Salwa gadis manis yang pandai dalam ilmu agama, ia dikenal alim oleh teman sekelasnya, selain cerdas dia juga pendiam dan sangat misterius, Tak ada satupun yang mampu menyelami dasar samudra hati Salwa.
Suatu ketika, ia ditunjuk oleh guru agamanya untuk menjadi penceramah  dalam kelasnya
“ Tapi, pak? Apa saya mampu menjalankan amanah itu?”
“ Yakinlah salwa. Bapak tahu kamu anak yang cerdas!”
“ Tapi, Pak?”
“ Sudahlah salwa. Bapak harap kamu tidak akan mengecewakan bapak dan teman-teman kelasmu”
“ Insya allah, Pak?”
“ Gimana nih, Sa?” Tanya Salwa pada Risa, sahabat dekatnya
“ Pede aja lagi, Wa? Ngomong-ngomong kamu ntar mau ceramah masalah apa?”
“ Entahlah, Sa?”
“ Bagaimana kalau masalah Cinta aja?”
“ Good Idea!”
Hari Jumat yang dinanti pun tiba, dengan lancar Salwa membuka ceramah, semua mata tertuju padanya, bagaimana tidak, Salwa yang kesehariannya dikenal sebagai anak yang misterius dan pendiam ternyata memiliki kosa kata yang amat menakjubkan
“ Cinta…. Pasti semua orang di dunia ini pernah merasakannya. Perasaan berdebar, jantung berdetak cepat ketika kita bertemu atau tak sengaja berpapasan dengan orang yang kita cintai. Ketika seseorang menyebut namanya pun entah mengapa hati terasa damai. Mata selalu berbinar jika dia dihadapan kita “ Urai Salwa
“ Menurut anda apa yang dimaksud dengan cinta?” Tanya Arga cowok yang juga dikenal alim di kelasnya
“ Menurut saya Cinta adalah kesempurnaan yang suci. Allah telah menciptakan laki-laki dan perempuan, Laki-laki memiliki sikap kuat, gagah, pemberani, berjiwa melindungi dan lebih mengandalkan pada kekuatan pikiran sedangkan perempuan secara harfiah memiliki sifat yang lebih lembut, sabar, penyayang, ingin dilindungi dan lebih mengandalkan pada perasaan atau emosinya. Dua sikap yang sangat bersebrangan  ini yang akan kemudian menjadikan mereka bersatu menyatu pada kesempurnaan saling melengkapi satu sama lain, ibarat perempuan adalah magnet kutub utara, maka laki-laki adalah magnet pada kutub selatan. Yang mana apabila kedua kutub berbeda maka akan terjadi tarik menarik sedangkan jika magnet itu sama maka yang terjadi adalah tolak menolak. Jikalau Tuhan menciptakan sikap lelaki yang lembut dan perempuaan juga mempunyai sikap lembut lalu siapa yang akan melindungi? Ataupun sebaliknya, jika seorang wanita memiliki sikap keras dan lelaki juga demikian maka siapa yang akan mereka lindungi? Begitulah kiranya? Bukankah Allah sudah cukup adil?”
“ Lalu bagaimana dengan ciri lelaki yang baik menurut kamu?” Tanya Arga lagi, hal ini nampaknya tidak disukai oleh Risa, sudah lama ia memendam rasa kepada Arga tapi kenapa ia merasa Arga sangat perhatian terhadap Salwa, bukan dirinya?
“ pertanyaan yang cukup bagus! Menurut saya laki-laki yang baik memiliki dua sikap yaitu cinta dan tanggung jawab  kepada keluarga dan sayang terhadap anak kecil, jika dalam diri seorang laki-laki sudah memiliki rasa tanggung jawab terhadap keluarganya, maka jika ia akan melakukan suatu penyimpangan maka ia akan teringat keluarganya dan tidak akan mencemarkan nama baik keluargannya. Yang kedua kita semua menyadari bahwa anak kecil terutama yang masih dibawah lima tahun memiliki kepekaan yang tinggi terhadap orang lain, Mereka yang belum mempunyai dosa sebiji sawipun dapat membedakan mana orang yang baik atau sebaliknya.  hati mereka lembut tak ada noda tanpa kita sadari mereka bisa membedakan mana seseorang yang  baik atau tidak. Juga saya amati banyak lelaki yang tidak suka dan bersikap kasar kepada anak kecil, berarti itu mengidentifikasikan bahwa mereka tidak sayang kepada anak kecil yang masih suci itu. Begitu kiranya penjelasan dari saya, saudara Arga?”
       Mata Risa tak pernah berpaling dari Arga, ia melihat Arga selalu menatap Salwa dengan tatapan yang tak biasa, Diam-diam ia cemburu dengan Salwa.
“ Kesimpulan dari saya adalah seseorang yang baik hanya akan berjodoh dengan yang baik pula, begitu pula sebaliknya maka dari itu Marilah kita berusaha menjadi manusia yang lebih baik , supaya  jodoh yang dikirimkan Allah nanti seseorang yang baik pula, yang bisa membawa kita kepada arah yang lebih baik. aamiin.”
“ Demikin ceramah yang dapat saya sampaikan, segala kekurangan milik saya pribadi jika ada manfaat dan kebaikan datangnya dari Allah. Terima kasih wasslammualaikum”
Semua teman sekelas Salwa memberikan applause untuknya. Salwa sangat terharu.
“ Bagaimana penampilanku tadi, Sa?”
“ Biasa aja?”
“ Benarkah? Tapi yang teman-teman sepertinya sangat antusias sekali!”
“ Bahkan Arga tak pernah sekalipun memalingkan pandangannya dari matamu!”
“ Maksudmu!?”
“ Aku tak menyangka, ternyata dibalik kelembutan sikapmu, kau menyimpan hati yang busuk?”
“ Risa, apa maksudmu? Aku tak mengerti?”
“ Sudahlah! Aku tak ingin mempunyai teman munafik sepertimu lagi?”
“ Risa, tunggu? Apa salahku?” Salwa menangisi kepergian Risa. Betapapun Risa adalah sahabat terdekat yang ia miliki, namun kenapa Risa berbuat demikian terhadapnya. Apa yang salah dengan diriku?pikir Salwa. Hati Salwa gundah gulana, tanpa ia sadari Arga telah duduk disampingnya
“ Aku salut dnegan kamu, Wa?”
“ Ar.. arga?”
“ Ternyata dibalik sikapmu yang cenderung tertutup kau mempunyai potensi besar untuk menjadi seorang motivator yang hebat, Wa?”
“ Akh! Janganlah berlebihan memuji seperti itu? Rasanya aku tak pantas?”
Ketika Kaffa masuk ke kelasnya, Kaffa melihat Arga dan Salwa, begitu dekat dan begitu khusyuk?
“ Apa mungkin, mereka sudah jadian?” batin Kaffa
Setelah Arga meniggalkan Salwa, giliran Kaffa yang duduk disamping Salwa
“ Kamu dan Arga pasangan yang serasi deh?” Salwa menoleh, ternyata Kaffa yang berbicara tadi, entah kenapa hatinya tiba-tiba merasakan getaran yang menyesakkan dada, hatinya tersiram lembut dengan kehadiran kaffa disisinya.
“ Maksud kamu?” ujar Salwa sekenanya, untuk menyembunyikan hatinya yang sejak dulu telah terpikat dengan Kaffa
“ Kamu sendiri kan yang bilang, seorang yang baik akan mendapatkan jodoh yang baik pula,begitu pula sebaliknya. Arga dan kamu sama-sama baik . Wanita mana sih yang ga pengin punya jodoh seperti Arga sudah ganteng, pinter, alim dan disukai banyak wanita?? Apa kamu tak tertarik dengannya.” Kaffa pergi meninggalkan Salwa tanpa tahu penjelasan Salwa,
“ Kaffa, andai kau tahu,  seseungguhnya aku sama sekali tak mencintai Arga, aku lebih mencintaimu”
“ Tak pernah kah kau tahu bahwa setiap malam, ku berdoa untuk segala kebahagiaanmu”
“ Tanpa pernah ada satu hal yang Kaffa ketahui, bahwa dialah orang yang aku maksud. Dia tidak pernah mengerti bahwa aku mencintainya. Bukan Arga. Andai kau mengetahu itu?”
Kaffa berlalu meninggalkan Salwa dengan perasaan kecewa, begitu pula Salwa yang begitu kecewa karena Kaffa tak bisa mendalami samudra hatinya yang dalam.

                     17 June 2012

0 Komentar