Pacar Artis


Selain mengajar di sebuah TK, Qinant mengisi waktu luangnya untuk berjulana gorengann di sekitar kampus ternama di Jogja.. dia bersama Naren temannya yang kebetulan juga tetanggaan di kos-kosan.
“ Pisang gorengnya mbak, 2!” uajr seorang lelaki bak seorang foto model yang membuat mata Qinan dan Naren terbelalak kagum tak berkedip terhadap sosok di hadapanya ini
Hampir setiap haris sepulang dari kampus, Rendy menyempatkan membeli gorengan yang dijual Qinant dan Naren.
“ Kok, tuh cowok ganteng setiap hari mau ya makan gorengan pinggir jalan yang kita jual?” tanya Naren heran
“ Aku ga tahu, mungkin dia naksir sama kamu?” ujar Qinan asal
“ Mungkin juga kali ya, Nan? Coz cowok mana sih yang menolak pesonaku? Hehe. Naren titisan nyi roro kidul gitu loh ?” ujar Naren sombong. Qinan maklum, memang benarapa yang dikatkan naren, “lelaki mana sih yang ga suka sama naren?” batin Qinant gusar
Saat menjemput Reno, tak sengaja Rendy bertemu dengan Qinan. Dia tak menyangka ternyata Qinan adalah guru adiknya. Reno menarik tangan Qinan
“ Bu guru, kenalin ini kakakku , namanya kak Rendy? Kak kenalin ini bu guru Qinan, dia tuh yang sering aku ceritain itu lho?”
“ Rendy?” ujar Rendy sembari menjabat tangan Qinan penuh hangat
“ Qinan?”
Keesokan harinya, saat istirahat pelajaran, Rendy mencoba berbincang dengan Qinan
“ Qinan, jadi selain sebagai guru di tk ini, kamu juga jualan gorengan di depan kampusku?”
“ he’em.. aku di rumah banyak tanggungan.. oh ya.. Emang Reno suka ngomong apa tentang aku?” tanya Qinan curiga
“ Reno bilang. Punya guru baik banget, ga pernah marah, sabar. Pokoknya kalau aku menikah harus sama tuh bu guru, eh tak tanunya kamu yang dimaksud reno?”
“ Hemmm. Anak kecil belum mengerti, maklum?”
“ Justru karena kepolosan mereka, mereka ga  bs=isa membohongi perasaan mereka sendiri . kamu oercaya kan anak kecil bisa melihat mana orang yang baik atau sebaliknya?”
Qinan mengangguk
“ Kamu sudah lama?” tanya Rendy iseng pada Qinan
“ Lama apanya?”
“ Lama cantiknya?”
“ Ga lucu akh?”
“ Emang aku bukan badut kok?”
Mereka berdua terdiam, ada bias kaku di antara mereka
“ Kamu sudah lama kerja jualan gorengan i sama naren?”
“ Lumayan sih, kau suka dia ya?” tanya Qiant menggoda tapi juga penasaran
“ Maksud kamu,”
“ Sudahlah jangan sok polos lelaki mana sih yang tak menyukai Naren......?” Qinant menghentikan pembicaraannya, ia mersa sesak.
“ Naren itu dia baik, cantik, lemah lembut, pandai, mudah bergaul.........?” Qinant berusaha melanjutkan walaupun tenggorokan terasa tercekat
“memang Naren Sexy, kulit putih bersih mulus, cerdas ,,,, itu kan yang akan kamu teruskan?” tanya Rendy pada Qinant. Rendy melanjutkan ,
“ Tapi satu yang ga dia punya ? Kecantikan hati,.......... seperti dirimu..? walaupun kau tak memiliki semua yang dimiliki naren namun kau mempunyai suatu hal yang membuat kau lebih baik dari Naren. Qinan dengar aku, di dunia ini banyak wanita cantik tapi kecantikan itu hanyalah kecantikan semu, yangt bisa pudar. Namun kecantikan hati dan kelembutan tak akan pernah luntur . dan kamu beruntung memilikinya...”
“ Pantes kamu pakai kacamata?”
“ Emang kenapa,? “ tanya Rendy curiga
“ Mata kamu rabun sih, hanya kamu yang bilang aku lebih baik dari naren?”
“Emang iya,?”
“ Masak sih?? Hanya orang bodoh dan buta yang lebih memeilih aku daripada Naren?”
“ Emang aku buta dan bodoh karena kamu yang selalu hadir dalam pikiranku?”
“ Tau akh gelap?”
Sebulan kemudian, rendy berrteka mengunggapkan perasaan cintanya pada Qinan
“ Qinant aku mencintaimu sunghuh teramat dalam aaku mencintai..?”
Qinant terkejut mendengar pengakuan Rendy barusan
“ Maksud kamu?”
“ Aku mencintai kamu karena kamu menyayangi adikku sangat menyayangi adikku, aku tak tahu siapa lagi yang bisa menyayangi adikku. Semenjak mamaku meninggal tak ada lagi yang peduli dengan adikku, papaku tak mau mengakui bahwa Reno adalah anak kandungnya, karena Reno cacat...?” Rendy terhenti
“ Lalu maksud kamu?”
“ aku mencintai kamu karena kamu sederhana, kamu menilai ku menjadi Rendy yang sesungguhnya berbeda dengtan wanita-wanita yang selama ini mengejarku hanya demi popularitas.”
“ Tapi aku ga bisa?”
“ Kenapa? Beri aku alasan utnuk kamu menolak aku!”
“ Berapa alasan yang ingin kau ajukan?”
“ Cukup 3!”
“ Pertama kau terkenal yang kedua karena kau terlalu ganteng dan di puja banyak wanita, aku ga bisa melihat pacarku selalu dilirik wan9ta sepanjang jalan, aku sangat pencemburu...??”
“ Alasan yang tidak rasional?”
“ Tunggu penjelasanku, lalu. Aku tidak suka karena kamu terlalu kaya?”
“ Alasan macam apa itu, Qinant?”
“ Aku bisa menjelaskan. Aku tak ingin berakhir tragis seperti ibuku yang mencintai sangat mencintai ayahku.”
“ Lalu, apa hubungannya dengan alasan yang kau ajukan?” potong Rendy geram
“ Kamu tahu, ayahku adalah orang yang populer, dia ganteng, dia kaya dia banyak di puja banyak wanita,tapi dia telah menyia-yiakan orang yang menyayanginya, aku tak ingin disia-siakan seperti ibuku,”
Rendy terdiam, berusaha mencerna kalimat Qinant
“ Tapi kamu ga bisa menjudge kalau orantg ganteng, populer dan kaya hanya bisa menyakiti wanita, aku akan buktikan Qinant bahwa aku bukan seperti anggapanmu?”
Kini Qinant yang terdiam, Rendy pun melanjutkan argumennya
“ Qinant asal kamu tahu, semua orang  di dunia ini tak sama, kamu ga bisa adil menilai seseorang hanya dari cover fisik? Kamu tahu kan setiap manusia masi punya hati?”
“Maafkan aku, Rendy... sekali lagi ku mohon maafkan aku, mengertilah, please??” tak sengaja pembicaraan itu terdengar oleh Naren. Setelah Qinan meninggalkan Rendy..
“ Qinan, aku ingin bicara dengan kamu?”
“ Naren?? Sejak kapan kamu ada disini?”
“ Sudahlah!! Qinan aku mendengar pembicaraanmu dengan Rendy barusan. Aku ga ingin ada yang memiliki Rendy selain diriku!Qinan, kau tak ingin kan aku mati?”
“ Maksud kamu apa Naren?”
“ Kamu harus menjauhi RENDY?”
“ tapi, kenapa? Apa ada yang salah?” Naren menjauh dari Qinan, ia mengambil sesuatu di dapur sekolah. Dan ternyata dia mengambil Pisau.
“Ga usah kau beri aku alasan! Aku ga butuh alasan apapun darimu! Jika kamu ga menjauhi rendy, pisau ini. Akan kuhunuskan pada perutku.?”
“ Jangan Naren! Kamu jangan nekat! Kamu ga boleh bunuh diri!”
“ aku akan bunuh diri jika aku ga bisa miliki Rendy!!” Pisau itu sudah sedikit melukai perut Naren
“ Kamu lihat! Kamu lihat!! Aku lakukan apa saja untuk dapetin Rendy!! “
“ Baik, baik Naren! Aku akan pergi menjauh dari Rendy. Namun aku mohon kamu jangn bunuh diri..?”
Berbulan bulan sudah, Qinan berusaha menjauh dari Rendy ia tak ingin menyakiti rendy, ia tak ingin Rendy terlalu berharap padanya.  Berulangkali Rendy pergi ke tempat                Qinan mengajar, namun kini tak ia dapati Qinan
“ Bu guru Qinan mana, kok ga masuk terus?” tanya Reno pada kepala sekolah tk itu
“ Bu guru Qinan pergi ke rumah neneknya, jadi ga bisa ngajar. Untuk sementara waktu, Renno di ajar bu kepala sekolah aja, ya?”
“ Aku ga mau. Pokoknya harus bu guru Qinan?” ujar Reno polos
“ Apa gara-gara aku, Qinan menghindar?” batin Rendy
Setalah menunggu kedatangan Qinna selama 5 tahun, tak sengaja mereka dipertemukan dalam sebuah kesempatan. Rendy tak sengaja menabrak Qinant
“ Maa..mmaaaf saya tak sengaja?”
“ Ga papa, saya yang salah, saya tadi ga liat ada orang?”
“ Maaf, apakah sebelumnya kita pernah bertemu? Rasanya saya tak asing lagi dengan anda?”
“ Saya juga merasa begitu, sepertinya saya mengenal anada? Tapi siapa??? Maaf saya lupa?”
“ Qinan?”
“ Rendy?” keduanya tersenyum, betapa bahagia mereka dipertemukan lagi, memang benar jodoh ga akan pergi.
“ Apa kabar? Qinan?”
“ Baik alhamdulillah. Oh ya, bagaimana keadaan Reno?”
“ Dia... dia.. dia sudah meninggal 3 bulan yang lalu?”
“ Inalillah, kenapa dia meninggal?”
“ ada penyumbatan di otaknya,.?”
“ Maaf aku benar-benar tak tahu.?”
“ em... dia punya satu wasiat untukku. Dia ingin aku mencari dimana kamu? Kenapa sepertinya kamu dulu menjauh dariku? Apakah kamu pergi karena aku?”
“ Bukan begitu, Rendy? Aku ingin menenangkan diriku, aku tak bisa berpikir jernih waktu itu.” Ujar Qinan berbohong. Dia tak mneceritakan jika dia diancam oleh Naren.
“ aku bersyukur menemukan kamu qinant... qinan..Kamu sudah menikah? “ tanya Rendy memandang wajah manis Qinant
“ Emmmmm....?”
“ Apa kamu mencintai orang lain?” lama Qinant mengantung kata-katanya,,,
“ Qinant, jawab?”
Qinant tetap terdiam..
“ Qinant apa kamu sudah mencintai orang lain?” tanya Rendy loebih tegas, ia sangat penasaran siapakah yang kiranya telah berhasil mencuri hati Qinant
Setelah beberapa lama, Qinnant pun megangguk lemah. Lemaslah seluruh persendian Rendy satu anggukan yang cukup membuat dunianya seolah-olah runtuh. Rendy tak dapat menyembunyikan rasa kecewanya.
“ Selamat ya, dia pria paling beruntung karena bisa mencuri hatimu. Siapa lelaki itu, Qinant?” ujar Rendy tercekat berusaha keras menutupi kekecewaan yang teramat dalam di hatinya.
“ Diaaaaa..............?” lagi-lagi Qinant mengantung ucapannya, membuat Rendy semakin gemetra tak sabar
“ Diiiiiiiaaaaaaaaaaa???”
“ Dia siapa Qinant?” tanya Rendy lebih keras
“ Diiiaa?”
“ Siapa Qinant, katakan.?”
“ Dia adalah kamu??”
Mata rendy terbelalak tak percaya dengan yang diucapkan Qinant beberapa detik yang lalu. Dengan tangis penuh haru Qinant memeluk hangat Qinant
“ Terima kasih, Qinant... Terima kasih..tak sia-sia aku menunggumu selama ini...?”


                                                                                                                                1 mei 2013 

0 Komentar