Badminton Vs Cinta

Reta sama sekali tak bisa bermain  badminton, ia berusaha keras berlatih agar mahir bermain badminton, ia sanat tergila-gila dengan Eza atlet badminton yang telah berulang kali mengharumkan nama  sekolahnya. Untuk mendapatkan perhatian Eza, Reta berusaha mati-matian berlatih Badminton.
 Eza dan Reta keduanya adalah atlet pada cabang olahraga badminton. Keduanya sama-sama memiliki fisik dan skil yang kuat. Saat di sekolah mereka digelar class meeting, Eza ditunjuk oleh teman sekelasnya untuk menjadi wakil dari kelasnya dalam pertandingan itu.
Keringat mengucur deras dari dahi  Eza,
Reta hendak memberikan handuknya untuk menyeka keringat Eza, namun sudah kedahuluan oleh Dita yang telah lama menariuh hati pada Eza.
“ NI, Za? Buat ngelap keringat kamu?” ujar Dita dembari mengelap lembut dahi Eza
“ Makasih!”
Melihat pemandangan yang sangat  memuakan itu, Reta
“ Reta, kamu kok bawa 2 handuk? Buat siapa?” Tanya Eza
“ Buat aku sendiri!”
“ Ezaaaaa, Ezzzzzaaaaaaaaaaa???” teriak supporter cewek yang menyemangati Eza dengan penuh semangat
Karena geram, banyak yang menaruh hati pada Eza, Reta melampiaskan kekesalannya dengan menyemes muka Eza
“ Ya ampunnnn Ezzzzzzaaaaaa?” teriak Dita histeris
Pertandingan diberhentikan sementara,
“ Kamu jahat banget sih?” ujar Dita sembari mendoorng bahu Reta dengan kerasnya
“ Aku ga sengaja!” ujar Reta membela diri
“ Kamu bohong!kamu mau mencelakakan Eza kan? Jawab!!” gertak Dita
Tiba-tiba Eza menengahi
“ Sudahlah, Dit! Retag a sengaja!!”
Reta berlari menuju lapangan basket. Ia melampiaskan semua kekesalannya dengan menangis, tanpa ia sadari sedari tadi Eza memperhatikannya.
“ Ternyata kau bisa juga menangis?”
“ Ngapain kamu disini! Pergi!!?”
“ Haha, aku ngak nyangka liat kamu bisa nangis juga?”
“ bukan urusan kamu!!! pergi kamu!! aku malu kamu liat!!”
“ Emang kenapa harus malu?”
“ Aku ga mau dianggap cewek rapuh! Yang mudah menangis.”
“ Enggak lagi! Menurut ku menangis bukan cengeng atau rapuh tapi lebih kepada cara penggambaran ekspresi seseorang! Menangis bisa sebagai sarana untuk melepaskan semua beban yang seolah tak mampu kita lalui!”
Huuuuuhhhhhuuuuuuu Reta meneruskan menangis bahkan ia tak segan-segan menangis di bahu Eza, hingga basah bahu Eza
“ Kenapa kamu menangis?”
“ Aku………….???”
“ Aku cemburu melihat Dita dekat dengan kamu!! Banyak cewek yang ngefans sama kamu” jawab Reta jujur
“ hah???” Eza terperanjat tak percaya apa yang dikatakan Reta
“ Kamu ga pernah tahu kan selama ini aku berlatih keras, agar bisa bermain badminton utnuk kamu..?”
“ Hah??” kini gukuran Reta yang tercengang

                                                             23 June 2012

0 Komentar