Lembayung senja

                     
Suatu senja di taman. Ku lihat  Jenny asyik berdua mojok bersama pacarnya. Pacar Jenny kakak kelas di sekolah kita. Sedangkan Keke asyik ngobrol lewat handphone dengan teman satu kelas kita, namanya Roby biasalah cinta lokasi gitu. Mereka sudah lama saling mencintai namun tak berani mengungkapkan perasaan masing-masing. Sedangkan aku asyik melamun di pinggir kolam ikan.
“Heh, ngalamun?” tiba-tiba aku merasa pundakku di sentuh. Aku menoleh. Ku dapati Galih memandangku dan tersenyum. Selama ini Galih begitu perhatian dan selalu ada di saat aku merasa sendiri.“ Akh, kau Galih ngagetin aja?”“ Ga baik, Nona ngalamun gitu? Ntar kemasukan setan loh,,” Aku hanya tersenyum. “ Boleh aku temani?” lanjutnya“ Duduk aja.?”“ Indahnya menghabiskan senja dengan orang yang kita sayang?”“ Senja kan terasa begitu indah jika  di nikmati sendiri, Lih?”“ Kamu gak pengin seperti kedua sahabatmu itu?”“ Maksudmu?”“ Ku lihat kau selalu kesepian, sedangkan mereka terlihat begitu bahagia dengan pacarnya Apa kau tak ingin seperti mereka? Bercanda berdua!saling menyayangi”“ Entahlah?”“ Apa kau masih trauma dengan kisah cintamu yang dulu?”“ Ya, aku tak ingin tersakiti yang kedua kalinya?”“ Tak semua lelaki seperti yang kau pikirkan? Cobalah membuka sedikit pintu hatimu untuk cinta yang lain?”“ Cinta tak menjamin kebahagiaan, Lih? Karena cinta tak selalu indah?”“ Aku tahu, Na? Namun sampai kapan??” Aku menggeleng“ Tak pernahkah kau sadari jauh disana ada lelaki yang begitu mencintaimu. Dia selalu ada untukmu. Dia selalu ada disaat kau butuh. Cobalah kau renungkan dan pahami bahwa dia begitu mencintaimu. Lupakan masa lalumu? Kau harus bahagia!!”“ Kamu tahu kan, Lih? Sampai kapanpun aku tak bisa mencintai lelaki lain?”“ Hah? Kamu benar-benar bodoh! Mencintai lelaki yang selalu menamparmu, memarahimu, menyiksamu?”“ Tapi dia sayang banget ma aku?”“ Hah? Itu yang kau namakan sayang? Dia hanya ingin menyakitimu atas nama cinta. Dia telah menodai ketulusan cinta yang kau berikan. Itu yang namanya cinta, hah?”Air mataku mulai mengalir tiada henti. Galih menjauh dariku. Ia pergi..“ Coba renungkanlah lagi, Na? Bahwa di sana masih ada lelaki yang benar-benar tulus mencintaimu! Camkan itu, Na?” kata-kata galih selalu terngiang dalam fikirku.Oh Tuhan , benar kata Galih aku tak bisa terus-terusan seperti ini. Aku harus bisa bangkit dari keterpurukan aku harus bisa mencintai lelaki yang lebih tulus mencintaiku. Disaat ku termenung, Ku teringat semua nasihat-nasihat baik galih. Dia begitu perhatian padaku. Betapa malangnya diriku tak mengubris lelaki yang benar-benar mencintaiku, Ya ternyata Galih adalah lelaki yang begitu tulus mencintaiku dan menerimaku apa adanya.Kau yang membuat aku mengerti arti hidupEngkau yang mengajariku tuk tegar hadapi kenyataanEngkau yang membantuku dari keterpurukanEngkau yang menghapus air mata saat aku sedih          Engkau yang mengajariku arti sebuah senyuman          Engkau jua yang mengajariku mencintai          Engkau yang mengajariku dicintai “ Galihhh………..?!” kukejar galih yang mulai menjauh dariku. Saat Galih menoleh ke arahku dari arah yang berlawanan datang motor yang begitu kencang melaju.
BRRRRAAAAKK. Kecelakaan pun tak terhindarkan. Tubuh Galih terpental bersimbah darah“ Gallliiiiiiiiiiiihhhhhhhh?” panggilku“ Aku sekarang tahu siapa yang benar-benar tulus mencintaiku, yaitu kamu, Galih! Galih aku sayang sama kamu? Aku gak mau kehilangan kamu Galih, Galih bangun maafkan aku?”  Namun semua itu percum kini Galih telah pergi menuju surga sebelum sempat menyatakan rasa cintanya padaku.Jarak yang membentangMelintasi batas waktu dan ruangHanya hembusan angin yang dapat sampaikan hangatnya cintakuSaat ku lihat bintang yang berkedip di langit gelapKu ingat sorot matamu yang memancarYang membawa keteduhan untukkuJangan kau sakiti akuJangan kau biarkan ku menangis karena rasa cintaku yang tulusKepadamu…Walau kini kau telah menjauh dari dunia…Dan tak bisa kembali,Namun rasa cintaku kan tetap tersimpan..Galih,, aku kan  mencintaimu dan tetap mencintaimu sampai mati.                      
                              15 February 2012

0 Komentar