Lupakan aku
Rasa
cintaku masih tertinggal dihatimu
Rasa
rinduku tak lekang terhalang jarak yang membentang
Rasa
sayangku masih tersimpan rapat dalam kalbu
Rasa
bahagiaku tercurah saat bersamamu
Namun kini rasa cinta itu lenyap
Rasa rindu itu kini musnah
Rasa saying itu kini hilang tak
terbekas
Dan rasa bahagiapun memudar terganti
oleh kabuhT kesedihan
Kau
buatku merasakan cinta
Namun
kau juga yang mengajariku arti sebuah kebencian
Kau
buatku bahagia menjalani hidup
Namun
kau pun memberi luka tergores yang dalam untukku
Jangan kau paksa aku tuk tetap
mencintaimu
Jangan kau paksa aku tuk tetap
tersenyum untukmu
Jangan kau ingat lagi semua kenangan
indah tentangku
Aku ingin rasa cintaku berlalu dan
menghilang untukmu
Biarlah
aku pergi dari hidupmu
Terbang
jauh.. menghapus duka dan tangis ini
Lupakan
aku…
Lupakan
semua tentangku…
“ Berapa
kali lagi kamu harus masuk ruang BP. Kapan sih kamu nyadar, Ren? Kamu
ini pandai tetapi kenapa kamu selaaallu bikin masalah, masalah. Kamu sering
bolos! Jarang masuk sekolah! Setiap hari terlambat. Apa kamu sudah bosan
sekolah, Hah?” bentak Bu Dewi guru BP yang sangat galak. Rendra sudah kebal
dengan kata-kata yang terucap dari bibir mungil hingga berbusa milik Bu Dewi.
Beribu-ribu kali ia di ceramahi oleh bu Dewi. Namun Ia Nampak cuek.
“ Sekali lagi kamu bolos, ibu terpaksa akan menskors kamu! Ngerti
kamu?” Rendra tersenyum kecut sambil berlalu meninggalkan ruang BP.
Di kelas Rendra segera duduk di kursi
kesayangannya. Pojok belakang.
“ Gak bosen kamu di omelin bu Dewi?” Ivo teman dekatnya memberi
komentar seraya duduk di dekat Rendra
“ hah aku dah kebal ma omongannya. Dia gak tahu kalau tadi pas
dimarahin aku pasang hadset di telingaku jadi aku gak denger apa yang dia
omongin” Rendra tersenyum kecut
“ Hahaha pintar juga kamu, Ren?”
“ Aku gitu loh Rendra perkasa putra. Hahaha” Rendra melirik pada
Syifa gadis manis pendiam yang misterius yang tengah menulis itu. Ivo
mengetahui makna di balik lirikan Rendra pada Syifa
“ Woyy.. Kamu liat Syifa sampe segitunya. Kamu sukakah pada
dirinya?”
“ entahlah! Mungkin saja? e… Kenapa ya, Vo? Syifa tuh beda dari
cewek-cewek yang lain. Dia tidak mau menatap lelaki . Dia tuh manis, baik,
sholehah huh! Mungkin di bumi ini Tuhan menciptakan hanya 1 wanita seperti
Syifa!”
“ Mimpi di siang bolong deh kamu! Mana mau Syifa ma cowok
berandalan seperti kamu!” Rendra mengangguk
“ Benar juga katamu! Kalau aku berubah jadi lelaki baik, apa
mungkin ya dia suka sama aku?”
“ Emm.. Mungkin saja! Kamu kan Cakep, Kaya, pinter cewek bodoh
mana coba yang bisa menolakmu?” Ivo melanjutkan
“ Tapi cewek-cewek itu hanya mengejar popularitas, harta dan
kegantengan ku, Vo? Tak ada satupun yang bisa mencintaiku apa adanya. Cinta
tulus yang tak bersyarat!”
“ Oooo…” Jawab Ivo sambil manggut-manggut memegang janggutnya
“ Namun aku yakin hanya Syifa yang benar-benar tulus mencintaiku.
Aku akan buktikan padanya bahwa aku bisa berubah untuk dia. Nantikan saja!”
Saat Rendra menoleh kea rah Ivo ternyata Ivo sudah terlelap!
“ Huh dasar Kebo! Di certain malah tidur” bentak Rendra
Keesokan harinya. Tidak seperti biasanya Rendra
tidak terlambat masuk sekolah. Dan gemparlah kelas XII IPS 5.
“ Woy Rendra gak Telat!” Teriak sang ketua kelas
“ Kesambet apa lo, Ren?”
“ Bosen ya tiap hari masuk BP”
“ Jangan-jangan kamu masih ngigau, Ren?” terdengar satu persatu
manusia-manusia aneh kelas XII IPS 5 berkicau ria tentang Rendra yang tidak
telat lagi. Semua murid Nampak berkomentar kecuali, Syifa. Dia seperti tak
begitu suka terlibat dalam pembicaraan yang tidak penting seperti itu. Rendra tampak cuek dengan komentar
teman-temannya. Tiba-tiba di tengah hiruk pikuk kelas itu. Ivo datang
“ Wuitss, gak salah nih? Kamu gak telat, Ren? Mimpi apa kamu
semalam?”
“ Wuits sorry, Bro? aku kan dah janji ma kamu kan berubah jadi
manusia yang baik budinya haha!”
“ Hahaha, mana mungkin, hah?”
“ Liat aja ntar!”
“ Dasar kamu, Ren! Berubah hanya untuk Syifa. Haha”
“ Yups..only Syifa in my heart”
Di tengah pelajara biologi. Secara iseng Rendra menulis surat
untuk Syifa. Surat itu di bentuk seperti pesawat
Detik demi detik yang terlewati
Jarum jam yang tak pernah berhenti
berputar
Hari demi hari yang kulewati
Semakin lama rasa cintaku padamu
semakin membuncah
Aku
tak tahu kenapaa aku begitu mencintaimu
Sekian
lama ku mencoba menghapus bayangmu dari fikirku
Dan
selama itu pula aku gagal
Aku ingin mencoba mencintai orang lain
Namun semakin terasa kuat rasa cintaku
ini
Guguran daun mengering
Tak mampu menghapus rasa cintaku padamu
Aku
berharap cintaku dalam diam ini
Dapat
memberi kekuatan untuk selalu
Mencintaimu..
Menyayangimu
..
From :
Rendra
Namun
sial tak dapat di tentang surat yang sebenarnya untuk Syifa malah nyasar menuju
meja teman sebangku Syifa.
“ Eh,
lihat deh Syifa aku dapat surat dari Rendra!” Syifa hanya tersenyum
“
Berarti sudah lama Rendra mencintaiku ya, Syifa duh bahagianya jika aku bisa
menjadi pacar Rendra. MUngkin aku kan jadi wanita ter bahagia di dunia ini!”
“
Mungkin saja!” jawab Syifa lembut
“ Aduh
sial! Kenapa surat itu bisa nyasar ke Sinta coba? Bodoh !” Ucap Rendra sambil
menepuk jidatnya Sementara Ivo hanya cengar cengir melihat temannya kesusahan.
“
Hahaha… Jadi kamu suka Sinta atau Syifa, Ren? Haha!”
“
Sialan kamu, Ren?”
“ Eh
tuh, kamu di panggil Sinta!” Rendra menoleh, terlihat denga jelas rona bahagia
pada wajah Sinta. Sinta melambaikan tangan dan memberi cium jauh pada Rendra!
“
Hahahahaha… makan tuh kingkong cerewet” tawa Ivo semakin menjadi-jadi sambil
memegangi perutnya.
“
HUEKKKz sial banget sih!”
Tidak
seperti biasanya.Saat istirahat kedua Rendra berjalan menuju masjid
“
Rendra mau kemana kamu? Gak ngrokok dulu?”
“ Gak
akh, malez aku! Aku mau sholat. Kamu mau ikut?” Ivo bengong sekaligus
tercengang mendengar jawaban Rendra yang tak lazim itu.
Sepanjang
perjalanan menuju masjid semua orang tampak memperhatikan Rendra. Siapa yang
menyangka coba, Rendra cowok terganteng se sekolah sekaligus cowok teramat
sering membikin onar dalam sekolah mau sholat. Huh tak bisa di bayangkan Semua
manusia di SMa 1 itu menangis terharu. Bahkan Bu Dewi melongo melihat Rendra
sambil ngiler, haha. Namun REndra selalu saja cuek dengan keadaan di
sekitarnya.
Melihat
Syifa berjalan sendirian menuju masjid, Rendra mengejar Syifa
“
Syifa, kamu sendirian aja, Mau ke masjid ya?”
“ Eh,
Rendra, iya. Kebetulan Sinta lagi berhalangan. kamu mau kemana?”
“ aku
juga ingin ke masjid O kebetulan,, boleh aku menemanimu!” Jidat Syifa mengerut
tidak paham kenapa Rendra mau ke masjid.
“ Maaf
REndra ga sepantasnya kita jalan berdua, kita bukan muhrim” ucap Syifa lembut.
Rendra mengangguk
“ Oh,
baiklah. Aku duluan ya Syifa?”
Mungkin
karena seumur hidupnya baru sholat pertama kali Rendra salah melakukan gerakan
sholat. Seharusnya pada rakaat kedua terdapat tasyahud awal, namun saat semua
jamaah melakukan tasyahud awal Rendra dengan PD nya berdiri. Kontak saja
kelakuan Rendra membuat jamaah lain tidak khusyuk sholatnya. Menahan Tawa.
Sesampainya
di kelas
“ Huh,
Sial, Vo!”
“
Kenapa, pak Ustad? Hehe?”
“ Aku
kan gak hafal gerakan sholat. Salah deh solatku, mana di ketawain satu masjid,
Malu benar aku!” sungut Rendra
“
Hahaha belagak betul kau ni, Ren? Ga pernah sholat, sok ikut-ikutan sholat!
Haha. Emang sebelumnya kamu pernah sholat?”
“
Belum. Kan setiap idul fitri aku pura-pura sakit biar ga sholat!”
“
Hahaha kamu ini, Ren! Kesambet malaikat apa sih kamu? Jadi aneh gini?”
“
Kesambet malaikat cinta. Ini namanya perjuangan, Sob? Aku berubah untuk Syifa
siapa lagi?”
“ Iya
deh”
Mulai
lah hari-hari berikutnya. Rendra berubah 180O dari Rendra sebelumnya
Tak ada lagi Rendra yang terlambat sekolah apalagi membolos. Rendra berusaha
berubah menjadi baik karena kekuatan cintanya pada Syifa yang teramat dalam.
Bahkan demi Syifa ia belajar mati-matian tentang ilmu agama dan mengaji.
Kini
kelas XII IPS 5 bagai ombak yang tenang. Tak ada lagi keonaran yang di bikin
oleh Rendra. Kelas itu pun berubah menjadi lebih tenang, damai dan bahagia.
“ Kamu
berubah banget, Ren? Aku sampai gak bisa ngenalin Rendra yang dulu lagi!”
komentar Ivo
“ iya
dong! Aku gak mau ngecewain Syifa! Aku dah mentok banget deh ma dia.! Aku harap
dia juga mencintaiku!”
“ Nah
gitu dong menyalurkan energy cinta untuk berubah menjadi lebih baik. Aku salut
deh ma kamu, Ren?”
“
Hahaha Rendra gitu loh!”
“ Kan
bentar lagi kita mau meninggalkan sekolah kita tercinta yang mempunyai sejuta
kenangan indah ini. Kau tak inginkah mengutarakan perasaanmu pada Syifa. Kan
kamu dah maksimal banget berubah untuk Syifa. Kamu gak nyesel kehilangan Syifa
sebelum sempat kamu memilikinya?”
Rendra terdiam merenung
“ Benar
juga katamu, Vo? Buat apa aku berubah kalau Syifa gak tahu semua ini!’’
Saat
amplop kelulusan dibagikan satu persatu kepada Siswa kelas XII SMA 1 terdengar
jerit haru bahagia begitu pula dengan
kelas terberisik sepanjang abad XII IPS 5. Walaupun anak-anaknya badung-badung
banget namun perjuangan mereka tak sia-sia mereka lulus 100 %. Karena tak ingin
membuang waktu lagi, Rendra bermaksud mengutarakan rasa cintanya pada Syifa.
“ Sinta,
Kamu lihat dimana Syifa?”
‘’Tumben
kamu nyari Syifa, Ren?” jawab Sinta sok manis
“ Aku
ada perlu ma dia. Kamu tahu gak dimana Syifa?”
“ Tuh
disana.” Sinta menunjuk Syifa yang duduk sendiri di atas batu pinggir kolam
ikan.
“
Syifa..!” Syifa menoleh. Di dapatinya Rendra yang memanggilnya. Syifa tersenyum
“
Sendirian aja?” Syifa mengangguk. Rendra
duduk dekat Syifa. Namun Syifa agak menghindar. Takut setan merasuki pikiran
mereka berdua.
“
Makasih ya, Fa?”
“
makasih Untuk apa, Ren?
“
Karena kamu dah mendoakan aku mendapat nilai bagus!”
“ Bukan
aku, tapi kamu sendiri yang berjuang untuk mendapatkan nilai bagus, Ren?”
“ Iya,
sih? Syifa kamu mau melanjutkan sekolah dimana?”
“
Entahlah, Ren. Mungkin aku hanya bisa menuntut ilmu sampai disini! Orang tuaku
tak punya biaya untuk membayar kuliahku nanti.” Terlihat Syifa menitikan air
matanya. Rendra tak kuasa melihat gadis itu menangis
“
Sabarlah Syifa, mungkin suatu saat nanti kamu kan bisa melanjutkan sekolah
lagi!”
“ Amin.
Makasih, Ren?” Keduanya terdiam lama larut dalam lamunan masing-masing.
“
Syifa…” Tiba-tiba Rendra memulai pembicaraan. Syifa menoleh ke arah Rendra
“
Syifa, kamu tahu kan aku sekarang berubah! Bukan REndra yang dulu. Aku berusaha
menjadi lelaki yang lebih baik. Aku belajar agama aku belajar sholat, Ngaji
berbuat baik.. hemm…” Rendra menghembuskan nafas panjang. Sementara Syifa terus
menyimak pembicaraan Rendra.
“
Syifa, kamu tahu aku berubah untuk siapa?” Syifa menggeleng
“ Aku
berubah untuk wanita yang sungguh aku cintai. Walau dia tidak pernah tahu isi
hatiku. Karena dia begitu suci, tak pernah tersentuh oleh lelaki manapun. Dia
bagai malaikat yang datang membawa cahaya bagiku. .” Rendra melanjutkan
“
Syifa, kamu tahu arti sebuah senyum?”
“ Aku
tidak tahu?” kata syifa kalem
“ Kata
orang jika kita mempunyai senyum yang sama dengan seseorang berarti kita
berjodoh dengn orang itu. Kurasa senyummmu dan senyummu mirip, kurasa mungkin
kita berjodoh!”
“ Maaf.
Aku tak mengerti maksudmu, Ren?’’
“ Syifa,
aku tak ingin membohongi perasaanku. Sebenarnya aku berubah untuk kamu, Fa? Aku
sungguh mencintaimu. Dan aku berharap kamu juga memiliki perasaan yang sama
kepadaku. Selama ini kau berusaha menyalurkan energy cinta untuk berubah. Demi
kamu Syifa?”
DEG
Syifa tercengang dengan apa yang barusan
di ucapkan Rendra
“
Be,benar.. kah? Apa kau tak menyesal mencintaiku, Ren?”
“ Tak
pernah terbesit sedikitpun! Aku akan menyesal jika aku tak sempat mengutarakan
rasa cintaku padamu!”
“
Tapi,, Ren?” keduanya terdiam lama
“…..
huhhhhh” Syifa menghembuskan nafas yang terasa amat berat
“ Ma..
maaffkan aku, Ren? Aku tak bisa mencintaimu!”
DEG
kali ini jantung Rendra yang berdegup cepat. Baru kali ini dia merasakan
bagaimana sakitnya di tolak cintanya karena selama ini siapapun tak ada yang
menolak Rendra. Bahkan terkadang cewek –cewek itu yang menembak Rendra
“ Ke..
kena..pa?” Rendra tergagap. Baru kali ini hatinya di buat hancur oleh wanita
yaitu, Syifa
“Maafkan
aku, Rendra kamu tak pantas untukku! Di luar sana masih banyak wanita yang
antri mendapatkan cintamu!”
“ Tapi
aku tak ingin mereka, aku ingin kamu Syifa. Hanya kamu!”
“
Maafkan aku Rendra. Aku tak bisa mencintaimu! Kare..na aku …”
“ Kamu?
Kenapa??”
“ Aku
sudah bertunangan dengan lelaki pilihan
orang tuaku!”
“……………………………..”
tak ada kata yang mampu mewakili perasaan Rendra saat itu. Hatinya remuk hancur
berkeping-keping. Rendra menangis dan
berlalu menjauh dari Syifa.
“ Oh..
buat apa aku berubah! Untuk apa?????” gumam Rendra.
PRAAAAKKKKK
Rendra memecah kaca toilet. Ivo segera datang menghampiri Rendra. Ivo terlihat
begitu mengkhawatirkan tangan Rendra yang
berlumuran darah.
“
Rendra kamu kenapa, Sob? Jangan-jangan kamu di tolak sama Syifa! Tenang bos
masih banyak wanita lain yang mengantre jadi pacarmu. Kamu tinggal tunjuk aja!”
“ Gak semudah itu, Vo! Kamu tahu kan aku
berubah hanya tuk Syifa, Hanya tuk Syifa! Hanya Syifa tak ada tempat tuk wanita
lain di hatiku. Dan ternyata dia…………..
Terlintas bayangmu dibenakku
Tersenyum walau kau persembahkan bukan
untukku
Tak tahu sampai kapan
Rasa kagum ini kan berujung
Tatapan
matamu bersinar dalam kegelapan
Binar
di wajah manismu menyiratkan kedamaian
Bagiku
kau makhluk yang terindah
Yang
pernah diciptakan Tuhan
Biarlah.. Biarkan
Kupendam rasaku ini dalam diam.
Kini aku hanya bisa menunggu dan terus
menanti
Sampai suatu nanti kau kan genggam erat
rasa cintaku ini
16
February 2012
0 Komentar