arti diriku

 “Ibu senang sekali mempunyai menantu sepertimu Fadma?!”
“ Kenapa, Bu?” Tanya Jibran suami Fadma
“ Karena kau sangat manis,sholehah, baik dan juga berhati lembut. Memang tak salah Jibran menjadikanmu sebagai istrinya!”
“ Iya dong! Siapa dulu? Jibran gitu loh bu? Hehe!”
Ketiganya pun tertawa bersama
“ Ibu ingin sebelum ibu mati nanti ingin melihat cucu ibu!”
“ Akh, ibu ini? Jangan ngomong seperti itu!” ujar Fadma
10 tahun kemudian
“ Kenapa ya, aku tak menunjukkan akan hamil?” ujar Fadma
“ Bersabarlah, Nak? Selagi ibu masih hidup. Ibu akan sellau bersabar menanti cucu ibu yang lucu. Jibran hanya kamulah anak ibu!  Terkadang ibu kesepian karena hanya mempunyai kamu?”
“ Ibu kini tak lagi kesepian karena Fadma kan setia menjaga dan merawat ibu?” ujar Fadma lembut
“ Tapi ibu merasa hampa! Ibu ingin mendegar suara tangis bayi di rumah ini?”
“ Ibu, bersabarlah?” ujar Jibran pasrah.
“ Ya, Nak Tentu. Cobalah kalian berdua periksa! Lagi ke dokter!”
“ Baik , BU?”
Sesampainya di Rumah sakit
“ Kenapa dok istri saya tak ada tanda-tanda bahwa dia hamil!”
“ Em, maaf pak Jibran ternyata istri bapak tidak bisa hamil ataupun melahirkan?”
“ Apa? Memang kenapa dengan istri saya!”
“ Dia menderita kanker rahim, Pak!”
“ Ya Tuhan, apa salahku hingga kau uji aku dengan penderitaan yang sangat berat?” urai Fadma di sela-sela isak tangisnya
“ Bersabarlah Fadma!” ujar Jibran menenangkan
Sesampainya di rumah,
“ Bagaimana keadaanmu, Fadma? “
“ Em, maafkan kami, Bu! Fadma belum bisa hamil saat ini!” urai Jibran. Karena mendengar berita yang sangat mengejutkan itu, Ibu Jibran jatuh pingsan
Dokter pribadipun segera di telepon
“Pak Jibran! Penyakit jantung ibu anda sudah sangat parah  sekali lagi dia shock, nyawanya tidak akan tertolong lagi!”
“ Apa?” ujar Fadma kaget
“ Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Jibran
“ Carilah istri lain yang akan memberikan kau anak!”
“ Apa kau sudah gila Fadma! Hanya kamulah satu-satunya wanita yang paling aku cintai di bumi ini! Dan tak kan ada yang lain selain kamu!”
“ Tapi pikirlah keadaan ibumu!”
“ Justru itulah yang kau fikirkan! Ibu ku sangat menyayangi kamu. Dia tak mungkin bisa terima aku akan bersanding dengan wanita lain selain kau, Fadma!”
“ Ku mohon mengertilah, Jibran. Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu! Namun aku tak boleh egois, Jibran!”
“ Kau tak pernah terganti oleh siapapun Fadma!”
Fadma menangis terisak mendengar penuturan Jibran yang sangat membuatnya tersanjung. Saat Jibran ke kantor, diam-diam Fadma pergi mencari seorang wanita yang ia rasa sangat mirip dengan dirinya
“ Hai!” Sapa Fadma pada seoarang wanita di pinggir jalan yang mirip dengannya
“ Hai..?! ada apa?!”
“ Boleh aku bicara sebentar?”
“Tentu!”
“ Oh ya siapa namamu?”
“ Winda? Kamu?”
“ Fadma, bolehkah aku meminta bantuanmu?”
“ Bantuan apa?”
“ Begini Winda, wajahmu sangat mirip dengan diriku. Maukah kau mengganti kan aku?”
“ apa Maksudmu? Aku tak mengerti?”
“ Winda, aku mohon kepadamu! Berikan keturunan untuk suamiku?”
“ Hahaha? Gak salah dengar nih? Kamu tahu apa pekerjaanku?” Fadma menggeleng
“ Aku pelacur!!!”
“ Pelacur pun manusia dan butuh dihargai, Winda?”
“ Aku tak habis pikri kenapa masih ada di dunia ini, wanita  yang mau membagi cintanya untuk wanita lain?!”
“ Ku mohon Winda! Aku tak bisa memberikan anak untuk suami ku? Aku akan bayar berapa pun ? Apapun yang kau minta  aku akan penuhi!”
“ Hahaha, kamu tahu bayaran ku tak murah! Aku ingin 1 miliar? Hah? Apa kamu sanggup?”
“ Okey!” ujar Fadma mantap
“ Haha, kenapa kau percaya denganku. Dari tampilanmu sepertinya kamu orang kaya!”
“ Memang Winda! Aku mempunyai segalanya rumah mewah harta yang berlimpah? Suami yang sangat mencintaiku namun aku tak bisa melahirkan! Mertuaku mempunyai penyakit jantung dan dia ingin sebelum meningggal untuk melihat cucunya! Ku mohon mengertilah, Winda!”
“ Baiklah, nanti sore uang itu segera transfer ke rekeningku!”
“ Ya!” ujar Fadma mantap
Sesampainya di rumah
“ Dari mana saja, Fadma?” Tanya Jibran
“ Mencarikan seseorang yang mirip denganku!”
“ Untuk apa, Fadma?”
“ Aku tahu ibumu sangat menginginkan cucu. Untuk sementara waktu, aku akan pergi agar kau bisa bersama dengan Winda! Baru setelah melahirkan aku kan kembali!”
“ Aku tak mengerti jalan pikiranmu, Fadma?”
“ Sudahlah, Jibran! Ini semua kulakukan untuk kebahagiaan ibu dan Kau! Aku tak ingin egois demi kebahagiaanku! Aku  sudah merasa bahgia mempunyai suami seperti mu!”
“Tapi Fadma…….?”
“ Besok Winda akan datang kemari. Dia sudah aku suruh menjadi seperti diriku! Kamu harus bisa bersamanya…..?berilah ibu cucu yang manis dan baik sepertimu!”
Keesokan harinya, benar saja Winda datang ke rumah Fadma.
“ Winda? Kau tepati janjimu . Mari masuk!?”
“ Jibran, kenalkan dia Winda?”
“ Jibran”
“ WInda”
“ Kenapa kalian sangat mirip. Apa kalian saudara kembar?” Tanya Jibran
“ Bukan kita belum mengenal sebelumnya.Maka dari itu, Jibran. Dengan Winda kamu akan mendapatkan anak. Untuk sementara waktu aku akan pergi! Ku mohon Jibran jagalah Ibu  untukku? Bersediakah kau?”
“ Kamu ga boleh pergi. Tetaplah disini. Walaupun dia sangat mirip denganmu. Tapi tak akan ada yang bisa menggantikanmu, Fadma!”
“ Maafkan Jibran, aku pergi untuk kebaikan kita semua! Mengertilah, ku mohon?” walaupun dengan berat hati, akhirnya Jibran mengizinkan istrinya pergi.
Setelah 9 bulan,
Diam-diam Fadma menemui Winda saat Jibran tak berada di rumah.
“ Fadma, syukurlah kau datang! Kau tahu aku sudah mengandung 9 bulan sebentar lagi aku akan melahirkan!”
“ Syukurlah! Pasti ibu dan Jibran bahagia mendengarnya!”
“ Iya, ibu Jibran sangat bahagia? “
“ Hemm, setelah melahirkan nanti aku akan kembali.. aku sanagt rindu dengan Jibran dan Ibu..?”
“Tapi Fadma, aku ingin mengembalikan uang mu 1 miliar ini?”
“ memang Kenapa, Winda! Apa kau tak bisa menjadi diriku”
“Tidak ! lebih dari itu, Rasanya aku kan merasa menjadi ibu paling hina sedunia yang rela mengadaikan anaknya demi uang 1 miliar. Aku sadar selama ini aku telah menjadi wanita yang menjijikan, banyak lelaki yang datang dan membeli harga diriku. Namun tak ada satupun yang menginginkanku untuk menjadi istrinya! aku iri kepadamu, mempunyai lelaki yang begitu mencintaimu melebihi cinta pada dirinya sendiri!”
“ Winda, kamu jangan egois! Ku mohon tolonglah aku! Selama ini ibu sudah mengetahui bahwa aku hamil, dan kamu tahu kan ibu menderita penyakit jantung. Dia akan mati jika  mengetahui ternyata selama ini hanya kebohongan saja! Aku mohon, Winda!”
“ Tapi aku tak bisa menjadi istri simpanan seperti ini. Serendah-rendahnya derajatku! Aku masih punya harga diri, Fadma! Bersama suamimu aku merasa bahagia?”
“ Apa yang kau ingin kan, Winda agar kau mau memberikan bayi itu pada Jibran? Apapun yang kau inginkan, aku bersumpah akan mewujudkannya!”
“ Be,.. bena. Benarkah? Apapun itu?”
“ Iya!”
“ Aku menginginkan Suamimu!”
“ Su..ami??” ujar Fadma terbata
“ Iya!”
PLAAAKKKK
Fadma menampar pipi Winda. Ia tak kuasa menahan tangisnya
“ Kau tahu Winda , aku sangat mencintai Jibran?!dan kau juga tahu dia sangat menyayangiku! Tegakah kau memisahkan cinta kita?”
“ Sekarang kamu pilih fadma! Kebahagiaanmu atau kebahagiaan Jibran dan Ibunya!!”
“ Tapi haruskah Jibran?”
“ Kau tak boleh egois, Fadma!!”
“ Baiklah demi kebahagiaan semuanya aku rela meninggalkan Jibran… Tapi aku mohon titip ini pada dia
Jibran, aku tahu sampai kapanpun kau akan mencintaiku dan menyayangiku begitu juga diriku terhadapmu! Namun Jibran aku harus merelakan kau hidup bahagia dengan WInda, ibu dan anak mu. Maafkan aku harus pergi ! aku tak bisa sepenuhnya rela melihat orang yang teramat aku cinta bersanding dengan wanita lain……….. Jibran maafkan aku!
                                         9 Januari 2012

Ost. Tega Rossa


0 Komentar