Motor Antik

Motor antik

sepulang sekolah
“ kamu gak malu sudah kelas 3 SMA ga bisa naik motor?”, ujar cici, sahabatku yang cerewetnya minta ampun.
“ Siapa bilang aku ga bisa? Aku bisa kok Cuma naik, tapi kalau mengendarai???” bela ku mengelak
“ Hahaha alesan klasik banget sih? Kamu kan cowok masak kalah sama aku yang cewek!”
“ eh, naik motor tuh ga ada hubungannya dengan gender ya?” Kataku mengelak
“ haha, abad 21 cowok ga bisa naik motor? Apa kata dunia?”
“ emang dunia bisa berkata??”
“ enggak! Masak aku harus ngajarin kamu? Malu dong sama anak TK aja sekarang kemana-mana bawa motor, sedangkan kamu, lebih memilih jalann kaki atau naik angkot!”
“ Biarlah! Aku pengin menjadi manusia sederhana!”
“ Huh, alesan aja terus!! Aku tahu kamu kaya, motor apapun yang kamu minta bakal dikasih!!”
Sesampaiya di rumah, aku mulai berpikir juga
“ Sampai kapan aku akan ketakutan seperti ini, aku dan ayah ku berbeda!” batinku
Ku berjalan pelan menuju gudang, ku dapati vespa butut peninggalan ayahku. Sudah usang dan debu bertebangan.
“ masih lumayan bagus juga?” aku coba membersihkan vespa itu dengan penuh perasaan.
Seharian penuh aku membersihkan vespa butut itu, dan usahaku  tak gagal, kini vespa itu kelihatan lebih cakep, handsome!
“ Bener kata cici aku harus berlatih naik motor, malu juga liat anak sd yang kemana-mana bawa motor!” tekadku
sSesampainya di sekolah aku mengutarakan  niat baikku pada Cici
“ Kamu mau belajar naik motor??”
Aku mengangguk
“ Ga salah dneger nih?”
“ Ga, makanya kamu harus bantu aku supaya bisa naik motor!”
“ Ga malu sama umur!”
“ ga tuh!” jawabku pede
Berminggu-minggu aku berlatih naik motor dengan bantuan Cici yang sangat sabar membimbingku ke jalan yang benar haha
Namun petaka mengahmpiriku, kakek ku dari desa datang dan dengan semena-mena melarangku berlatih m0otor
Gini nih kronologinya, suatu sore Cici datang ke rumahku untuk latihan
“ Dheo, Dheo? Jadi ga nih latihan motornya!”
“ Bentar, Ci aku ambil vespa dulu!”
Tiba- tiba kakekku datang dan berkata dengan kasarnya
“ Kamu mau kemana? “
“ E, mau latihan motor kek?”
“ Motor-motor apa? Kamu ga boleh latihan motor!!”
“ Tapi kek?”
“ Apa gunanya kamu naik motor! Kalau kamu bisa palingan juga kamu gunakan untuk balapan liar!”
“ Aku ga nyangka kakek berprasangka seperti itu padaku!”
“ Sudah jangan membantah! He kamu wanita ! jangan ajari cucuku naik motor lagi!  Ga ada motor-motoran. Wedus gembel pergi kamu! Jangan kau rusak  cucuku! Pergiiiiii!!!” bentak Kakek pada Cici, dan cici pun pergi dengan perasaan kecewa.
Dan dengan brutalnya kakek mengambil vespa butut peninggalan ayah dan membakarnya di hadapanku
“ Barang rongsok kayak gini ! ga ada gunanya!!!”
“ Kakek jangan, itu peninggalan ayah!! “
“ Karena vespa butut ini ayahmu mati !”
“ Tapi kek? Kematian itu sudah menjadi takdir dari Tuhan, Jadi tak ada sangkut pautnya dengan vespa ini”
“ Sudah jangan membantah ! wedus gembel !!”
Aku tak menyerah, aku mengambil air seember dan menyiramkannya kekakek, eh salah ke kobaran api yang membakar vespa ayah.
“ apa-apa an kamu ini, “
“ Kakek ga bisa seenaknya bakar barang yang paling berkenang bagiku dan ayah!!”
“ Cukup!”
Tiba-tiba nafas kakek tersengal –sengal , dan ia jatuh
“ Kakek,,,?” aku segera membopongnya ke kamar!
Ku beri minum kakek dengan penuh kehati-hatian
“ Maafkan Dheo kek?’’
“ Kamu dan ayahmu sama-sama keras kepala dan tak mau mengalah!”
“ Sudahlah kek? Kakek jangan capek-capek, ntar jantung kakek kumat!”
“ Dheo, kakek melarang kamu bukan tanpa sebab! Kakek ga mau kejadian waktu  itu terulang lagi!”
“ Maksud kakek?”
“ Dulu ayahmu  juara trail nasional, namun untung tak dapat diraih, dia meninggal waktu pertandingan . Kakek sangat shock hingga kakek sakit jantung dengan kejadian itu, makanya kakek ga ingin kejadian itu terulang lagi kepada cucu kakek!” 
“ Tapi kek ? setiap manusia mempunyai takdir  yang berbeda-beda? Aku dan ayah berbeda takdirnya!” kakek terdiam sesaat, dan kemudian berkata,
“ Kakek kini tersadar, ga mungkin kan melarangmu hanya karena keegoisan kakek! Sudahlah, Cu? Raihlah bintang di langit dan jadilah apa yang kau ingin kan! Karena takdir setiap manusia berbeda..?”
Dan kini aku menjadi pembalap formula 1 yang tak dapat di remehkan. Melanjutkan cita-cita ayahku,,,,
                                        
                                                11 June 2012

0 Komentar