Rinduku pada Cinta-Nya

                                 Rinduku pada cinta-Nya

        Seaindainya kalian tahu siapa sebenarnya aku, mungkin diantara kalian mengira aku sosok yang begitu misterius dan pendiam. Asal kalian tahu, ibuku meninggal saat aku kelas 1 SD dan adikku saat itu berumur 1 tahun. Kata nenek, ibuku meninggal karena sakit memikirkan ayahku yang sangat temperamental, sering mabuk, berjudi bahkan pernah ayah membawa teman selingkuhannya ke rumahku. Setelah itu, Setiap detik ayah dan ibuku selalu bertengkar. Tak pernah keluargaku bahagia, aku sangat sedih dengan jalan hidupku ini Terkadang aku menyesal tercipta di antara keluargaku yang tak pernah harmonis ini. Terkadang pula aku merasa  iri kepada mereka yang keluarganya selalu diliputi kebahagiaan  dan kedamaian. Bukan seperti aku, walau aku masih kecil aku harus menyaksikan kekerasan di depan mataku. Dan di suatu pagi yang hening, ibuku yang mengidap penyakit Stroke , menghembuskan nafas terakhirnya..! Sungguh  Aku tak percaya akan takdir ini. Bahkan  ayahku kini menghilang entah kemana.
“ Ibu aku nanti hidup dengan siapa? Aku merana tanpa mu ibuku..! kenapa kau tinggalkan aku sendiri ibu? Aku merindukanmu. Aku ingin menyusulmu kealam penuh kebahagiaan ?” gumamku dalam hati
Dan semenjak itu aku tinggal di panti asuhan “ Harapan Bunda”. Meskipun aku masih mempunyai nenek, namun beliau tak sanggup memenuhi kebutuhanku dan adikku, Khanza. Sejak di lahirkan Farah sudah tak dapat melihat indahnya dunia. Ia buta. Kami berdua di titipkan nenek di sini. Sejak kecil kami sudah di rawat nenek jadi kami tak ingat siapa kedua orang tua kami.. Kami berdua mendapat beasiswa dan dapat bersekolah. Allah memang selalu adil. Walaupun kami tak berkecukupan, namun Allah swt masih memberiku dan adikku otak yang encer. Selama ini juara satu selalu dapat kami raih.
          Suatu pagi di sekolah..
Tet.. tet.. jam istirahat berdentang . Hari ini  di lapangan sekolahku akan ada pertandingan bola basket. Sekolahku akan melawan MAN di kota kuyang terkenal akan kepandaian murid-muridnya. Sorak sorai penonton mengema hingga penjuru sekolah. Di antara hiruk pikuk suporter yang menyemangati pemain dari SMA kami,tapi ada pengecualian yaitu aku. Ya aku memang tak pernah tertarik pada kemeriahan itu. Aku lebih senang menghabiskan buku tebalku di perpustakaan. Menit silih berganti.. namun keadaan masih saja 15-11. Rasanya kemenangan tak dapat sekolah kami raih. Akh.. dapatkah sisa waktu 45 menit ini mampu merubah keadaan?? Semoga saja..Namun diluar dugaan Rezky kapten tim basket SMA kami mendadak jatuh. Semua terkejut. Oh betapa malang cowok cool itu. Cowok bak binaragawan yang punya tampang 1112 ma Vino bastian yang very handsome, Kakinya terkilir. Semua cewek yang tadi berteriak histeris mulai melemah.. Tanpa Rezky mustahil bisa meraih kemenagan .. Akhirnya Rezky di bawa ke UKS dan digantikan Raffi, si muka kodok. Semua mata terperanjat. Heran dan kesal bercampur menjadi satu. Penonton yang tadi memadati lapangan pergi satu persatu..
          Pulang sekolah..
Seperti biasa aku memakai jasa bus yang penuh sesak untuk membawaku ke Panti yang sudah ku anggap sebagai rumahku sendiri. Huh.. Betapa sesak bus ini Teriknya mentari dan asap rokok membuat mikrolet ini semakin sumpek dan kulitku yang hitam semakin kusam.. Uh.. Ingin rasanya aku segera pergi dari neraka ini. Sampai panti aku bergegas menuju kamar dan berganti baju. Bu Huda pemilik panti  memanggilku untuk sholat berjamaah.. Ku ambil air wudhu. Ku perhatikan alunan adzan bersahut-sahutan. Ku rasakan suatu getaran lembut yang menelusup di relung hatiku. Rasanya bagai tetesan embun yang menyejukkan kalbu. Ku berusaha meresapi indahnya alunan dari Surga itu. Rasanya sungguh damai mendengarkan suara adzan di saat panasnya mentari yang dapat mengeringkan bunga di taman ku ini. Tak terasa olehku air mataku jatuh bergelimang di pipi mengingat ayah dan ibuku yang telah pergi. .
          Pagi ini aku bangun kesiangan. Tadi malam aku lembur mengerjakan tugas bahasa inggris yang besok harus di kumpulkan. Saat kulirik jam di kamarku.. Ya Allah sudah jam 06.30..!!!! Aku pun bergegas mandi. Setelah makan ala kadarnya aku segera menyetop bus di depan panti. Ya Ampyun.. tak satupun bus datang.. Marah,sedih,jengkel saat itu yang kurasa. Saat ku tengah asyik melamun,tak ku sadari ada bus lewat. Ya Tuhan kesialan apa lagi yang akan ku terima?? Ku segera mengejar bus itu. Walaupun jarakku dengan bus semakin jauh. Tapi akhirnya aku bisa juga naik ke bus yang sumpek  itu. Sesampainya di Sekolahan ternyata pintu gerbang sudah di tutup oleh pak satpam.
“Pak,bukain donk??” rengekku. Sungguh sial pak satpam acuh kepadaku. Tiba-tiba saja datang cowok ganteng banget yang juga terlambat.  
“Kamu telat?” tanyanya Aku hanya mengangguk. Ya Allah mimpi apa aku semalam aku berbicara dengan Rezky..?? Tiba-tiba saja Rezky mengandeng tanganku.
“Ayo, cepat panjat pintu ini!” Ha.. aku kan gak bisa memanjat?aku kan berjilbab mana mungkin manjat gerbang tinggi itu. Dengan halus ku tolak ajakan itu. Namun Rezxy menemukan akal, ia mengandengku melewati gerbang parkir, kami berdua berlari terangah-engah karena di kejar pak satpam yang sangat killer itu. Kami pun memilih bawah tangga untuk bersembunyi. Ku mulai menata nafas itu perlahan-lahan. Setelah satpam sialan itu pergi, kami keluar dari tempat persembunyian tadi. Tak ku sadari sapu tangan kecil yang selalu ku bawa jatuh, dan dipungut Rezky, kami berdua menuju kelas masing-masing.
          Saat istirahat begini, biasa ku habiskan dengan membaca buku Wikipedia yang tebal-tebal banget.
“ Afwan ukhti bisa ambilkan buku itu” terdengar  Suara lelaki yang begitu lembut. Sejenak aku menoleh ke arah cowok itu. Lalu buru-buru menundukan kepala. Setelah ku ambilkan,
“ Syukron ukhti?” aku mengangguk.
“ Wah ada yang deg-degan nih?” ledek Khanza, teman dekatku
“ Apa sih?” ujarku malu
“ Ciye.. mukanya merah tuh. Seneng ya di sapa ketua rohis?”
Aku tersenyum. Dasar Khanza cewek manis yang juga berjilbab ini selalu menggoda ku. Dan alangkah terperanjatnya aku, saat aku masuk kelas, Rezky  menghampiriku.
“ Ini sapu tangan kamu kan?”ucapnya sembari memberikan sapu tangan itu
“ Syukron” aku menjawabnya dengan kepala tetap menunduk.
Khanza bengong melihat ketua tim basket yang cuakkeeep banget itu berbicara denganku, Cewek berjilbab besar yang katrok dan polos. Dan kata orang smart. Hehe
“ Gak usah bengong gitu, lalernya masuk mulut kamu lo,,!!”
Aku mengoda Khanza yang bengong..
“ Koq????”
“ Iy. Tadi aku dan Rezxy telat, saat berlari mungkin sapu tangan ku diambil dia Gak usah di pikirlah?”
Keesokan harinya di depan gerbang aku telah di tunggu kakak kelasku yang  sangat cantik tapi galak. Widy and the gank.
“ Heh. Cewek  gak tahu diri?” Aku celingukan, tak ada satupun orang di antara kami.
“ Kakak manggil aku?”
“ Ya iyalah siapa lagi? Kamu jangan sok alim ya?,! Pake Pelet apa sih? Sampe-sampe Rezxy datengin kamu? Kamu ngaca dong?” Bentak  kak Widy.
          “ Iya nih? Punya kaca gak di rumah?” timpal Chaca best friendsnya
Widy. Aku semakin menunduk. Air mataku jatuh berderai.
“ Pakai nangis segala ni anak?” Untunglah tak lama berselang Khanza datang.
“ Ada apa nih? Masak maen kroyokan?” Ucap Khanza enteng
          “ Apa lo. Anak bau kencur aja ikut campur?”  
“ Bukan gitu mbak yang cuantik, Asal kalian tahu ya? Gadis sebaik ini gak pantas kalian marahi.”
          PLAK! Kak Widy menampar Khanza
“ Jadi anak kecil jangan belagu. And jangan macam-macam dengan kami?
“ Kamu juga sok pakai jilbab, tapi  -ujungnya pake pelet. Kamu gak pantas pake ini?’’ Ucap Widy seraya menunjuk jilbab yang ku kenakan dan menariknya
Hingga rambutku tergerai. Aku tersentak dengan apa yang dilakukan kakak kelasku yang sangat kurang ajar itu. Namun aku hanya bisa menangis. Begitupun Khanza, Ia segera memelukku dan kami berdua menangis.
          “ Ingat ya? Klo kamu masih deket ma Rezxy? Aku gak segan-segan bakar kerudung mu ini?”
          “ He. Kalian?” Suara lelaki yang pernah ku dengar. Kami semua menoleh. Aku terperanjat. Setelah tahu itu suara Afif, ketua rohis di SMA ku. Widy bengong.
“ Kalian ini apa-apaan? Kamu Widy? Sungguh biadab ulahmu ini? Kamu seharusnya malu, Wanita muslimah yang telah berjilbab sesuai syariat agama, malah kau cela? Seharusnya kau malu Widy? Kau telah mencoreng citra islam”
Urai Afif panjang lebar.Ku lihat Widy  dan gank nya menunduk dan bergegas meninggalkanku.
          “ Ni, jilbab kamu ukhti?” kata Afif seraya memberika jilbab putihku.
          “Jazakilah khoiron katsiro akhi?”
          Pagi ini, sekolahku mengadakan pesantren kilat. Hari iTu aku mengenakan kemeja putih polos dipadu dengan rok hitam pemberian nenekku dan jilbab putih bersih yang biasa kukenakan saat ke sekolah. Dan seperti yang sudah-sudah, aku harus menaiKi bus yang sumpek ini. Karena tempat duduk sudah terisi penuh, dengan berat hati, aku harus berdiri. Setelah beberapa menit berlalu,  penumpang pun satu persatu turun. Ada dua tempat duduk yang kosong, yang satu di sebelah lelaki bertato dan yang satunya di sebelah lelaki misterius. akhirnya Aku memilih duduk di sebelah cowok misteius yang selalu menundukan kepalanya itu.
          “ Boleh aku duduk disini?” Dia mengangguk tanpa menoleh ke arahku. Aku sejenak berpikir, siapa cowok misterius yamg bersahaja ini. Sepertinya aku mengenalnya? Namun siapa dia sebenarnya?
          Sampai di sekolahanku ia juga turun, Dan alangkah kaget aku, ternyata dia adalah Afif ketua rohis yang membelaku kemarin. Sungguh aku sangat kagum akan cowok hitam manis yang sangat bersahaja ini. Dia tahu betul syariat islam. Pantas saja dia menjadi ketua rohis. Saat pesantren kilat diselenggarakan, Afif yang menjadi penceramah.Isi ceramahnya pun berbobot dan cara penyampaikannya sungguh mengesankan. Sungguh kekagumanku semakin menggila pada cowok yang satu ini.
“Naura, liat tuh ketua rohis kita, udah cuuuakep,baek hati,bersahaja, pokoke Te O Pe banget deh,,?” Aku tersentak, ternyata Khanza mempunyai perasaan yang sama denganku.
            Namun aku segera sadar bahwa aku tak pantas untuk Afif ketua rohis yang bersahaja dan calon penghuni surga itu memang tak pantas untukku. Coba lihat siapa? Orangtuaku  pun tak jelas ? Mungkin  Khanza lebih pantas selain dia cantik, dia juga berasal dari keluarga yang terpandang. Beda sekali denganku.

                                                J
            “ Naura, ada telephone buat kamu?” bu Huda memanggilku.
            “ Inggih bu?”
            “ Assalamualaikum, niki sinten ngeh?” ucapku dengan logat jawa yang medok.
            “ Ni Naura bukan?” Jawab seseorang di ujung telpon.
            “ Iya ana Naura? Afwan kamu siapa?”
            “ Saya Rezxy?” Aku bengong, mungkinkah dia Rezxy cowok ganteng paling popular di sekolahku. Dengan gugup aku menjawabnya.
            “ Rezxy???”
            “ Iy, aku Rezxy? Pokonya besok pagi berangkat sekolah  aku jemput ya?”
KLIK ! telephone mati sebelum aku menjawabnya.
            Keesokan paginya Rezxy ternyata tidak menjemputku. Aku pun tak peduli karena aku sempat berfikir mana mungkin Rezxy mau tadi malam meneleponku. Saat aku naik bis, tiba –tiba kondektur berteriak. Kami semua penumpang bus itu terkejut. Aku menutup buku Wikipedia ku dan menoleh ke arah kondektur. Teryata bus yang ku tumpangi menabrak seorang cowok yang ia sangat ku kenal. Dia adalah Rezxy. Alhamdulilah dia tidak kenapa-kenapa. Karena hanya aku teman satu sekolah dengannya, maka akulah yang mengantarnya ke UKS.
            “ Thanks ea?” Aku mengangguk sembari meninggalkannya.
            “ Tunggu..Maafin aku naura, aku tak jadi menjemputmu. Saat aku mau menjemputmu,aku malah tertabrak bus itu.” Aku terdiam. Jadi yang tadi meneleponku adalah Rezxy? Buat apa dia meneleponku?
            “ Untuk apa kau meneleponku tadi malam?”
            “ Aku mencintaimu N.A.U.RA?” Ucapnya sembari mengeja namaku. Aku bengong. Ya Allah apakah aku hanya bermimpi?
            “ Maaf aku harus pergi.”
                                                        J
Sampai di kelas ku ceritakan semuanya pada Khanza . Dia pun juga tidak percaya.
            “ Memang sih dia cuuuakep banget, Ra? Tapi klo kamu terima dia? Bagaimana dengan Widy? Dia kan pernah mengancam kau?” Aku terdiam mengingat kejadian saat Widy melepas jilbabku dengan paksa tempo dulu.
            “ Tau akh gelap?”
            “ Tapi, Ra? Klo kamu terima dia? Kamu bisa berdakwah. Kamu bisa mengajarkan ilmu agama kepada Rezxy? Bukankah kamu mau melanjutkan visi dakwah kita? Akupun mau kalik jadi pacarnya Rezxy hehe” ujar Khanza panjang lebar.
            Semenjak itu, Rezxy jauh lebih care kepadaku. Ia sering menjemputku mengirim puisi yang indah  namun dengan halus ku tolak ajakannya itu. Bahkan saat Valentine day ia memberiku coklat dan boneka bear yang lucu. Namun dasar akunya yang katrok, aku tak mengerti maksudnya.
            “ Maaf di agama kita, tidak ada perayaan Valentine. Itu budaya orang nasrani.” Rezxy terdiam. Namun tiba-tiba Khanza  menyela
            “ Sini klo gak mau, biar aku aja yang makan coklatnya? Kan mubazir, Ra?” Aku tersenyum. Rezxy memasang muka cemberut.
            “ Ra, gimana pertanyaanku kemarin?” Aku tersentak.
            “ Pertanyaan apa?” Aku pura-pura tak mengerti maksudnya.
            “ Waktu di UKS, Ra?”         
“ Aku belum bisa jawab, Rez?” Rezxy meninggalkan ku dengan wajah sedihnya.
            “ Gila kau ra? Cwok seganteng itu kamu tolak?”
            “ Cinta gak bisa di ukur dari seberapa ganteng dia, Za?”
            “ Tapi….?”
            “,Khanza  sebenarnya jujur dari hatiku yang terdalam aku sungguh membutuhkan kasih sayang yang lebih. Selama ini kau tahu kan aku jarang mendapatkan perhatian seperti yang dilakukan Rezxy kepada Ku.” Aku menjelaskan panjang lebar dan Khanza mengangguk mengerti.
            Saat istirahat
            " NAUURRA???” Khanza mengagetkan ku. Dan tanpa sadar ia telah membuat orang di sekeliling kami menoleh ke arahnya.
            “ Ada apa Za? Kamu berisik banget?”
            “ Ra, Se..benar..nya kamu hanya di jadikan cewek taruhan oleh Rezxy?”
            “ Maksud.. mu apa Za?”
            “ Tadi aku denger pembicaraan Hugo dan Rezxy, klo sampe Rezxy berhasil dapetin kamu, Rezxy akan mendapat 15 juta dari Hugo”
            “ Be..narkah?” Aku merasa darahku tak mengalir lagi. Lemaslah seluruh persendiaanku.
            “ Kamu bercanda kan ,Za? Kamu sebenarnya ingin mendapatkan Rezxy kan? Kamu iri kan kepada aku?”
“ PLAK? Khanza  menamparku.
“ Demi Allah aku tak berbohong kepadamu, Ra? Kenapa sekarang kau buta oleh pesona Rezxy? Sadar Ra? Rezxy hanya membuatmu terjerumus ke lembah kemaksiatan, Ra? Sadar itu,!!” Khanza  meninggalkanku. Aku tersadar akan ucapan. Khanza  Kenapa aku buta oleh cinta laki-laki yang akan menjerumuskanku. Mengapa aku tega menduakan Allah. Astaghfirullah. Aku segera beristighfar. Betapa aku jauh dari kasih sayang Allah.. Ya Allah ampuni hambamu
            Setetes embun di hamparan pasir gersang
            Hembusan  angin gugurkan hati yang  berkecambuk melawan resah
            Menelusup ke relung hatiku
            Menanti dan terus berharap
                        Agar kau kembali memelukku dalam hangatnya cintamu
                        Goresan luka yang kau goreskan
                        Menjalar merasukui seluruh sarafku
            Terlalu dalam sakit yang kini kurasa
            Saat indah yang pernah kita lalui
            Mungkin sirna tak berbekas
            Ku menyesal tlah mencintaimu, Rezxy??
          Semenjak kejadian itu, kini aku lebih focus dengan arti hidup yang sebenarnya, aku juga bersiap-siap untuk Ujian Nasional yang sebentar lagi kan ku hadapi.  
“ Naura, ?” Panggil Rezxy. Aku dan Khanza mengacuhkannya. Kami semakin mempercepat langkah kaki kami. Namun dia terus mengejarku
          “ Naura, dengerin semua penjelasanku. Tak sadarkah hanya kau yang mengisi palung jiwaku Entah kapan aku kan bisa menghapus bayangmu di hatiku.Aku tahu, cintaku hanya bertepuk sebelah tangan. Namun percayalah ku kan selalu mencintaimu, Naura. Aku mohon balaslah ketulusan cintaku ini agar ku semangat meniti hidup.”
 Aku tetap membisu
          “ Naura, Memang dulu aku hanya menjadikan kau cewek taruhan. Namun sekarang aku sadar, Ra? Aku memang benar-benar mencintaimu. Maafka aku, Ra?”
“ Teganya kau, Rez? Kau hancurkan Naura hanya untuk uang 15 juta. Sungguh kau busuk, Rez?” timpal Khanza
          “ Aku menyesal,, sungguh!!! Aku insyaf aku ingin memperbaiki diriku. Aku tak ingin celaka di akhirat. Dan mungkin hanya kau yang bisa membuka hidayah buatku, Ra?  Apakah cinta itu telah hilang sirna tak berbekas. Tak adakah namaku di hatimu. Aku berharap engkau yang kan mengisi ruang diantara sela-sela jariku dan mengengam tangan ku selamanya. Aku ingin engkau selalu menemani hidup dan matiku. Aku ingin kau menemani masa tuaku .” Sungguh aku tak percaya dengan apa yang tadi keluar dari mulut Rezky, benarkah ia telah insyaf. Mungkinkah ia bisa meninggalkan semua cewek yang menjadi pacarnya dan meninggalkan semua kehidupannya yang kelam itu.
          “ Be.. benarkah?”
“ Tak mampukah ketulusan cinta yang ku beri meluluhkan hatimu? Hamparan cinta yang tak bertuan, harus kemanakah ku labuhkan cintaku ini? Just for you, Ra?

Eloknya parasmu yang menyejukkan
Raut keteduhan di wajah manismu
Yang teramat indah yang pernah ku lihat
Kau buatku mengerti cinta
Tak tahu mengapa
Aku bisa mencintaimu
Tak mampu ku bendung
Pelangi di sorot matamu
Memancar penuh kedamaian
Kaulah Nafasku….
Salahkah aku mencintaimu? Naura?”
                                                          J
          “ Pokoknya kamu gak boleh pacaran ma cewek itu. Pokoknya mama gak setuju.!” Bentak mama Rezky dengan nada marah.
          “ Tapi,Ma? Kami saling mencintai. Please ma beri aku kesempatan. Aku ingin memilih wanita pilihanku sendiri? Ku mohon ma jangan paksa aku. Aku bukan anak kecil lagi?”
          “ Terserah kamu, Rez? Pokoknya mama dan almarhum ayah kamu tidak setuju jika kamu  berhubungan dengan wanita itu!” Mama Rezxy yang masih cantik itupun meninggalkan Rezxy.
          “ Kenapa mama gak setuju hubungan ku dengan Naura? Padahal Naura kan wanita yang baik?” gumam Rezxy
          Keesokan harinya, mama Rezxy membawa seorang wanita cantik dan berpakaian you can see yang sexy.
          “ Rez, kenalin ini Aurora. Dia anak teman mama. Cantik banget ya?”
Namun Rezxy mengacuhkannya.
          “ Oya, Aurora tante tinggal dulu ya? Kamu lanjutin ngobrol dengan Rezxy ya? Siapa tahu kalian berjodoh.” Ujar mama rezky penuh harap
          “ Iya tante.” Ucap Aurora tersipu. Namun Rezxy tetap saja nyuekin.
          “ Loe sekolah dimana, Rez?”
          “ Emangnya penting buwat lo?”
Sombong banget nih anak? Gumam Aurora. Tiba-tiba Mama Rezxy datang.
          “ Hem.. hem? Gimana nih? Dah dapat chemistry kan?”
          “ Maksud mama apa?”
          “ Rez, sesuai dengan amanat papa, kamu dan Aurora akan dijodohkan. Bahkan kita sudah menentukan hari dan tempat pesta pernikahan kamu.?”
          “ APAAA??? Mama mau jodohin aku dengan dia? Mama kan tahu aku tak pernah mencintai dia. Mama tahu kan only Naura in my heart , Ma? Gak ada yang lain.” Rezxy meninggalkan mama dan Aurora yang syok.
          “ Jadi, pernikan kami gak jadi tante?”
          “ Tenang, sayang. Mungkin Rezxy sedang capek. Sebaiknya kamu pulang dulu ya?” Aurora bergegas pulang sambil menahan amarahnya.
Di kamarnya, Rezxy menelpon Khanza.
          Tut… Tut.. Tut
          “ Assalamualaikum..”
“ Walaikumsalam, Khanza? Za aku dijodohkan dengan anak temen mamaku. Dan mama ku tak pernah merestui jika aku berhubungan dengan Naura. Padahal kamu tahu kan aku sangat mencintai Naura?”
          “ Be.. narkah itu, Rez? Bagaimana klo Naura tahu? Tentu dia akan kecewa.”
          “ Sungguh, Za aku tak ingin menyakiti Naura, aku sangat mencintai dia, Za?”
          “ Tenanglah, Rez? Aku akan berusaha menjelaskan semuanya kepada Naura.”
          “ Terima kasih, Za?”
          “ Okey…!” Khanza menutup hp nya.
                                      J
          “ Rez, setelah lulus nanti, sesuai amanat papamu, kamu harus sekolah di Mesir ya sayang?”
          “ Apa kuliah diMesir? Jauh banget,Ma? Kan di Indonesia kampus nya udah bagus-bagus. Ngapain jauh-jauh ke sana, Ma?”
          “ Itukan amanat almarhum papamu. Lagian klo kamu kuliah disini kamu nanti bisa dekat-dekat Naura dong?”
          “ Jadi mama mau misahin aku dan Naura?”
          “ Bukan gitu sayang. Mama lakuin itu demi kebaikan kamu nak?”
          “Kebaikanku? Kebaikan apa, Ma? Mama egois banget!”Rezxy meninggalkan mamanya. Dan ia segera menelpon Khanza menceritakan semuanya.
                                                J
Tepat setelah 1 Minggu kelulusannya. Rezxy harus pergi jauh meninggalkanku. Memang dia tidak memberi tahu klo dia akan kuliah di Mesir karena Rezxy gak mau menyakiti wanita sholehah yang sangat ia cintai itu. Hanya Khanza yang mengetahui keberangkatannya.
          Saat Naura ke rumah Khanza
          “ Kamu mau nglanjutin ke mana, Za?”
          “ Klo bisa sih di UGM aja, Ra? Kan mutunya bagus. Klo kamu, Ra?”
          “ aku gak tahu, Za? Mana mungkin aku bisa melanjutka kuliah?”
          “ Jangan gitu, Ra? Kamu harus tetap optimis. Aku yakin kox kamu pasti bisa?” ujar Khanza sembari menepuk lembut pundak Naura
          “ Jazakilah ya, Za? Oia kira-kira kemana ya REzxy?”
          “ Hayo.. kenapa kamu Tanya Rezxy?”
          “ Gpp. Kok?”
“ Dia ke Mesir, Ra? 10 menit tadi dia ke bandara?” hah. Khanza
. keceplosan. Aku kaget bukan kepalang.
“ Benarkah itu, Za? Kenapa Rezxy tak memberi tahuku” Muka Khanza memerah.
          “ Maafkan aku, Ra? Rezxy tak ingin menyakiti kamu, Ra? Dia sayang banget sama kamu?” Aku menangis.
          “ Tapi.. klo dia sayang padaku, kenapa dia ninggalin aku, Za? Kenapa?”
          “ Ra, sseebe nar..nya mama Rezxy tak pernah menyetujui jika Rezxy mendekatimu? Aku juga bingung kenapa Mama Rezxy membenci wanita selembut dirimu?”
          “ Kenapa.. kau tak memberi tahuku, Za?”
          “ Maafkan aku, Ra?”
          “ Aku ingin bertemu Rezxy walau untuk terakhir kali, Za? Aku ingin mengucapkan terima kasih kepadanya ?”
          “ Okey. Kita segera saja bergegas. Mumpung pesawatnya belum terbang.” Khanza segera menstater mio putihnya. Dan mereka bergegas ke bandara.
                                                J
          Sampai di bandara, mereka segera mencari sesosok cowok cakep yang bernama Rezxy itu. Namun selama 10 menit mereka belum juga bertemu dengan Rezxy. Namun
 Tiba-tiba..      “ Rezxy…………….!!!!!” Teriakku . Lelaki berkemeja hitam dan bertopi  itu menoleh.
          “ Naura…….?” Kami berdua tersenyum. Namun mama Rezxy segera mengandeng tangan Rezxy dan bergegas pergi. Aku tak bisa menahan tangis  
“ Sabar, Ra? Klo memang Rezxy jodohmu. Insya allah dia kan datang kembali, Ra?” Ucap Khanza  sembari memeluk tubuhku. Di dalam pesawat Rezxy juga tak henti-henti menumpahkan air matanya. Ia sebenarnya tak ingin meninggalkan Naura. Namun apa boleh buat, Ia tak bisa menolak amanat papanya yang telah meninggal itu. Mama Rezxy pun melihat sikap anaknya itu. Sebenarnya ia tak tega harus memisahkan cinta anak tunggal yang sangat ia sayangi itu. Andai kau tahu, Rez? apa yang sebenarnya terjadi? Gumam mama Rezxy sembari menitikan air matanya.
          Tiga bulan sudah. Rezky tinggal di Negara itu. Dan selama itu pula aku selalu mengirim surat kepadanya. Namun entah kenapa Rezxy tak pernah membalas surat itu sekalipun. Ternyata surat itu tak pernah di sampaikan oleh mama Rezxy. Semakin hari rindu Rezxy kepada ku tak terbendung lagi. Setiap malam Rezxy selalu memimpikan  Naura, sampai-sampai ia sakit memikirkan orang yang sangat ia cintai itu.
          “ Na..ura.. Na..u..ra?” Mama Rezxy menangis, kenapa ia tega sekali menghancurkan hati anaknya. Keadaan Rezxy semakin memburuk saja. Di Solo pun aku  tak henti-hentinya memikirkan Rezxy? Aku juga masih bingung apa yang kurang pada diriku, hingga ibu Rezxy sangat membenciku.
          “ Ya Robb? Kenapa mama Rezxy membenciku? Ya Robb aku sangat mencintai Rezxy? Kenapa kau pisahkan kami? Aku ingin Rezxy cepat kembali?” doa ku setelah sholat tahajud.
Karena kondisi Rezxy yang  tak memungkinkan. Akhirnya mama Rezxy membawa Rezxy kembali ke Indonesia. Setelah berada Sebulan di solo, Keadaan Rezxy sudah seperti sedia kala. Hanya satu yang ia sangat harap. Ia ingin cepat sembuh dan segera menemui Naura.Suatu sore Rezxy dating ke rumah Khanza Untuk menanyakan kabarku.
          “ Apa? Naura sekarang di Kalimantan?”
          “ Iya, Rez? Dia bilang akan mencari pekerjaan. Namun aku yakin klo dia ingin menghibur hatinya yang perih itu. Dia Juga bilang klo kamu gak pernah membalas suratnya.”
          “ Surat, Za?”
          “ Iya.. selama kamu diMesir, dia selalu mengirim surat untukmu?”
          Sampai di rumah. Rezxy segera mencari mamanya.
          “ Ma, mana surat dari Naura?”
          “ Su.. surat apa, Rez?”
          ‘’ Mama gak usah boong? Aku tahu, Ma?” Mama Rezxy tak bisa mengelak lagi. Dia memberikan 7 surat Naura kepada Rezxy. Rezxy membacanya satu persatu.
          Assalamualaikum Rezxy..
       Tergerak hatiku selalu mengingatmu, menyayangimu dan mencintaimu Rezxy…
Dengan hati yang teriris luka. Ku goreskan tinta pada kertas putih ini. Sebercak kesedihan masih menyisakan tangis di relung hatiku. Aku takut merangkai sebuah harapan. Sebuah harapan yang mungkin tak kan terwujud. Anganku harapku. Andai boleh aku meminta walau hanya dalam mimpi, aku ingin bertemu denganmu. Walau hanya sekejap aku ingin menatap redupnya sinar matamu. Memelukku dalam hangatnya cintamu.  Aku merindukanmu walau kau tak pernah tahu isi hatiku. Tak sadarkah kau Rezxy hanya namamu yang selalu ku sebut dalam doaku. Dalam hening sepi malamku, ku selalu merindukan lembutnya senyummu. Tak mudah bagiku melepasmu. Tak bisa ku pungkiri karna engkau selalu bersemayam di hatiku. Aku kan selalu merindukanmu, menyayangimu. Aku hanya ingin mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas apa yang telah kau beriKan  kepadaku selama ini. Afwan aku tak bisa membalasnya. Rez, panti asuhan tempat ku tinggal di bakar oleh beberapa preman. Jadi sekarang aku bingung mau kemana. Aku tak punya siapa-siapa lagi keculai Farah adikku yang buta itu. Rez, aku tak tahu harus kemana? Doakan aku Rez agar aku tegar menghadapi semua ini.
Sampai kapan aku harus menahan tangis dalam senyum? Semoga kau selalu mendapat perlindungan dan kebahagiaan dari Allah. Semoga kau tak lupa pada-Nya?”           
                                         Salam yang lemah tiada berdaya

                                                Naura syakira
       Air mata Rezxy jatuh. Ia tak mengira klo Naura akan mengalami nasib yang begitu menyedihkan. Namun Rezxy juga salut akan ketegaran hatiku. Di lain pihak Rezxy juga menduga dalang di balik ini semua adalah Mamanya sendiri yang sejak dulu tak pernah menyukaiku. Namun Rezxy tak bisa gegabah mengambil keputusan sebelum dia menemukan bukti yang cukup.
                                                J
          Di Kalimantan aku tinggal bersama Farah di gubuk tua yang tak berpenghuni. Karrna kecerobohanku, saat akan memasak nasi, api yang menyala-yala menyambar gubuk yang ku tempati, aku mulai panik.
          “ Khanza.. awaaaaaass?” teriakku
          “ BRAAAAAKKKK” kayu yang ada di kamar jatuh mengenai Khanza.
          “ Khanzaaaaa….!!! Tolongg….. to..lonnggggggg?” teriakku sembari memeluk tubuh adikku yang berlumuran darah. Tiba-tiba datang seorang pemuda yang menolongku. Dia segera membawa Khanza ke Rumah Sakit.
          “ Terii..ma kasih? Namun, maaf aku belum bisa menganti uangmu?”
          “  Gak usah dipikirin.? Sepertinya aku mengenalimu?” Aku menoleh kearah pemuda yang baik itu
          “ Bee.. narkah?”
          “ Iya… aku tak salah lihat? Bukankah kamu Naura?”
          “ Subhanallah? Kamu Afif  kan?” Afif tersenyum
          “ Kenapa kamu bisa disini” Tanya Afif. Lalu kuceritakan semua yang menimpaku pada Afif. Dan aku tak percaya Afif malaikat berhati lembut itu menitikan air matanya.
          “ Untuk sementara waktu, kamu bisa tinggal di rumah tanteku. Insya Allah dia bahagia dengan kehadiranmu?’’
          “ Sungguh…….? Subhanallah Syukron Afif? Bagaimana aku kan membalas semua kebaikanmu ini?”
          “ Tak usah kau pikirkan?”
          “ Aku berjanji, Fif? Saat aku punya uang yang banyak, aku kan mengganti semua yang telah kau korbankan untukku dan adikku?” Afif tersenyum.
          Dan itulah pertemuanku dengan Afif yang begitu berkesan. Dan semenjak itu, aku tinggal di rumah tante Afif yang baik hati pula. Dan disini aku bekerja sebagai guru ngaji. Dan alangkah bangga aku pada Afif, dia tak ingin melanjutkan kuliah, karena ia bertekad mengajarkan ilmu agama islam kepada suku pedalaman di Kalimantan ini. Seiring waktu berlalu perlahan tapi pasti ku coba menghapus bayang-bayang Rezxy dari benakku. Tapi entah sampai kapan aku bisa melupakan Rezxy seutuhnya. Semoga saja bayang Rezxy yang tersenyum.. Memudar.. menghilang tak bberbekas. Ya Allah bantu aku melepasnya.
                                                         J
          Suatu hari Khanza mengirim surat untukku. Dia bilang bahwa Rezxy telah kembali ke Solo. Sungguh hatiku saat itu sanggggat bahagia. Ku balas surat itu, dan tak lupa aku ceritakan semuanya pada Khanza, termasuk pertemuanku dengan Afif yang baik hati itu. Dan tergerak pula olehku, aku menulis surat untuk Rezxy..
          Assalammualaikum Rezxy
Subhanallah kau telah kembali ke Tanah Air dengan Selamat. Rez alhamdulilah sekarang aku berada di Kalimantan dengan keadaan sehat? Oia kata Khanza kamu baru sembuh dari sakit ya? Insya Allah Sebulan lagi aku akan ke Solo. Semoga kita bisa bertemu?!
       Wassalamualaikum
                                         Salam Dari yang lemah tiada daya

                                                Naura Syakira
       3 hari kemudian surat itu sampai ke Solo, Namun mama Rezxy yang menerima surat itu. Dengan hati yang kesal mama Rezxy membakar suratku. Bahkan dia mengganti surat itu.
          “ Rez, ada surat buatmu?”
          “ Dari siapa ma?”
          “ Dari Kalimantan?”
          “ Ka..limantan?” Dengan hati girang Rezxy membuka surat itu.
Assalamualaikum Saya saudaranya Naura di Kalimantan
Sungguh saya tak tega mengatakan ini padamu. Naura meninggal seminggu yang lalu karena mengidap penyakit kanker otak yang kronis. Dan sesuai dengan wasiat Naura sebelum ia menghembuskan nafasnya yang terakhir, ia ingin agar kau dapat melupakannya. Ku harap kau menaati amanat dar Naura.
                                         Dari yang dirundung nestapa

                                                Afifah
          “ Tii.. Daaaakkkkk mungkin?? Tidak Mung..kin Naura meninggall? NAUUURRRA?????????” Teriiak Rezxy histeris. Mama Rezxy bahagia karena rencananya telah berhasil
          “ Semoga Rezxy bisa melupakan Naura secepatnya.” Batin Mama Rezxy. Rezxy pun segera menemui Khanza, dan menceritakan isi surat itu pada Khanza. Gadis ayu yang juga berjilbab itupun tak bisa menahan lelehan air matanya. Perlahan-lahan bulir air matanya menetes.
          “ Ke.. napa? Naura pergi secepat itu? Padahal baru sebulan lalu aku berkirim surat untuknya?” Tangis Khanza
          “ Aku juga tak mengerti, kenapa Naura tak pernah ceita kalo dia punya penyakit kronis itu? Hah.. Kenapa semua ini harus terjadi? Aku ingin menyusul Naura ke surga”
          “ Jangan, Rez? Kau tak ingin mengecewakan Naura kan? Sebaiknya kita berdoa agar amal Naura diterima di sisi-Nya?”
                                                J
          Sudah berminggu-mingu mama Rezky hanya bisa terbaring lemah di temoat tidur namun keajaiban datang, Tanggal 17 Juli 2011 saat Rezky tengah melamun. Tiba-tiba mama Rezxy berdiri, entah dari mana kekuatan itu berasal,
          “ Aku.. Yang bohong klo Naura telah meninggal?”
          “ Te.. tega.. sekali.. , Ma?”
          “ Karena mama gak suka kamu dekat dengan perempuan itu. Mama juga yang telah membakar panti asuhan tempat dia tinggal. Mama ingin menghancurkan perempuan itu. Maafin mama”
          “ Tapi.. kenapa, Ma?” Mama Rezxy jatuh. Dan segera dibawa ke Rumah Sakit. Setelah 2 jam akhirnya mama Rezxy siuman. Aku, Khanza dan Rezxy mengelilinginya.
          “ Mama belum jawab pertanyaanku tadi. kenapa mama membenci Naura?” Mama Rezxy menangis. Seperti mengingat sesuatu yang tak ingin ia ingat. Rezxy memeluk mama yang sangat ia sayangi itu.
          “ Se.. sebe.narnya? Kalian itu masih ada pertalian darah. Saat itu mama di perkosa oleh pak Suhab. Yaitu ayahnya Naura, Karena mama frustasi, mama sempat berpikir akan membuang kamu, Rez? Namun Tuhan masih memberimu kesempatan hidup. Tuhan mengirimkan malaikat berhati sutra yang mau menerima kau dan aku. Bahkan dia mau menikahi mama, dan itulah ayahmu. Namun, sesungguhnya ayah kandung kamu adalah Suhab. Haram hukumnya menikah dengan yang masih berkaitan darah kan? Maka mama selalu melarangmu mendekati Naura. Saat melihat Naura, mama selalu teringat masa kelam dulu. . Maafin ma.. ma Rez?”
          “ Kenapa mama baru bilang sekarang?”
          “ Ma.. mafin mama… Se.. la.. mat.. tinggal……..!!!!!!”    
          Kami bertiga berpelukan. Dan alangkah tercengang ternyata aku saedarah dengan Rezxy? Ya Allah aku bahagia mempunyai saudara sebaik Rezxy…!
                   JBy : Ulfah Maghfirotul HasanahJ
                                                                   9 Oktober 2010.

         
           


0 Komentar