KUlihat hari
itu Hawwa duduk berdua dengan Daffa di taman. Walau kita datang bertiga, namun
aku memilih tuk menjauh dari mereka. Mereka terlihat begitu mesra. Entah kenapa
hatiku rasanya ingin menangis. Meluapkan semua perasaan sedihku melihat Hawwa
dan Daffa bersama.
“
num, ayo sini? Gabung sama kita” ucap Hawwa
“ Gak usah, aku disini saja!”
Andai kalian
berdua tahu hatiku merintih menangisi kegetiran hidup yang ku alami. Orang yang
amat ku cintai ternyata dekat dengan sahabatku. Sungguh remuk berkeping-keping
hatiku
“Kau
yang buatku tersenyum
Kau buatku bermakna menjalani hidup
Kau bagaikan setetes embun di hamparan
pasir gersang
Kau bantu aku bangkit dalam keterpurukan
Namun
kini kau hempaskan aku
Kau
hancurkan hatiku
Saat
kau mulai kenal dia
Saat
kau mulai bersamainya
Kau tinggalkan ku sendiri Kau sakiti aku
kau hapus rasa cintaku padamu
kini aku sadar setelah kau tak lagi
disisiku
ku
sadari bahw aku mulai mencintaimu
aku
mulai menyayangimu
aku
tak bisa melupakan semua rasa cintaku padamu
namun
aku harus merelakanmu bersamanya
Semoga
kau bahagia bersamanya “
Ratapan Ranum.
Pulang dari taman
“ Kamu dan Daffa cocok deh?”
“ Maksud kamu apa, Num?”
“ IYA kalian begitu serasi?” Hawwa
menatap mata Ranum
“ Apa kamu mencintai Daffa, Num?”
“E.. Enggak,, kenapa kamu bertanya
seperti itu?”
“ Jawab jujur, Num?”
“ Gak mungkin lah, kalian begitu serasi.
Mana pantas Daffa denganku. Kamu kan yang Daffa inginkan?”
“ Benarkah kamu tidak mencinta Daffa?”
“ E,, tii.. dak!”
“ Kalau ternyata Daffa mencintai kamu?”
“ Maksud..mu?”
“ Ranum sebenarnya Daffa tadi hanya
ingin mengetahui reaksi kamu melihat aku dengan Daffa.dan sekarang dia tahu
bahwa kau cemburu, berarti kamu mencintainya. Dia banyak Tanya kepadaku tentang
kamu, Num? Kamu yang diinginka Daffa? Sudah sejak dulu dia mencintai kamu?”
“ Be..ben.arkah?”pipi ranum memerah
“ AKu serius! Memang benar kata orang
cinta itu tumbuh seiring berjalannya waktu. Hahaha”
“ Ah kau ini..!”
“ Eh, tuh dia Daffa? Woyy Daffa???”
“ Hai, Ranum. Ada yang ingin ku
bicarakan padamu”
“A..pa?” ranum tergagap
“ Ranum aku mencintai kamu, sungguh
cinta yang begitu tulus dari dasar palung jiwaku?”
“ Aku tahu!”
“ hah? Dari mana kau tahu?”
“ Hawwa yang memberi tahu?”
“ Jadi….?? Kalian jadian gak nih?” seru Hawwa
“ Hawwa.. dasar kamu ember!!! Ih aku kan
pengen bikin Ranum terkejut. Hawwa daaassssaar! Awas ya?”
“ hahaha.. maaaf deh? Jadi kalian resmi
jadian dong?? Asyik besok makan-makan nih hehehe??”Hawwa berlari menjauh dari
kami sambil menjulurkan lidahnya. Aku dan Daffa mengejar Hawwa….. Huh, ternyata
cinta itu indah pada akhirnya
12
February 2012
0 Komentar