ibu..
Ibu.. Ibu
Ketenangan gambaran
perih yang coba ia sembunyikan..Tersenyum meski hati terkoyak. Menangis karena
terlalu rapuh.. Goresan Keriput yang tergurat jelas di parasnya, tangannya yang
mulai lemah dan rapuh. Tangis yang selalu coba
ia sembunyikan berharap kita menebusnya
dengan seulas senyum kita. Namun, terkadang kita bahkan acuh terhadap kesehatannya. Begitukah
pengorbanannya yang harus tergadai.
Dialah yang mencintai
kita sebelum tahu seperti apa bentuk kita di dalam kandungan. Ibu mencintai bagai
riuk samudra, selalu bergemuruh dan tak bertepi. Terkadang kita terlalu sombong dan angkuh
dengan sederet titel keduniawian, namun lupakah kita dibalik semua yang kita
raih, terselip do’a ibu kita disujud terakhir dalam sholatnya.
Sahabat, ditengah
rutinitas yang seabrek, mari kita sejenak beri kabar kepada orang tua kita,
terkadang hal yang kecil itulah yang membuat mereka bahagia.Pintu rumah
melambai-lambai seraya berkata “ Kapan kau akan pulang untuk melihat senyum
ibumu? Pulanglah selagi kau masih sempat”
Do’akan ibu yuk J
.jpg)
0 Komentar