kegelapan cinta

                                                Kegelapan Cinta
            Apakah  kau mau jadi pacarku?
      Itu adalah bunyi sms Inu yang dikirmkan pada rAra, namun sayang rAra tak mengubris sms itu.
Berbulan-bulan setelah kejadian sms itu,
Karena jalan yang biasa dilewati Rara, terkena timbunan tanah akibat longsor. Terpaksa Rara menaiki bis menuju arah lain. Dan betapa tercengangnya Rara,saat ia melihat Inu berjalan dengan Lista, teman sekelasnya.
      “ Ehm Ra? tumben kamu lewat sini?” sapa Lista
      “ Oh, Iya, Lis? Jalannya longsor!” ujar Rara kikuk seraya menatap Inu.
      Mereka bertigapun naik bis kecil yang reot itu. Kebetulan didalam di situ, hanya ada sopir, Inu, Rara dan Lsta. Inu dan Lista duduk tepat di depan Rara. Keduanya tampak begitu bahagia.
Sementara Rara yang duduk di belakang mereka merasakan hawa panas yang sangat, Bukan pada badannya namun pada hatinya yang terdalam
      “ Say, kita nanti mau kemana?” ujar Inu tanpa rasa canggung mengenggam erat tangan Lista.
      “ Terserah kamu!” ujar Lista manja seraya menyenderkan kepalanya pada pundak Inu.
      “ Huh” kesal Rara. Bus yang berjalan seperti siput menambah penderitaan Rara, belum lagi pemandangan di depan matanya yang membuatnya semakin muak dan sebal.
      “ Oh, ternyata mereka sudah jadian,? sebegitu cepatkah Inu melupakan aku dan begitu  mudahnya ia mencari penggantiku. Andai Inu tahu, cintaku lebih besar dari cinta Lista padanya. Dan sekarang aku mengerti cinta sesungguhnya, saat ku merasa kehilangan mu dan melihat kau bersamanya. Sungguh aku menyesal tak mempedulikanmu. Sebenarnya aku juga mencintaimu, Nu. Andai kau mau menungguku sebentar saja. Namun apalah artinya diriku. Kini hanya penyesalan yang ada padaku. “ ratap Rara menyesali.
Saat samapi terminal pemberhentian
“ Inu selamat ya, kau sudah jadian dengan Lista? SEmoga kalian selalu bahagia?” Rara mengenggam erat tangan Inu lalu pergi meninggalkan mereka berdua dengan di iringi air mata penyesalan.

Kau yang buatku tersenyum
Kau buatku bermakna menjalani hidup
Kau bagaikan setetes embun di hamparan pasir gersang
Kau bantu aku bangkit  dalam keterpurukan     
       Namun kini kau hempaskan aku
       Kau hancurkan hatiku
       Saat kau mulai kenal dia
       Saat kau mulai bersamainya
Kau tinggalkan ku sendiri
Kau sakiti aku
kau hapus rasa cintaku padamu
kini aku sadar setelah kau tak lagi disisiku
ku sadari bahw aku mulai mencintaimu
aku mulai  menyayangimu
aku tak bisa melupakan semua rasa cintaku padamu
namun aku harus merelakanmu bersamanya
Semoga kau bahagia bersamanya



                                        26 February 2012

0 Komentar