertengkar. Papa jihan selalu menyalahkan istrinya yang kini mulai melar badannya.
“ Aku gak mau kayak mama! Aku harus kurus! Aku gak mau ditinggalin pacarku jika aku gendut! Aku ggaaaaa maaauuuuuu!” batin Jihan di sela isak tangisnya.
Saat bertemu dengan Ronald, sahabatnya.
“ Menurut kamu aku gendut?”
“ Emmmm…. Kenapa sih cewek tuh ribet banget masalah berat badan?”
“ Jawab aja! Menurutmu aku gimana?”
“ Lumayan sih?”
“ Lumayan gendut?”
“ Lumayan sexy!”
“ Tuh kan kamu ngehina?”
“ Ngehina gimana aku jawab apa adanya kok?”
“ Huh, aku ga mau punya badan gendut kayak mama. Aku ga mau bernasib tragis seperti mamaku. Karena mama sekarang gendut, papa menceraikannya. Aku kasihan melihat mama ku seperti itu. Aku benci gendut! Mama ku meninggal karena overdoss minum obat pelangsing.. kasian sekali mama?”
“ Oh jadi itu, yang menyebabkan kamu tak pernah makan nasi! Tapi itu ga sehat, Han Lagian menurutku walaupun kamu gendut kamu tetap cantik kok dank an selalu menjadi bidadari di hatiku. Ibuku juga gendut tapi menurutku dia malah sangat cantik di mataku. Tak usah lah kau pikirkan apa kata orang!”
“ Oh jadi itu, yang menyebabkan kamu tak pernah makan nasi! Tapi itu ga sehat, Han Lagian menurutku walaupun kamu gendut kamu tetap cantik kok dank an selalu menjadi bidadari di hatiku. Ibuku juga gendut tapi menurutku dia malah sangat cantik di mataku. Tak usah lah kau pikirkan apa kata orang!”
“ Benarkah itu, Ron?”
“ Iya!” jawab Ronald pasti
“ Makasih, Ron kau telah mengembalikan lagi rasa percaya diriku!”
“ Udahlah, kamu sexy kok hehe?”
“ Ah kamu……………?”
0 Komentar