Tak bersamamu

                Giza  menikah dengan Baron sudah 5 tahun namun hingga saat ini belum ada tanda2 bahwa mereka berdua akan mendapat momongan, sudah berbagai macam cara mereka tempuh untuk memiliki  buah hati yang terlahir dari rahim Giza, Tak lupa setiap akhir malam mereka bermunajat pada Allah untuk segera diberi anak.
Setelah usia pernikahn mereka genap berumur 10 tahun, akhirnya Allah menjawab doa mereka. Giza dinyatakan positif hamil. Betapa bahagianya pasangan itu
“ Alhamdulillah, sekarang Allah sudah mendengar doa kita”
“ Alhamdulillah”
Namun kebahagian mereka rupoanya tak bertahan lama, karena pada bulan-bulan pertama kehamilannya banyak tugas yang harus diselesaikan Guza belum lama seabrek permasalahan yang muali memeningkan kepada menjadikan Giza keguguran,
Betapa remuk hati Giza imipiannya untuk menjadi ibu pupus sudah,
“Sudahlah za? Mungkin belum tepat waktunya kita untuk diberi amanat oleh Allah.”
“ Tapi aku sudah terlanjur mengecewakanmu?”
“ Kita  mencoba ikhlas ya? Kamu tahu kan yang terbaik belum tentu yang 6terindah?”
Giza terdiam beberapa lama tetesan air mata masih menganak sungai di pipi merahnya..
“ Jika kamu mau menikah lagi untuk mendapat keturunan , insya Allah aku ikhlas?” ujar Giza pelan
Baron tercengang dengan ucapan Giza tadi
“ Apa maksud kamu?”
“ aku tahu kamu sangat menginginkan anak, aku rela kamu memiliki anak dari wanita lain, sungguh aku ikhlas jika itu membuat mu bahagia...?”
“ Giza dengar!!! Aku mencintaimu. Tak peduli kita mempunyai anak atau tidak. Percayalah Giza cintaku padamu tak akan terbagii. Mungkin keluarga kita belum lengkap, tapi asal kamu  tahu, hidup berumaha tangga bersamamu saja aku merasa sangat bahagia...!!”
Mata Giza berkaca-kaca mendengar kata-kata Baron barusan yang sungguh menohok jantungnya.
Hingga suatu sore
“ Giza, ada metode tercanggih untuk mendapatkan anak?”
“ EHEEM,”
“ Namanya bayi tabung, harga nya cukup mahal sih. Tapi katanya dijamin langsung bisa hamil?”
“ Berapa biayanya?”
“ 500 juta?”
“ 500 Juta? Apa kamu ikhlas mengeluarkan uang segitu banyak. 500 jta itu tak murah lho..?”
“ Tentu, kalau kamu mau, rencananya aku mau menjual rumah ini, kita kan bisa cari rumah yang lebih sederhana, aku juga berencana menjual mobil warisan kakek dan  tanah warisan bapak yang ada di kampung.”
“  Apa tidak terlalu berlebihan?”
“ Tidak!”
“ Baik, aku menurut saja?”
Setelah 5 bulan berusaha mencari uang  sebesar 500 jutra, akhirnya kedua pasanga pasutri itupun berhasil melakukan bayi tabung, dan betapa membahagiakan ternyata metode itu berhasil membuat Giza hamil,
9 bulan kemudian, Giza melahirkan bayi laki-laki yang sangat tampan Dan gagah. Dia diberinama Zian oleh kedua orang tuanya.
Kini Zian akan menginjak usia 1 tahun, betapa bahgia Baron dan Giza melihat perkembangan Zian yang sangat mengagumkan. Walaupun usia mereka tak muda lagi, umur Giza saat itu mencapai 45 tahun sedangkan Baron telah berumur 50 tahun.
“ Besok kan ulang tahun, Zian gimana kalu kita rayakan, yang seederhana saja. Cukup undang tetangga kanan kiri kan yang penting doa nya?” ujar Giza yang tengah sibuk menidurkan Zian
“ okey aku setuju?”
Keesaokan harinya Baron dan Giza sibuk mencari perlengkapan untuk acara ulang tahun Zian nanti malam.
“ Zian masih tidur kita tinggal di mobil saja ya?”
“ Iya deh. Kasian kalau dibangunin.. nyenyak banget gitu?”
Tanpa sadar Baron mematikan AC di mobilnya dan mengunci pintu mobilnya. Sehingga tak ada celah oksigen utnuk masuk ke dalam mobil.
Setelah  30 menit puas berbelanja persiapan ulang tahun  Zian kedua pasangan sejati inipun bermaksud hendak pulang. Ketika membuka pintu mobil mereka mendapati Zian masih terlelap tidur?
“ Dasar Zian ,, lelap banget tidurnya? Pasti kecapaian main?”
“ Iya, keringetan gitu?”
Saa6t berusaha membangunkan Zian,
“ Kok Zian ga bangun-bangun ya?”
“ Masak sih?” tanya Baron penasaran
“ Iya, coba deh liat?” ujar Giza mulai panik dan gelisah
“ Zian,, zaroon ?” ujar Baron sembari mengoncangkan tubuh Zian,
Berulang kali b aron coba membangunkan Zian namun ternyata usaha mereka sia-sia. Baron mencoba meletakkan tangannya di hidung Zian namun nampaknya Zian sudah tak bernafas lagi
“ Innalillahi wainnalillahi ro ji’un..?” ujar Baron lirih
“ Za... zzaa.. Zian mati?” tanya Giza tak percaya
Seketika itu juga Giza mulai menangis histeris
“ Zaroooonnnnnnnn.. Zarooo anakku, kenapa kau tinggalkan aku.. Kenapa ? kenapa sehari sebelum kau genap 1 tahun, kau tinggalkan ayah dan ibu?? Zaroon sayang... banguj nak??? “
Baron juga tak kuasa meneteskan air mata, anak yang sangat ia banggakan, anka yang sangat ia harapkan kini kembali kepada yang menciptakannya..
Orang2 mengerumuni Giza .
Hingga suatu malam,
“ Ada apa, Za?  Mimpi buruk ya?”
Giza mengeleng, Baron segera menyodorkan segelas air putih untuk menenangkan Giza yang berkeringat
“ Aku bermimpi Zian sudah bahagia dialam sana?”
“ Alhamdulillah, makanya kamu harus 9ikhlas kan kepergian Zian, mungkin di dunia kita tak dapat selalu bersamanya, namun percayalah kelak di surga kita kan bersama dengan Zian tuk selamanya..”
“ Amiinn”




27 Apr. 13

0 Komentar