terbagi kah?



Haruskah terbagi?

Hari ini aku bertemu dengan seorang lelaki yang sangat emmmmmm…. Tipe aku banget deh. Orangnya tuh sholeh, dewasa, humoris dan emm… sangat misterius.

Ceritanya tuh waktu aku pulang dari ngerjain tugas di rumah temen naik motor, eh tiba-tiba aja rantai motor aku lepas. OMG, aku bingung harus gimana, Ya Allah aku mohon padaMu agar kau mengirimkan bantuan untuk diriku yang tak berdaya ini ujarku penuh harap,

WUUIIIZZ doaku terkabul tiba-tiba aja ada lelaki yang naik motor berhenti didepanku.

“ motornya kenapa?” sekilas aku menatap lelaki tadi, kok tiba-tiba ada yang aneh ya dalam hatiku, rasanya tuh campur aduk deg-degan gitu…. Sejenak aku terbungkam mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu indah didepan mataku. Dia turun dari motornya dan memeriksa motorku dengan seksama

“ Rantainya putus, disana ada bengkel aku dorong sampai sana ya?.” Katanya

“ Eh.. eh iya…” dengan bergegas dia mendorong motorku dan aku mengikutinya dibelakang. Uh..lumayan jauh juga bengkel itu 1 kilo mungkin? Tapi capek tak kurasakan , rasa sakit itu tertebus ooleh paras ganteng didepanku yang berkeringat itu,,,,, so cool……

Sesampainya di bengkel

“ dari mana kamu tadi?”


“ eh.. dari ngerjain tugas di rumah temen mas !”

“ Oh… dari ngerjain tugas atau pacaran hehe?” ujarnya bercanda

“ eh.. enggak kok?” ujarku kikuk

“ emmm… daripada nunggu lama-lama kita main tebak-tebakann yuk?”

Emmmm cwok ini ramah banget sih? Baru kenal aja udah akrab gini. Ohh so sweeeeetttt

“ Em.. kenapa babi kalau jalan nunduk?”

“ ga tahu!”

“ karena malu punya ibu babi hehehe?”

“ haha… bisa aja.”

“ em.. kenapa kangguru kalau jalan lompat-lompat?”

“ emm ga tahu emang kenapa?’’

“ karena dia senang ibunya bukan babi.. haha?”

“Iiiiiihhhh mana bisa gitu?”

Tak terasa motorkuu sudah sellesai diperbaiki.

“ Berapa mas?” tanyaku pada si tukang bengkel

“50 ribu dek?’’

Mampus dompetku ketinggalan lagi giman dong? Masak utang ma cowok itu, kan aku ga kenal… mana mau dia ngutanging aku? Sial banget sihh

Karena terlalu kelamaan merogeh sakuku yang ga ada uangnya, akhirnya……….

“ Pakai ini aja dulu? Kayaknya dompet kamu ketinggalan”

Aku cengar cengir sambil memainkan ujung rambutku

“ makasih ya?” kataku .

Sesampainya di rumah aku menepuk jidatku

“ Aduh Nizza, kamu oneng banget sih? Kok ga kenalan ma tuh cowok, kan sayang banget ga bisa kenal?’

Hari ini

Gini-gini tiap minggu aku ikut pengajian di masjid kota dekat rumahku, aku punya banyak kenalan wanita sholehah salah satunya ustadzah sholehah yang memang sangat baik, cantik pandai dan tentu saja sholehah, dia menjadi teman ku mencurahkan semua unek-unek hidup yang kujalani

“ Mbak, kemarin sepulang ngerjain tugas, rantai motorku lepas, dan aku dibantuin ma seorang cowok,aku hutang pada dia tapi aku lupa nanya siapa namanya dan dimana tempat tinggalnya? Bego banget deh aku?”

“ kok bisa, dek? Em…. Menurut mbak sih? Hutang sekecil apapaun wajib lho utnuk dibayar, jangan sampai kelak ditagih di akhirat. “

“ Tapi aku lupa ga nanya namanya?”

“ tapi kamu ingat kan cirri-cirinya?”

“ emmm.. dia ganteng banget muka orang arab gitu,pakai kacamata, baik , terus dia itu humoris tapii orangnya tuh misterius, mbak?”

“ itu sih sifatnya, gimana kamu carin t8uh lelaki yang baik itu?”

“ kayaknya Nizza jatuh cinta deh mbak pada tuh cowok?”

“ tapikamu kan bari pertama lihat lelaki itu?’’

“ Itu namanya fist love mbak?” kata Nizza ngeyel

“ Nizza, itu bukan cinta. Cinta yang sejati itu dari pandangan pertama suka 0.1% bertambah bertabah terus.. bukan cinta yang pada pandangan pertama 100% langsung.”

Oh gitu ya mbak?

“emmmm mbak duluan ya, Niz . sudak ditunggu di rumah sama orang tuaku.”

“ ya mbak? Makasih dah kasih aku masukan”

Setelah kepergian mbak Sholehah Nizza termenung mengahayati pa yang dikatakan mbak sholehah, sosok yang begitu ia kagumi.

Eh tunggu dulu, bukanya itu lelaki misterius yang Nizza hutang padanya.. bener ga salah lagi. Itu orangnya. Dengan tergesa-gesa Nizza menghampiri lelaki itu

“ Mas, masih inget aku?” Tanya Nizza sok kenal

“ Siapa ya? Aku lupa?”

Nizza kmenepuk jidatnya, ia malu banget mana banyak orang yang liat,

“ Emmm, maaf mungkin saya salah orang?”

“ Eh, bentar. Kamu yang rantai motonya putus itu?”

Nizza mengangguk senang lelaki itu megenalinya, setidaknya…. Rasa malunya telah berkurang.

“ habis, kamu pakai jilbab jadi pangling aku.”

“ Hehe,.. oh ya mas, ini uang kemarin yang aku pinjem.. maaf lama ngembaliinnya. Karena aku ga tahu alamat rumahnya mas? Jadi bingung deh aku?”

“ Oh gapapa. Kalau belum ada pakai aja dulu, aku juga belum butuh banget sih? “

“ Oh gak kok?”

“ oh gitu,, oh ya? Lupa belum kenalan. nama kamu siapa?”

“ Nizza. Nizza rafa’aghsyanna lengkapnya.”

Tiba-tiba

“ Ketua aktivis kamu dipanggil ustad bakrie.”

“ Ya. Tunggu.. Nizza, maaf aku harus pergi. Assalammualaikum..

“wa’alaikum salam”

Aduh Nizza kamu tuh oeneng banget ih? Tuh kan lupa nanya siapa namanya?

tapi kan Seenggaknya tahu dong kalau dia tuh ketua aktivis masjid,,,,,,,, uhhh… jadi tambah ngefens deh..

Keesokan harinya, Nizza mendengar kabar bahwa Ustadzah Sholehah akan menikah

Kok mbak sholehah cepet banget dapet jodoh ya? Emang kapan dia pacaran? Atau jangan-janga dia ga cerita ke aku kalau dia punya pacar? Akh, kayaknya ga mungkin deh dia pacaran…

Em emang bener kata guru ngajiku bahwa,,

semakin banyak Muslimah bergaul dengan lelaki, makin berkuranglah kehormatannya | semakin ia menjaga diri, mulialah dirinya.

“ Ciye, yang mau nikah?” goda Nizza pada ustadzah sholehah

“ iya nih, rasanya mbak gugup banget”

“ hehe oh ya mbak semua yang biasa hadir di pengajian diundang kan?”

“ Insya allah ikhwan dan akhwat semua diundang?”

“ Beneran mbak?” Tanya Nizza antusias

“ Iya. Kan calon suami mbak juga pengurus aktivis pengajian juga?”

“ Oh gitu ya?”

“ Kenapa kok kamu semangat gitu?”

“ Akh.. gapapa hehe”

Hari pernikahan ustadzah Sholehah

Nizza semangat sekali datang ke acara pernikahan uztadzah Sholehah ia mengenakan pakaian terbaiknya dengan harapan agar bertemu dengan lelaki yang sellau terbayang-bayang di pikirannya itu.

Nizza mencari tempat duduk terdepan agar dengan mudah mencari lelali yang sudah lama ia dambakan, namun agaknya Nizza agak kecewa karena berulang kali menoleh kea rah tamu pria tapi tak ia dapati lelaki yang ia cari.

“Masak dia ga datang sih? Bukannya dia ketua aktivis masjid?” gumam Nizza,

Dan acara ijab qobul pun dilaksanakan betapa tercengangnya Nizza melihat pemandangan di depannya.

Saudara Sholeh Rahmat ebrsediakah kau kunikahkan dengan putriku Sholehah hasanah dengan mas kawin seperangkat alat sholat. Ujar ayah ustadzah Sholehah

“ hah? T..te..ternyata mas Sholeh adalah calon suami mbak Sholehah? Ya Allah kuatkah aku,. “ dengan jelas Nizza melihat sosok impiannya bersanding dengan wanita yang selama ini ia curhati tentang sholeh, tapi apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur, akad nikah telah diikrarkan,

huh………….. kenapa? Kenapa semua ini harus terjadi pada Nizza……………

Nizza ingin melangkahkan kakinya pergi meningglakan acara pernikahan yang sungguh sangat menyesakkan itu. Namun langkahnya terhenti

“ Dek Nizza mau kemana?”

“ Em…….” Nizza tak dapat berkutik lagi. Mau tak mau ia harus member ucapan ke[ada kedua mempelai.

Ia harus berusaha tegar. Ia tahu bahwa Sholeh bukan jodoh yang terbaik yang dipilihkan Allah untuknya.

“ makasih ya dek Nizza kamu dah datang ke pernikahan mbak.”

“ iya, mbak semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah?” kata Nizza sembari terisak menghapus buliran air mata yang tak henti tercurah.

“ ga usah terharu gitu,dek? Nanti kalau sudah waktunya pasti kamu juga akan nikah kok? Tapi tunggu dulu kamu kan masih kecil, hehe?”

Sebenarnya aku menangis bukan karena terharu mbak, ternyata lelaki yang kudambakan itu kini telah menjadi suamimu, betapa beruntungnya kau. Seggera saja bayangan lelaki yang menghutanginya terlintas dibenaknya.

Lama Nizza menatap wajah mas Sholeh seolah tak rela melepaskan lelaki yang teramat a cintai.. sepertinya Sholehah tahu gelagat Nizza

“ Apakah sholeh lelaki yang kau maksud selama ini?”

Nizza mengangguk lemah.

Haruskah cinta ini terbagi? Kata sholeh

Ia termenung, teringat ucapan guru ngajinya “Bagaimana mungkin do’a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah.”

Mungkin sudah jalannya jika mbak Sholehah medapat lelaki yang juga sebaik dirinya, karena oia percaya jodoh itu cerminanan dari diri kita sendiri





3 jan 2013

0 Komentar