Sandiwara
Cinta
“ Hai, Ram! Tumben sendiri? Mana aurora
sweetheart mu itu!”
“ Sudahlah, Sa! Jangan bahas dia lagi!
Aku muak mendengar namanya” melihat Rama marah seperti itu, Sasa ingin
mengerjai Rama.
“ OH… aurora aurora, aurora kau membuat
patah hati Rama? Kenapa kau campakkan Rama? Oh Aurora sungguh kasihan Rama
menangisi kepergianmu.. kau sungguh tega Aurora…”
“ DIAMMMM…….!” Bentak Rama. Seketika itu
juga Sasa terdiam, ia tak menyangka Rama begitu meledak saat ia singgung
tentang Aurora. Melihat Sasa yang terdiam ketakutan setelah ia marahi, Rama
merasa bersalah
“ Maafkan aku, Sa? Aku tak bermaksud
membentakmu!”
“ Aku yang seharusnya minta maaf, aku
hanya bercanda.”
“ Huh, kenapa ya semua cewek itu hanya
bisa nyakitin hatiku. Selama ini aku berharap agar Aurora benar-benar tulus mencintaiku. Namun
aku salah, Selama ini dia hanya mengejar hartaku. Dia tak pernah tulus
mencintaiku. Apa semua wanita seperti itu, Sa?”
“ Entahlah, mungkin iya! Kecuali aku.
Hehe” Rama tersenyum kecil
“ Haha, akhirnya kamu bisa tersenyum!
Masih banyak wanita baik yang bertebaran
di muka bumi ini. Tinggal pilih aja lah?”
“ Haha, kalau kamu kenapa gak pacaran
padahal kan banyak lelaki yag bertebaran di muka bumi ini. tinggal tunjuk aja.
Haha” Rama menirukan Sasa
“ Kamu meledek aku karena kau tak
laku-laku ya?” Sasa sedikit tersinggung dengan ucapan Rama tadi.
“ Bukan maksudku meyinggungmu, Sa?”
“ santai aja deh. Makanya aku minta bantuan mu boleh?”
“ Bantuan apa, Nona?”
“ Mau gak kamu jadi pacar bohonganku?”
“ Hah?” ujar Rama tak mengerti
“ Aku sudah tahu jawabanmu, kamu pasti tak mau. Tiada satu
lelaki pun yang mau kepadaku”
“ Bukan gitu maksudku, Sa? Emang kenapa kamu. Tumben kamu
pengin pacaran. Aneh aja?”
“ Iya, temen-temenku semua punya pacar. Dan aku merasa mereka
tak lagi menghargaiku. Dan seminggu
lagi mereka akan mengadakan double date gitu, makanya dalam seminggu ini aku
harus mendapatkan pacar.”
“ Oh.. aku punya ide yang bagus. Aku juga kan menggunakan
kesempatan ini untuk balas dendam dengan Aurora, Deal?” Sasa mengangguk dan
keduanya pun berjanji kan saling membantu menghadapi permasalahn pelik yan
menimpa mereka.
Hari pertama sesuai dengan rencana Rama dan Sasa
“ Gimana, Sa? Kamu jadi ikut ga double date ma kita?” Tanya
Zuma
“ Jadi dong? Aku sekarang kan dah punya pacar?”
“ Punya pacar? Emang ada yang mau sama kamu?” Zuma meremehkan
Sasa. Sasa Nampak cemberut.
“ Huh, kemarin aku baru aja jadian ma Rama?”
“ Haha mana mungkin Rama mau sama kamu! Mimpi deh kamu..”
“ Kita liat aja ntar, siapa di antara kita yang punya pacar
paling cakep” Di tengah obrolan hangat itu, Rama menuju kelas Sasa. Semua mata
membuntuti Rama.
“ Sa, ntar jadi ngedate?” ujar Rama sok manja
“ Iya, cintaku?” Zuma melongo ternyata benar Rama telah
beneran jadian dengan Sasa. Sasa hanya bisa menjulurkan lidahnya pada
teman-teman yang meledeknya, rasanya puas gitu ngelihat manusia-manusia itu
melongo seperti kebo gitu. Dan double date itu berhasil.
Rama dan Sasa pun akhirnya pulang bareng. Kontan saja melihat
pemandangan yang tak biasa itu, Zuma tak
henti-hentinya melongo.
Rencana tuk melihat Zuma malu karena telah meledek Sasa telah
berhasil, kini rencana membuat hati Aurora panas segera diluncurkan. Saat
mengetahui Aurora sedang makan bakso di kantin sekolah, mereka berjaln menuju kantin,
Mereka seperti pasangan kekasih beneran
“ Sa, itu Aurora! Jangan lupa sesuai dengan perjanjian, kamu
harus sok manja dengan aku ok?” Sasa mengangguk.
“ Ra, tuh liat Rama jalan sama begundal Sasa” seorang sahabat
Aurora memberi tahu.
“ HAH?” karena kaget, tak sengaja Aurora menelan satu butir
penuh pentolan bakso yang akhirnya membuatnya tersedak
“ Huk,, huk minum.. minum?” dengan cekatan teman Aurora
mengambilkan air untuk Aurora
“ Brrrrrrrrrrrrrrrrr…… minum apaan nih? Kok pedes gini?”
“ Maaf, Ra? Ternyata itu saus” kata teman Aurora polos
“ Huekkk?” Aurora segera memuntahkan apa yan tadi ia makan. Melihat
Aurora yang salah tingkah seperti itu, Sasa hanya bisa cengar cengir.
“ Rama, kau jalan dengan kutu busuk ini? Hah?”
“ Kenapa, kau tak terima ku jalan sama Rama? Bukannya dulu
kamu selingkuhin Rama?” bela Sasa
“ Eh, diem aku gakl ngomong sama kau ya?”
“ Iya, aku jadian dengan Sasa. Dia wanita yang baik yang tulus
mencintaiku dan tak pernah mengejar hartaku.”
“ Hah, seenggaknya kamu cari pacar yang lebih mending gitu
lah, masak kamu gak malu jalan dengan Dia. Ga sepadan banget sih ma aku? Selera
kamu berubah drastis gini? Aku liat aja pengen muntah, kamu? Kamu malah jadian
ma kutu busuk ini? Hah? Sungguh miris nasibmu, Ram?”
“ Ga usah kau pedulikan aku lagi! aku telah bahagia dengan
Sasa! Lupakan aku!” ujar Rama enteng
“ Tapi, Ram? Aku mencintaimu. Maafkan aku. Ku harap agar kau
bisa kembali padaku, Ram?”
Sasa dan Rama meninggalkan Aurora yang masih geram.
“ Awas kamu ya , Sa? Sebegitu mudahnya Rama melupakan semua
kenanganku dengannya. Aku benci kamu, Sa?” karena penuh hasrat kemarahan, tanpa
disadari, Aurora meminum saos. Sementara temannya membiarkan.
“ Hahaha, kamu gak enek apa makan saos gitu…….”
“ huekk”
Sementara itu Rama dan Sasa
“ Yes, kita berhasil ! Ternyata Aurora masih sayang kok
padamu? Selamat ya?”ujar sasa namun Rama hanya tersenyum kecut
“ Namun setelah kurasa,
Ia bukan sayang kepadaku, tapi sayang hartaku.”
“ Hahaha…. Makanya jangan salah pilih. Buat anak kok
coba-coba? Haha. Sudahlah rencana kita berhasil, kau dapatkan apa yang kau mau
dan akupun juga demikian. Makasih ya Ram. Kerjasama kita sukses besar.”
“ Tapi aku gak ingin kehilangan kamu secepat ini, Sa?”
“ Maksudmu?”
“ Setelah kupikir selama 40 hari, aku merasa bahagia di
sisimu. Aku harap kita bukan hanya jadi pacar bohongan tapi kita jadi poacar
beneran. Kau beda dengan wanita lain. Kau buatku merasa nyaman disampingmu.kamu
begitu tulus tanpa memedulikan hartaku”
“ Aku tak mengerti? Bukannya rencana kita, agar membuat Aurora
kembali padamu, setelah berhasil kenapa kau tak balikan dengan dia?”
“ Tidak! Sudah kututup pintu hatiku hanya untuk kamu, Sa! Just
for you! Karena ku yakin kau lah cinta sesungguhnya ku.”
“ Oh,, Rama…………….” 26
February 2012
0 Komentar