
©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©
Aku mulai bosan meniti hidup yang terasa begitu hampa. Desah
nafas yang terasa begitu berat. Bayang-bayang masa lalu yang terus terngiang.
Langkah kaki terasa kelu untuk berpijak. “Ah sejak kapan aku bias menulis
seperti itu?” batinku. Tiba-tiba HP ku bergetar. Private number memanggilku .
Namun aku mangacuhkannya. Karena bunyi itu mulai merasuk ke gendang telingaku.
Dengan hati yang sebal ku angkat juga.
“Hallo.. “
Suara cowok di seberang sana menyapaku
“ Ya, Loe siapa?”
“Loe Carel
kan?”
“Iya loe siapa?” kataku yang sedang diliputi
tanda tanya besar.
“Gue Ariel.”
“Hah.. Ariel?” Sejenak aku terdiam,bungkam,membisu,membayangkan
kembali bayang-bayang Aril yang pernah ada tempat di relung hatiku.
“Hallo.
Carel?” Aku terhenyak dari lamunanku . Tiba-tiba HP Ku mati Tut.. Tut..
”Sialan kok
putus sich” Umpatku. Lalu HP itu ku banting ke kasur.
Aku kembali teringat kisah indah masa laluku saat pertama
aku jumpa dengan Aril. Waktu itu Aku dan Aril sama-sama menimba ilmu di Negara,
Malaisya Kami berjumpa saat pertama kali masuk kuliah, OSPEC. Waktu itu aku di
hukum kakak seniorku coz aku lupa tak membawa makalah yang hari itu juga harus
dikumpulkan. Aku harus meminta tanda tangan seluruh kakak senior. Tinggal satu
kakak senior yang belum aku mintai tanda tangan yaitu ARIEL SANG PUTRA PERMANA.
Cowok judes,sok cakep,dan belagu banget!Amit-amit.
“Kak minta
tanda tangan dong?” Makhluk Tuhan yang nyebelin itu mengacuhkanku.
“ Denger gak
sih?” Mungkin karena teriakanku memekakan telinga, akhirnya ia menatap ku
dengan geram.
“Ngapain sih
loe?berisik banget!!”Aku tertegun cowok bermata indah itu sedemikian kasar
padaku. Sombong sekali cowok ini?
‘’Minta tanda
tangan dong?” kataku seraya menatap lekat redupnya wajah putihnya itu. Cowok
Handsome itu mengambil kertas yang aku sodorkan lalu merobeknya menjadi
berkeping-keping. Aku tatap lagi matanya yang bersinar tajam. Lalu dia
melemparkan robekan kertas itu ke wajahku yang memerah. Andai aku boleh ingin
rasanya aku tampar pipi putihnya ittu. Untunglah Aku masih bisa memendam
amarah. Aku terdiam.
Aku kembali tersadar dari bayang-bayang masa laluku. Itulah
kesanku pada cowok itu. Tepat setelah 5 tahun menimba ilmu di Negara orang itu,
aku kembali ke tanah air untuk mengabdikan diriku yang telah bergelar lulusan
terbaik sarjana Kuala lumpur University. Hp ku bergetar lagi, sebuah sms dari
orang yang selalu ku rindu,Nathan.
Ciang Gpa nich?
Hah.. indahnya mendapat
sms darinya bagaikan tetesan embun di hamparan gurun sahara yang gersang. Aku
salting lalu ku tulis beberapa kata di HP ku.
Ni lagi BBC.
BBC apaan tuh?. AKu
tersenyum geli
Ya BoBok Ciang lha. Hehe. Gurauku
Ah.. Dasar loe?
Biarin??? Klik HP ku mati ternyata HP ku ngedrop
Pagi-pagi
sekali sebelum sang surya menampakan sinarnya, aku berjoging ria bersama Zeta best
friend ku.
“Carel..” aku
menoleh ke arah suara yang memanggilku. Aku terpaku merinding lidah terasa
begitu kelu. Ternyata cowok yang memenggilku adalah Nathan Mantan pacarku waktu
SMA.
“Mau jogging
ya?’ tanyanya diimbuhi senyum yang begitu manis. Aku mengangguk. Sementara itu
ku lirik Zeta yang begitu tersihir oleh pesona cowok cakep yang pernah menjadi
mantanku itu. Mungkin ia terkena love
fristing gitu deh.. hehe Tiba-tiba desiran halus menyentuh hatiku. Dag.. Dig ..
Dug.. munginkah aku terkena CLBK?
Setelah Nathan
pulang, aku dan Zeta mampir ke warung mak Tik untuk sarapan.
“ Say loe tau gak?” kata Zeta mengawali
pembicaraan. Dia tidak melanjutkan ucapannya. Aku menoleh sekilas lalu kembali
melahap butiran bakso yang terasa begitu nikmat. Tanpa kau pinta Zeta kembali
melanjutkan pidatonya
“ Carel, loe bias gak bantuin gue untuk
dapetinNathan?” Seperti ada petir yang menyambar di siang bolong, ucapan Zeta itu
begitu mengejutkan. Aku melotot dan wajahku memucat. Zeta andai loe tau
sebenarnya Nathan itu mantan gue? Dan jujur gue masih mencintai Nathan . Tegakah kau?
“ Huakk..?”
bakso yang besar itu masuk begitu saja ke tenggorokanku. Sesampainya Di rumah aku sempatkan
membuka Facebookku. Aku lihat ternyata Ariel menComent ku
“Carel..
Valentine Day nanti aku ke Jogya. Jemput aku ya?” Tak berapa lama di wall ku
dia mengirim setangakai bunga mawar putih kesukaanku. Aku tertegun, dari mana
ia tahu? Lalu aku sign out. HP ku bergetar. Di layar tertera nama dan nomor Zeta
“ Halo ada apa
Say?”
“Rel, 3 hari
lagi kan Valentine Day,tapi gue lagi gak ada cowok nih?BT dong gak bias
ngrayain Valentine kok gak ada cowok. Loe bisa Bantu gak”
“ Bantuin
apa?”
“Ya loe
comblangin gue ma nathan gitu?”
“ Hah,Nathan? Gimana klo ma si Sarmin aja?”
“Sarmin? Siapa
tuh?”
“ Tukang Somay,, hehe”
“ Gila loe?”
13 Februari
Aku liat agenda
di diary ku hari ini Ariel akan datang ke Jogja. Lalu akh..gak terasa besok
sudah Valentine Day pasti besok temen-temen alumni SMA ku mengadakan pesta
untuk menyambut hari kasih sayang itu. Berbeda dari tahun sebelumnya, di tahun
yang bershio macan ini mungkin kau akan merayakan valentine tanpa pacar. Yah..
setelah putus dari Nathan 2 bulan yang lalu, Aku menjadi jomblowati.
Jemput gw di Bandara.
Sms dari Ariel. Aku mendesah
“ Ngrepotin
aja?” Sampai di bandara Adi Sucipto aku bergegas mencari sosok cowok handsome
bernama Ariel itu. Namun, sampai 3 jam aku menunggu, batang hidungnya belum
juga kelihatan. Aku begitu terkejut ketika salah satu petugas memberi tahuku
bahwa pesawat yang ditumpangi Ariel kecelakaan. Aku bengong. “Ariel..” ucapku
lirih.
Hari ini adalah hari yang paling dinantikan orang yang
sedang dimabuk asmara. Hari dimana kasih sayang selalu tercurah dengan memberi
setangkai bunga, coklat atau boneka bear yang lucu. Namun berbeda sekali
denganku, valentine ini aku harus menunggu Aril yang belum siuman akibat
kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya itu.
“Aril, loe
sadar dong?” ujarku sembari mengenggam tangannya. Perlahan-lahan mata indahnya
membuka lalu ia memandang lekat ruangan 3x4 yang bercat putih dan berbau
obat-obatan. Seorang perawat yang cantik memandang dan memberinya sedikit
senyumnya. Tiba-tiba HP ku bergetar
“ Loe dimana?pesta
valentine akan di mulai lho? Jangan sampai gk datang!nyesel seumur hidup
loe?”ancam Zeta
“kayaknya gue
gk dteng?”Klik ku putus percakapanku.
Di pesta Valentine itu, terlihat Zeta sedang duduk sendiri,
mungkin ia marah kepadaku karna ku tak datang, namun bagaimana lagi aku harus
menunggui Aril yang terbaring lemah. Tiba-tiba Zeta berpijak menuju tempatnya
duduk. Mungkin ia mengira Nathan akan mengajaknya berdansa sampai pagi,, hehe. Nathan
tersenyum tentu saja membuat Zeta semakin salting
. “Zeta , loe
liat Carel gak?” dahi Zeta berkerut mengapa harus aku yang di tanyakan Nathan?
“Ngapain loe
Tanya Carel?” jawabnya ketus.
Sehari kemudian Keadaan Aril mulai membaik
walau juga belum pulih benar.
“ Sorry
ya,Rel? gara-gara gue loe gak bias ngrayain valentine day?”
“ Gpp koq?”
“Carel,
sebagai permohonan maaf ,gue mau kasih something buat loe?” lalu Aril
menyodorkan rangkaian mawar putih yang indah dan wangi.
“ Thanks ya
,Ril?” Tiba-tiba HP ku bergetar, nomor Nathan tertera di layar .
“Carel, loe
gak datang ya di pesta valentine kemaren? Padahal aku cariin loe lho?” Nathan ngapain
cari gue? Kurang kerjaan!
“ Ha.. Ngapain
loe cari gue? Bukannya loe sekarang udah jadi milik Rebecca?”
“Rebecca? Gue
dah putus kalik? Basi loe!”
“Koq putus?”
“ Gak penting. Yang penting sekarang loe temui
gue di taman! 5 menit gue tunggu loe? Penting!” tut,, tut belum sempat aku
menjawab Nathan sudah mematikan HP nya. Dasar bocah gemblung! Tapi sore
ini kan hujan dereees banget, Mana mungkin aku keluar? Kalau aku kesambar petir
gimana? Namun karena sadar Nathan telah menungguku, Dengan berat hati ku
berangkat ke taman.Setelah sampai di taman, ternyata Nathan telah duduk manis
di kursi panjang denagn baju yang telah basah kuyup.
“ Dah lama
loe?”
“ Sejak jaman
nabi adam !”
“Bisa aja loe?
Maaf dech? Nunggu sampe ujan-ujan gitu?”
“Okelah kalo
begitu”
“Ngapain loe
nyuruh gue kesini?”
“ Ada
something yang pengen gue bicarain ma loe?” Nathan menatap lekat bola mataku.Ia
menarik nafas panjang lalu
“ Carel, apa
loe gak tau after gue putus dari loe, hidup gue hampa, Rel? Walopun dulu hubungan
kita hanya backstreet, , namun sumpah, Rel? gak akan ada yang bias gantiin
posisi loe di relung hatiku. Only you in my heart. Percayalah,Rel Setelah putus
dari loe? Gue gila Rel. Hanya kamu yang bisa menerima kekurangan ku?” ungkap Nathan
panjang lebar sembari mengenggem tanganku. Aku menatapnya namun, segera melepas
tanganku.
“ Apa loe piker gue cewek murahan? Gue gak mau
hanya jadi pelarian cinta loe dari Rebecka! Gue gak mau,Tan?”
“Carel,
dengerin gue!waktu itu mungkin gue lagi marah banget ma loe jadi gue piker loe
akn cemburu klo aku pacaran dengan cewek laen. Aku juga berharap loe bilang
CINTA. Gue ingin memelukmu dalam hangatnya cintaku. Apa namaku sudah tak ada di
relung hatimu lagi,Rel?”
” Hatiku luluh
juga mnedengar mantan yang paling terkenang itu. Aku bahagia karna ternyata Natan
masih mencintai dan merindukanku.
“Aku juga
saying loe?”
“Jadi ini yang dinamakan sahabat?” Belum sempat ku melepaskan
hangatnya pelukanNathan, aku dengar suara yang begitu akrab dengan telingaku.
Aku terdiam mematung. Ternyata sedari tadi Zeta mendengarkan semua pembicaraan
ku denganNathan.
“ Maafkan aku, ta? Tapi
sungguh aku masih mencintai natan !”
“ Gue gak nyangka, Rel
ternyata loe busuk!” Aku menunduk,terdiam. Tak bias ku bayangkan bagaimana
kelanjutan hubungan persahabatanku dengan Zeta selama 15 tahun itu. Zeta begitu
murka,matanya menyala. Aku menhela nafas panjang
“ Tuhan bagaimana ini?
Bantu aku?” keluhku.
Berhari-hari ini aku kesulitan menghubungi sobatku yang
cerewet itu. Aku telepon nggak di angkat, d isms gak di bales. Saat tengah
melamun, sebuah panggilan mampir ke HP ku.
“Halo apakah benar ini
nona Violicarel Permata Putri ?”
“Iya,,,”
“ Ini dari Rumah Sakit Citra Medika. Keadaan
saudara Aril tiba-tiba memeburuk, Mbak?detak jantungnya lemah sekali. Saya
kuatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Untuk keterangan lebih lanjut
silakan mbak datang kesini?” lemaslah seluruh persendiaanku.
“ Ariel?loe
kenapa?bangun,Ril?”Ku genggam tangan Aril yang begitu dingin.
“Ariel,, Ariel,,?”
panggilku berulang-ulang. Keajaiban datang,matanya perlahan terbuka.Bibirnya
bergetar menyebut namaku.
“Ca.. rel .. gue.. sa..
yaa.. ngma.. loe?” DEG jantunku nyaris melompat. Bagaimana mungkin Aril
mencintaiku?
“Se.. lammatt.. tinggal..?
Aku kan setia.. menunggumu di.. su.. r.. ga.. “
”Ariel,,,!??! “ jeritku
serak. ARIEL. Sahabatku kini telah memejamkan matanya. Ia bukan hanya tidur,
namun ia telah pergi dari kehidupan yang begitu indah. Meninggalkan orang-orang
yang begitu menyayanginya. Aril telah terpejam selama-lamanya.
Ku pegang batu nisan itu, baris pertama ARIEL AURORA PUTRA baris
kedua wafat 14 Februari 2011. Ariel.. sahabat yang begitu terkenang tega
meninggalkanku keharibaan Tuhan justru di hari dimana setiap orang sedang
merasakan kasih saying yang hangat. Meninggalkanku.. pergi menjauh .. bersama
bintang. Aku tak pedulikan hujan yang terus menguyur. Biarlah air hujan ini
membasuh semua kepedihan yang kurasakan. Tanpa ku sadari, dari belakang Nathan memayungiku.
Aku menoleh
“Jangan hujan-hujan,entar
masuk angina lho?” Aku menatap lekat gundukan tanah yang basah itu.
“ Carel, loe tau? Di dunia ini nggak ada yang
abadi. Loe harus inget itu,Carel? Jadi buat apa loe sesali apa yang sudah
menjadi ketetapan Tuhan” Aku tersenyum membenarkan perkataan Nathan itu.
14 Februari 2012
Tepat se tahun setelah ke
pergian Ariel ke surga, Aku dan Nathan melangsungakan pernikahan. Kebahagiaan
lain yang begitu indah yaitu saat Zeta memaafkanku dan ia datang di acara
suciku itu.
VIOLICAREL PERMATA PUTRI
&
VALENTINO NATHAN FRISTYN
ARDAFAZA
Telah resmi menjadi
pasangan suami istri yang begitu bahagia. Bahkan setahun setelah menikah mereka
dikarunia bayi mungil yang diberi nama Maurora Vallen
berlinda.
“nAthan tahu gak?saat valentine day merupakan
hari-hari yang begitu mengesankan buat kita. Tepat tanggal 14 Februari kamu
lahir,tanggal itu juga Ariel pergi untuk selama-lamanya,kita menikah,dan Valen
lahir!?”
Oh indahnya valentine day?!!
14 Februari 2009
0 Komentar