Rika anak
miskin yang hidup dengan emaknya. Saat musim durian tiba, sepanjang jalan dia melihat durian yang seolah-olah
memanggilnya, dia sebenarnya ingin sekali menikmati durian karena durian adalah buah kesukaan Rika. Namun oleh emaknya tidak dibelikan karena emaknya
sedang tidak punya uang. karena pekerjaan emaknya hanya sebagai seorang
pemulung.
Di sekolahan teman-teman menceritakan tentang
lezatnya durian.
“Rik, aku
kemaren makan durian 3 ? sampai mabuk aku?“
“ Oia..?!
andai saja aku bisa makan durian seperti kamu?”
Rika hanya bisa bersabar,
sesampainya di rumah, ia merengek pada emaknyanya.
“ Mak, aku
ingin makan durian, sekaRAng kan musim durian?”
“ Rika, kamu
tahu kan emak tidak punya uang!”
“ Kapan sih emak
punya uang? Aku kan pengen, mak. Makan durian?”
“ Maafkan emak,
Nak?”
“ Huh emak
ga sayang pada Rika”
Dengan wajah
sedih emaknyanya tidak bisa memenuhi permintaan Rika. Karena harga durian rp 50.000 Rika ngambek berhari-hari ga
mau makan kalau ga di belikan durian
“ Uh,,
enaknya aku bisa menikmati durian sesuka ku!”
“ Akhirnya
penantian ku untuk bisa mencicipi buah durian!’” betapa bahagianya Rika, bisa
menikmati buah kesukaannya itu.
“ Rika,
bangun, Nak! Udah jam 7, Nak?”
“ Hah,,
ternyata aku hanya mimpi!” gumam Rika
“ Emak,
jahat banget sih, bangunin kau, aku kan lagi mimpi makan buah durian?”
Keinginan
Rika untuk bisa makan durian hanya bisa dalam mimpi. Sepanjang hari ia harus tersiksa melihat durian
yang bergelantungan mengodanya. Karena berhari-hari Rika ngambek, emaknya
merasa tak berguna sedih karena tidak bisa
membahagiakan Rika.
“ Rika, makan dulu, Nak? Dari kemarin kamu belum
makan?”
“ Gak, mau! Aku mau makan durian, Mak?”
“ Rika kamu mau durian, ayo kita ke pasar?”
“ mau
ngapain?” Jawab Rika cuek. Ia masih
marah jika tidak bisa menikmati durian
“ emak ada
sedikit uang, ayo kita beli durian, kau kan dah lama pengen durian?”
“ benarkah
Mak?” Dengan semangat Rika mengikuti emaknya
Sepanjang perjalanan Rika selalu mimpikan
betapa nikmatnya menyantap durian di tengah cuaca terik seperti ini. Tiba-tiba
saja ada seorang wanita gendut berkata
“ Eh kamu
pemulung yang maling uang saya kan?”
“ Bu,,,
bukan saya? Saya tak tahu, Bu?”
“ Eh iya
benar kamu! Toolllooong ada maling-maling” karena saat itu pasar sedang ramai,
orang-orang segera berlari menuju arah bu gendut yang berteriak tadi. Melihat
situasi genting seperti itu, Emak Rika mengajak Rika berlari.
“ Kenapa,
Mak kita harus lari? Kita kan gak salah?”
“ Maafkan Emak,
Nak. Mak ga ingin mengecewakan kamu! Emak ingin membelikan durian buat kamu.
Makanya emak mencuri uang untuk
membahagiakan kamu,Nak!”
“ Kenapa?
Mak lakuin itu!”
“ Maafkan
emak,Nak? mmak ingin melihatmu tersenyum lagi” Air mata haru mengalir dari mata
Rika. Ia sekarang tahu seberapa besar cinta Emaknya untuknya. Saat mereka
berlari, tak sadar ada motor yang berlari kencang. Emak tertabrak. Terpental
jauh 100 meter
BRRRRAAAKK
“
Emmmmmmmmmakkkkk” Semua orang yang tadi mengejar, terhenti.
“ Sukurin,, maling
itu tertabrak motor! Sukurin kamu!!”
“ Emak, maafin Rika. Emak aku sekarang hidup sama
siapa, Mak?” Namun sayang Emak Rika terdiam.. dan ia terdiam untuk selamanya.
Dan semenjak
kejadian itu Rika benci durian seumur hidupnya
13
February 2012
0 Komentar