Satpamku I LOVE YOU



                Beginikah rasanya mengagumu tanpa dicintai
            Berharap dan terus meniti harapan.
            Agar cinta hadir..
            Mengisi hampanya relung hatiku.
                        Desiran angin terbangkan rasa pedih
                        Merpati putih nyanyikan nada pilu
                        Jemput setetes embun kebahagiaan
                        Biar seulas senyum ini takkan memudar..!
Sungguh aku mencintaimu walau kau tak tahu isi hatiku……
            “Kayra, koq ngelamun?’’ Kayra menoleh kea rah best friendnya, Rania.
            “ Akh, gak koq?”
            “ Aku perhatiin akhir-akhir ini kamu murung aja, Kay?”
            “ Au,, ah? Gelap?”
            “ Ye,, Dasar cah gemblung?!”
Di kantin
“ Kenapa ya? Sampai sekarang Akira belum punya cewek? Padahal dia kan cool, handsome, kaya lagi? Masak sih gak ada 1 pun cewek di dunia ini yang ia sukai?” batin Kayra.
“ Tuh kan? Ngelamun lagi,,?” tiba-tiba Rania menepuk pundak Kayra. Kayra menatap lekat sahabatnya itu.
“ Salah gak sih klo aku suka Akira?”
“ Apa? A. K.I.R.A” Ucap Rania kaget.. Kayra mengangguk
“ Jangan keras-keras, Ra?”
“ Loe, sih aneh? Jelas loe tahu kan siapa Akira? Mana mungkin dia suka ma loe? Klo mikir tuh pake logika, Kay?” Mata Kayra melotot mendengar apa yang di ucapkan sobatnya
“ Loe, Jahat, Ra?” Kayra bergegas meninggalkan Rania yang bengong.
“ Maafin gue , Kay? Kenapa sih gue tadi bilang gitu?” gumam Rania
                                                            ©
            “ Kenapa sih gue suka Akira? Bener kata Rania, coba siapa aku? Gak cantik-cantik amat, popular juga enggak, Sexy apalagi? Heh.. kenapa sih gue harus cinta pada Akira?”
            Tiba-tiba Dodo, satpam baru  di kampusnya yang punya tampang 1112 dengan vino bastian itu  menghampiri Kayra seraya memberi  sapu tangan .
            “NIch, usap tuh air mata kamu?” Kayra menoleh
            “ Cengeng banget sih? Loe itu? Gitu aja nangis?”
            “ Loe gak tahu, Len? Gimana rasanya loe jadi gue? Sakit.. sakit, Len?”
            “ Terus sampai kapan loe mau musuhan ma dia? Mana genk “ KAYRANIA” yang dulu kompak dan saling melengkapi.  Kayra menyeka air matanya . Dodo pergi.
                                                            ©
            Pagi itu Rania  datang terlambat berangkat kuliah, karena dia lembur mencari referensi skripsi. Dan alangkah tercengang, saat tahu pak Satpam gendut yang galak itu menjelma menjadi cowok yang cuuakeep banget masih muda lagi.
            “ Kenapa kamu terlambat?” ucap satpam yang ganteng itu. Suaranya begitu lembut, mungkin dia putra Solo?
            “ Maaf, Pak?”
            “ Ya sudah, silakan masuk. Jangan di ulangi lagi,ya?” Rania  mengangguk. Baru kali ini  telat tanpa di beri hukuman. Duh bahagianya hatinya
            “Dodo , loe tau gak? Satpam gendut itu sekarang dah musnah loh? Loe tau gak penggantinya cuuakeep banget deh?” ucap Rania  kepada Best friendsnya  yang tomboy     “ APPAA…. Loe naksir satpam, Ra?”
            “Jangan kenceng-kenceng,,? Gue tengsin kali…?”
            “ Habis, loe sih? Aneh bangetzz. Loe kan cantik, kayak gak ada cowok laen aja?”
            “ Tapi.. dia tuh beda,do? Dodo mengangkat bahunya.
“ Oia bagaimana loe ma Kaira? Masih berantem?”
            “ Taukh deh gelap….!”
            Dodo dan Rania lewat depan pos satpam itu.
Dodo   bengong tak berkedip. Bahkan yang lebih mencengangkan, banyak cewek-cewek mengerumuni satpam yang cakep itu.
            “ Sekarang loe sadarkan seberapa cakep satpam itu.” Dodo terdiam
            “ Tapi tetep aja dia satpam, Ra? Masa ia loe mau pacaran ma dia?”
            “Dodo , cinta tu B.U.T.A???”
                                                            ©N

            Di kampus kini tak ada lagi KAIRANIA yang bak lem dan perangko, Bahkan sekarang kaira lebih senang menghabiskan masa luangnnya untuk nyamperin satpam ganteng itu hanya untuk sekedar curhat.
            “ Bang kok kamu jadi satpam sih?  Kamu kan cakep? Banyak cewek yang tergila-gila. Kenapa gak jadi model aja bang?” Satpam ganteng itu tersenyum mendengar ucapan Kay yang begitu polos.
            “ Nih bang aku beliin bakso?”
            “ Makasih ya, Kay? “ Mereka berdua makan baksonya dengan nikmat.
            “ Bang, bisa bantuin aku gak? “ Dodo masih terlihat asyik melahap baksonya dengan nikmat.
            “ Bang loe bisa comblangin gue ma AKIRA ya?” Butiran bakso itu membuat Dodo  tersedak.
            “ Huk.. huk apa??”
“ Klo makan pelan-pelan Bang,”
“ Serius kamu suka Akira?” Kay mengangguk Sungguh hati Dodo bagai di sambar geledek di siang bolong . Andai boleh jujur sebenarnya dari dulu Dodo sudah menyukai gadis manis yang keras kepala ini. Sementara Kay dan Dodo asyik ngobrol, diam-diam Rania mengamati mereka. Sungguh hati Rania sangat remuk.
“ Mereka akrab banget ya? Mungkin merek dah jadian?” Rania meoleh ternyata Dodo yang bicara tadi.
                                                J
Tut.. tut HP 3600  Dodo bergetar sebuah nomor yang sangat ia kenal
“ Ada apa, Kay?”
“ Bang jadi gak bantuin aku?”
“ Maaf kay aku sibuk, emakku sakit?”
“ Bentar  aja deh? Pokoknya aku mau ke rumahmu!” belum sempat Dodo menjawab Kay segera menutup Handphone nya?
“ Dasar, Kay?? Keras kepala banget?”
“ Bu, tahu rumahnya Dodo satpam UI.?” Tanya Kay pada ibu separuh baya di pinggir jalan.
“ Oh, itu neng?” Ucap ibu itu seraya menunjuk sebuah rumah reyot. Bahkan tak pantas itu di sebut rumah. Kay tercengang melihat bagaimana rapuhnya rumah Dodo itu.
“ Oh, Dodo?” rintihnya.
“ Kay? Kok bengong ?masuk aja?” Kay tertegun melihat Dodo satpam paling ceuakwep sedunia itu terlihat sedang menimba air dan memasukk nya ke jerigen.
“ Kok kamu tahu rumahku?” Kay terdiam,Dalam hati ia menjerit  tak sanggup ia membayangkan bagaimana mungkin Dodo bisa tinggal di rumah yang reot ini. Sungguh dalam rumah itu, hanya ada 1 kmar dan 2 kursi tamu yang Nampak usang. Tiba-tiba dari kamar yang sempit keluarlah perempuan  renta yang pucat dan sedikit membungkuk.
“ Mak, mau kemana?”
“ Cari udara seger nak?”
“ Hati-hati, Mak?” Setelah Emak Dodo pergi
“ Seharusnya kau lebih banyak bersyukur, Kay? Rumahmu besar, nyaman orang tuamu masih lengkap? Kau lihat sendirikan? bagaimana aku menjalani hidup ini. Pagi aku jadi satpam, Sore aku jualan air keliling desa? Demi mencari sesuap nasi, Kay? aKU sedih, Kay? Aku tak bisa mnegobati emakku? Padahal emakku penderita kanker otak? Ku tak  tahu sampai kapan desah nfas emakku bisa selalu berhembus?” Kay mengenggam tangan Dodo dengan linangan air mata. Dodo tersenyum
                                    ©
Pagi-pagi sekali Kaira nyamperin Dodo.
“ Met pagi satpam ganteng?” sapa Kayra
“ Tumben, Kay kamu cantik sekali?”
“ Iya, dong? Aku kan harus tampil cantik di hadapan AKIRA?” Hati Dodo teriris, andai kau tahu, Kay aku lebih mencintaimu?
“ Woy,, koq bengong?”
“ Eh, iya? Pertama loe harus tampil secantik and Se PD mungkin? Dan loe gak boleh jorok? Cowok tuh suka cewek yang wangi, Kay?”
“ Lihat deh tuh Rania? Mereka tampak sangat cocok sekali ya?” green mencela
“ Gue kecewa, Dodo? Hati gue sakit….!”
                                                ©
Semenjak itu, Kayra berubah 360 derajat tak ada alagi Kayra yang ceria dan tampil apa adanya, Kini Kayra menjadi gadis badung yang gemar berdandan. Dia sengaja memakai rok yang sangat pendek, memakai lipstick yang merah membara dan mengunakan bedak yang tebal  hanya untuk  menarik perhatian Akira. Saat lewat di depan kerumunan cowok-cowok,
“ Hahhahaha…. Badut dari mana tuh?” Kay menoleh. Dan setiap melewati gerombolan mahsiswa , mereka selalu menertawakn Kay? Kay berlari menuju kamar mandi di depan kaca ia menangis sejadi-jadinya.
“ Kenapa? Kenapa mereka nertawain gue? Apa yang salah pada ku? Oh Tuhan cobaan apa yang kau berikan?’’ Setelah agak tenang Kay keluar dari kamar mandi.
“ Kay!!!?” Sapa Dodo satpam ganteng itu. Kay menoleh.
“ Kox kamu nangis Kay?” Kay memeluk Dodo. Dodo tahu apa yang menimpa Kay.
“ Kay, kamu gak boleh nyerah? Kamu harus kuat , Kay? “
“ Be,, benarkah, bang?” Dodo mengangguk
Hari-hari berikutnya Kaira berusaha semaksimal mungkin berdandan cantik untuk memperolah simpati Akira. Namun sayang. Akira tak pernah menganggapnya..



                                                22 juni 2010


0 Komentar