Tak ingin berakhir

                              Tak ingin berakhir
“ Kurang apa selama ini aku, Rasanya aku sudah banyak berkorban untuk kamu, tapi kenapa kamu belum bisa seutuhnya mencintaiku?” Kata Shandy pada Raisa
“ Entahlah,”
“ Tapi, Raisa? Aku kan terus bersabar mencintai kamu. Aku akan selalu berusaha agar kau dapat mencintaiku? Sepenuh hatimu”
“ Tapi kamu tahu kan, San? Siapa lelaki yang paling aku cintai?”
“ Ya, aku tahu kamu tak akan pernah bisa melupakan Dhani. Aku tahu kamu mencintainya. Tapi aku akan berusaha selagi ku bisa? Aku ingin kau mencintai ku, Rai?”
“ Entahlan, San? Hanya waktu yang kan menjawabnya!”
“ Tapi kamu gak bisa selamanya mencintai  Dhani. Ia sudah pergi jauh meninggalkanmu. Dia telah menyakiti  kamu !”
“ Sudahlah, sampai kapanpun rasa cintaku pada Dhani tak akan berkurang sedikit pun!”
Keesokan harinya, Shandy mendapat  berita bahwa Raisa masuk rumah sakit karena kecelakaan. Dan dengan terburu-buru Shandy mendatangi Rumah Sakit di mana Raisa sakit. Saat di Rumah sakit. Shandy mendapati Raisa tengah dalam keadaan koma
“ Sandi?” sapa mama Raisa
“ Tante bagaimana keadaan Raisa?”
“ huh….?” Mama raisa menghembuskan nafas beratnya. “ Waktu Raisa hidup tinggal 3 hari lagi. Tante harap di sisa waktunya ini, dia kan selalu merasa bahagia.” Lanjut mama Raisa
“ Ti..ga? hari tante? Shandy janji akan membuat hari2 terakhir Raisa menjadi hari yang terbaik yang pernah ia lalui.
Tiba2 raisa siuman
“ Mammaaaa…… Mamaaa?”
“ Iya sayang mama di sini?” Lalu Raisa menatap kea rah Shandy
“ Shandy, apa Dhani tak menjengukku?”
Shandy mengeleng.
“ Raisa, kenapa kamu selalu memikirkan Dhani, padahal ia samasekali tak pernah memikirkan kamu? Shandy lah yang selalu setia menunggumu, Raisa?” Ujar mama Raoisa
“ Shandy aku pengin keluar, temani aku yah?”
“ Ya.” Jawab Shandy pilu
“ Shandy kenapa kamu menangis?”
“ Oh, tidak Raisa aku tadi kelilipan!” Shandy berbohong
“ Shandy, apa kamu masih mencintaiku?”
“ Iya, Raisa. Aku kan tetap mencintai kamu?”
“ Walaupun aku masih mengharap Dhani?”
“ Ya. Aku akan selalu sabar, menyayangimu dan  terus bersabar hingga kau mau membuka sedikit pintu hatimu untukku”
“ AKu ingin ini semua menjadi kenangan terakhir yang kau berikan padaku. Aku ingin ke taman denganmu. Menghabiskan sisa hari terakhirku di dunia  bersamamu”
Raisa dan Shandy pergi ke taman
“ Indah ya sore-sore seperti ini menghabiskan waktu bersamamu!” Shandy mengangguk.
“ Aku tak ingin hari ini berakhir, aku ingin kau selalu menemani aku?” lanjut Raisa
Shandy menahan tangisnya
“ Aku juga bahagia bisa bersama kamu menghabiskan sisa senja ini.”
“ Kamu masih menyimpan kalung pemberianku?”
“ Iya?” ujar Shandy seraya memperlihatkan kalung yang berbentuk setengah hati kepada Raisa
“ Bolehkah aku meminta satu hal kepadamu?”
“ Apa itu Raisa kiranya yang bisa membuatmu bahagia?”
“ Boleh aku minta kembali kalung itu?”
“ Untuk apa?”
“ Lepaskan kalung itu!” Dengan  berat hati Sandy melepaskan kalung tadi
Perlahan-lahan Raisa mengali tanah dan meletakkan kalung tadi di tanah.
“ Kenpa kau lakukan itu?”
“ Aku ingin kau melupakan aku untuk selamanya?”
“ Maksudmu apa, Rai?”
“ Sudahlah. Aku tahu waktu ku hidup di dunia ini hanya tinggal hari ini. Terima kasih Shandy kau telah memberikan 3 hari terindah dalam hidupku” Urai Raisa lirih sembari menitikan air mata.
“ Ra..Ra…isaaa…..?”  Tiba-tiba Dhani datang
“ Dhani???”
“ Syukurlah kau masih mengenaliku, Raisa? Raisa aku masih mencintaimu?”
“Maaf  Dhani, aku kini tak lagi mencintaimu? Sekarang aku sadar, cinta Shandy lah yang sebenarnya untukku. Dia tulus mencintaiku dan menjagaku.”
“ Tapi Raisa aku percaya kamu tak akan bisa melupakan aku?!”
“ Itu dulu, Dhani ! tapi sekarang rasa cintaku padamu Musnah! Hilang! Tak tersisa!”
“ Raisaaaaaaaaa???”
“ Sudah pergi sana! Kamu dengar kan Raisa tadi bilang apa? Dia tak lagi mencintaimu, Dhani?” ujar Shandy. Setelah Dhani pergi
“ Raisa, bukankah seharusya kamu bahagia, Dhani datang kembali kepadamu?” Tanya Shandy pada Raisa
“ Mungkin itu dulu ! Kini tiada lagi tempat kosong di hatiku untuknya!”
“ Benarkah kau bisa melupakan Dhani seutuhnya!?”
“ Iya. Aku tak ingin hari ini berakhir, aku ingin kau selalu disini menemani ku hingga ajal kan menjemputku. Aku mohon jangan pergi, aku ingin kau menemaniku…?”
“ Shandy aku mau kamu peluk aku untuk yang pertama dan yang terakhir kalinya, aku ingin mati di pelukanmu agar aku bisa merasakan hangatnya pelukan mu, Shandy? Setelah aku mati. Kamu harus bersumpah atas nama cinta, kamu akan selalu bahagia dan sellau tersenyum,aku tak ingin kau menangis Shandy………?”
“ Iya, aku berjanji kan selalu tersenyum untukmu apapun yang akan terjadi padaku……..?”
Dan sHandy pun memeluk Raisa hingga maut datang pada Raisa……


                                         2 mei 2012

0 Komentar