someday

Aku begitu mengaguminya terlihat begitu dewasa, cerdas dan pandai begitulah kira-kira aku menggambarkan sosok sempurna itu. Jika mengingatnya rasa-rasanya tak pantas aku memimpikannya apalagi mengharapkannya menjadi imam dalam bahtera rumah tangga. Terlalu sempurna dia untuk diriku. Dimataku tak ada sedikit pun kekurangan dalam dirinya. Semuanya terlihat begitu sempurna… rasa cintaku semakin lama semakin membuncah meskipun aku tahu aku harus menyimpan rasa cintaku ini dalam diam…………. Aku sadar siapa aku? Aku bukan sosok sempurna seperti dirinya…..
Bermula saat aku ingin mencari kost-kostan
Kebetulan aku satu kampus dengan dia, sebuah universitas negeri terkenal di Jogjakarta. Dia sudah S1 sedangkan aku baru saja masuk universitas itu.kami berbeda selisih umur 6 tahun, Dia begitu baik selalu baik. Bersedia membantuku saat aku membutuhkan barang-barang untuk ospek dan mencarikan ku tempat kost yang dapat menjaming keselamatan kehormatanku sebagai wanita. Dia begitu peduli terhadapku. Dia juga selalu tersenyum kearahku. Itulah kenapa aku ke GR an menganggap dia menyukai. Tetapi rasa-rasanya aku salah mengartikan kebaikannya selama ini. Dia hanya menganggap ku adik TAK LEBIH!
Aku sangat kecewa, aku tahu dalam hatinya ada nama perempuan yang menurutku sangat sempurna. Cantik,baik,sholehah,pandai? Kurang apa lagi?
Dalam hembusan doaku setiap malam aku berharap agar bisa memilikimu dan menjadi pendamping hidupku. Aku berharap bisa mencintai orang yang tepat…… bisa berubah sedikit demi sedikit menjadi baik. Aku percaya sekali pepatah yang mengatakan orang yang baik hanya untuk orang yang baik, begitu pula sebaliknya.
Akhirnya impian ku untuk bersanding denganmu tercapai juga..
Orangtua kita menjodohkan aku dengan dia

Rumah tangga kami baik-baik saja, aku sangat meghargai mas Rahul, dia begitu baik dan perhatian kepadaku.
Suatu ketika. malam itu menjadi malam tersuram dalam gelapnya malam-malamku.
Aku mendengar mas Rahul mengigau menyebut nama seorang wanita yang taka sing namaya aku dengar.
“ Deraaaa……….. Deraaaaa”
Aku tersentak, menahan air mata. Benarkah desas desus itu yang mebgatakan sebelum menikah ddnganku mas Rahul menyukai seorang gadis temannya kuliah bernama Dera..
ALLAH… Benarkah itu? Apakah mas Rahul hanya terpaksa menikah dneganku. Apa karena ia terlalu taat kepada kedua orang tuanya hingga mau menikahiku yang penuh kekurangan ini… aku genggam  erat tanganya yang terasa amat dingin. Aku peluk dan ku kecup kening suamiku dengan rasa sayang. Maafkan aku yang belum bisa membahagiakanmu.
Suatu hari saat aku memasakkan sarapan untuk dia
“ Makanan kamu terlalu asin. Kamu tahu kan aku tidak suka asin. Kamu sangat ceroboh,fa. Cobalah mencontoh dera itu. Dia wanita baik bisa memasak.. masakannya tidak asin seperti upil begini!”
“ maafkan aku mas Rahul tapi kau tahu kan aku tak pandai memasak. Aku sydah bersusah payah memasak .
Menjadi istri dari seorang sepertimu adalah anugerah terbesar dalam hidupku, walau ku tahu kau tak bahagia hidup bersamaku. Aku bukan wanita yang kau idamkan menjadi pendampingmu.
“Sudah 5 tahun kita menikah, tetapi Allah belum memberi kita seorang bayipun.” Kata Rahul setelah selesai membaca QS Arrohman dengan begitu syahdu. Aku terdiam
ALLAH…… Apa salah hamba
“coba lihat Dera. Anaknya sudah 2 lagipula dia kini sudah mengandung lagi. Pasti suami Dera sangat bangga dan mencintainya.” Puji Rahul membuat hatiku semakin sesak. Apa karena kita belum dikarunia anak hingga Rahul dapat berbicara meyakitkab seperti itu. Air mata ini rasaya ingin tumpah namun aku berusaha menahannya. Setelah sholat isya berjamaah aku bergegas ke kamar. Merenung menangisi semua yang terjadi dalam biduk rumah tanggaku..
Rahul masuk ke kamar tanpa kata sedikitpun. Begitu dingtinkah keluarga kami. Dia tidur disampingku tapi dia membelakangiku. Saat aku ingin memeluknya  ia menampik tanganku. Air mata jatuh perlahan. Aku tak bisa tidur malam itu. Tiba-tiba HP Rahul bordering
“ Assalammualaikum. “
“ Waalaikum salam? Rahul aku butuh kamu?”
“ Kamu kenpa Dera?” DEG hatiku hancur mendengar nama itu Rahul sebut.
“ Apa? Suami kamu meninggal? Baiklah aku akan segera kesana.”
“ Siapa yang meninggal?” tanyaku
“ Suami dera?”
“ Aku ikut malayat!”
“ Tak usah! Kau di rumah saja. Tak pantas wanita keluar malam-malam.”
“ Tapi aku takut di rumah d=sendiri?”
“ Kamu manja sekali! Tidakkah kau tahu Dera lagi berduka!”
Aku terdiam lagi. Kenapa harus dera yang ia dahulukan. Siapa sebenarnya istrinya. Dia pergi tanpa mendapat restuku……………..
Sesampainya di rumah, aku segera menanyai mas Rahul
“ Apa benar?”
“ Benar apa?”
“ Apa benar omongan tetangga kita?”
“ Omongan apa?”
“ Kata mereka kau ingin menikah lagi dengan Dera?”
Rahul terdiam
“ Jawab!!”
Rahul mengangguk. Saat itu aku menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil yang ditinggal oleh ibunya. Rahul perlahan memelukku
“ Aku kasihan dengannya, Anaknya masih kecil. Dan diapun sedang mengandung!”
“ Tapi kenapa harus DEra yang kjau pikirkan? Tak kasihan kah kau denganku? Istrimu!!”
“ Coba kau bayangkan jika kau ada di piosisi dera?”
Ujar Rahul menenangkan…
Dengan hati yang luluh lantah, akhirnya kau mengikhlaskan mas Rahul untuk menikah lagi dengna Dera
Pernikahan kedua suamiku, Mas Rahul yang sangat kucinta dengan Dera wanita yang selama ini(mungkin) paling ia sayangi.
Aku membantu Dera meriasnya. Ijab Kabul telah dilaksanakan tadi pagi jam 07.00
“ Kamu cantik, De?”
“ Makasih, Fa?”
“ Hati-hati kamu kan lagi hamil?”
“ Iya!”
Tiba-tiba pintu kamar diketuk
“ Assalammualaikum?”
“ Waaalaikum salam. Masuk!” ternyata Rahul yang datang.
“ Bentar ya? Aku ambilin mas Rahul minum dulu? Pasti capek kan? Jadi raja sehari?” kataku menggoda namun dalam hati menangis meraung-raung berharap agar semua ini hanyalah mimpi.
Aku buka perlahan pintu itu, ku dapati Rahul tengah berciuman dengan Dera
“ YA ALLAH!!! Aku tak sanggup melihat suamiku mencium wanita lain. Sekalupun itu adalah istri sahnya….. Maafkan aku yang cemburu ya ALLAH……!”
Aku tak jadi masuk kamar itu. Aku berbalik menuju kamarku. Menangis .. menangis dan terus menangis itulah yang dapat kulakukan saat ini
“ Kenapa kamu mengijinkannya? Jika hanya membuat kamu bersedih!”
Aku menoleh kearah sumber suara. Ternyata ibu mertuaku yang berujar tadi.
“ saya… ga papa bu? Saya insya allah ikhlas!! “
Ibu mertuaku membelai kepalaku dengan lembut. Kini aku tidur dipagkuannya yang terasa begitu hangat
“ Maafkan Rahul, Fa? Kamu tak pantas diduakan seperti ini. Jujur ibu sakit hati kepada Rahul. Tapi ibu lebih sakt hati kepadamu yang mebgijinkan Rahul utnuk menikah lagi. Berbagi cinta dengan wanita lain. Apalagi dengan Dia! Wanita yang sangat ibu benci…”
“ Maafkan Fara, bu? Fara hanya ingin menjadi istri yang baik. Fara tak ingin Rahulo kecewa dengan Fara. Fara ingin menjadi wanita yang selalu kuat dan tegar!” ibu mertuaku mencium kepalaku
“ Kamu tidak salah Fara. Inis emua bukan salahmu!! Kamu berusaha membahagiakan suamimu itu perbuatan yang mulia, nak!”
“ Oh kalian disini. ACaranya akan segera dimulai. Ayo turun!” ujar ayah mertuaku dengan lembut. Aku dan ibu mertua segera menyeka air mata yang tak berhenti mengalir.
Saat itu adalah hari paling menegangkan sekaligus menyesakkkan dadaku. Bagaimana mungkin aku bisa bertahan melihat suami yang paling kuhormati duduk dipelaminan bersama wanita lain. Rahul tak pernah sebahagia itu. Wajahnya berseri. Beda sekali saat bersanding dneganku dulu…………………
“ Eh, mana sih istri pertamanya?” ujar salah seorang tamu undangan yang duduk dibelakangku. ia tak sadar akulah istri pertama rahul .
“ Saya juga ga tahu Jeng? Katanya sih orangya baik,sholehah,pandai seorang oenulis lagi? Kalau dipikir-pikir kurang apa ya, Jeng?”
“ Katanya sih mandul gitu?!
“ Iya.. yah? Hari gini masih ada aja yang mau dimadu??”
“ Ihh kalau saya ma ogah banget!!”
Aku mendengar suara miring tamu undangan dengan hati penuh emosi. Ibu mertua yang duduk disebelahku mengenggam erat tanganku. Berusaha mendinginkan hatiku.
“ Kamu yang memilih,. Kamu pula yang harus bertanggung jawab.. ikhlaskan hatimu ya, Fa?”
Rasanya aku ingin melangkah menuju podium untuk menghentikan semua kenyataan terpahit yang pernah kualami ini.
“ Ya ALLAH beri aku kekuatan. Jangan biarkan aku terjatuh……”
Setelah 2 bulan menikah, Rahul dan Dera tinggal dirumah dinas Rahul yang berbeda kota denganku.
Suatu malam aku mendapat telepon dari Mas rahul
“ Fara, DEra keguguran kamu datang kesini cepat!
Semalaman aku tak tidur menunggui dera. Mas Rahul telah terlelap dalam tidurnya. Aku selalu berharap yang terbaik untuk kesembuhan Dera dan kebahagiaan Rahul.
3 bulan setelah kejadian itu, Dera dinyatakan positif mengandung lagi. Aku sangat bahagia, begitu pula Rahul yang tak henti-henti nya menenmani dera kemana pun. Ia begitu takut Dera akan mengalami keguguran lagi.
Sudah sebulan ini saya merasa tidak enak badan dan selalu pengin muntah ketika aku curhat kepada ibu mertua
“ Mungkin kamu hamil, Fa?”
“ Masak sih, Bu?”
“ Ya sudah, nanti ibu kesana. Kita pergi ke dokter ya?”
“ Ya insya allah.”
Dan alhamdullilah akhirnya aku dinyatakan hamil bahkan usianya telah menginjak 5 bulan.ibu mertua dengan setia menemaniku dan menasehati ku amcam-macam
“ Kamu ga boleh terlalu capek. Terlalu stress kasiuhan cucuku nanti. Oh ya kamu jangan minum jamu apapun. Aku hanya bisa mengangguk mengiyakan kebawelan ibu mertuaku itu.
Rahul yang mendengar kabar bahagia ini akhirnya pulang ke rumah kami. Ya rumah kami yang dulu ia bangun untukku.Aku bergegas mencium tangannya dan membasuh kakinya dengan penuh kasih sayang. Ibu yang emilhat adegan itu menangis lirih.
“ Mas Rahul pasti capek, saya buatkan kopi kesukaan mas Rahul ya?”
Semenytara aku membuatkan suamiku Kopi. Ibu mertuaku mendekati rahul
“ Teganya kau Rahul? Tak pernah bersyukur mempunya istri bidadari seperti itu. Dia baik sholehah sayang kepadamu? Tapi kau duakan dia? Kau bagi cintamu untuk wanita itu. Wanita yang paling ibu benci!”
“ Apa aku salah bu?”
“ Kamu salah nak!!! Kamu salah! Kamu tak ada disamping Fara disaat ia membutuhkan kasih sayang dari suaminya. Tak pedulikah kau dengan dia lagi? Dimana hatimu? Dimana rahul yang dulu?”
“ Tapi dera juga butuh perhatianku! Ku mohon mengertilah ibu?”

“ Tapi Fara baru hamil pertama! Teganya kau tinggalkan dia? Bagaiman jika terjadi apa-apa dengan dia?”
Tiba-tiba aku datang membawa secangkir kopi dan pisang goreg kesukaan Rahul.
“ Ini mas, tadi fara gorengin pisang kesukaanmu!”
Ibu mertua ku berkaca-kaca berkata dalam hati “ sungguh mulia hati anak ini. Gbegitum tulus mencintai suaminya
“ Oh ya mas, 2 hari lagi aku akan pulang ke Solo. Ada acara keluarga. Semua keluarga ku datang. Pasti rame dan seru ngumpul bareng. Kalau kamu ga sibuk? Maukah kamu mengantarku?” tanyaku manja
“ Aku tak bisa!” jawab Rahul pendek
“ Kenapa tak bisa? Apa kamu sibuk?” Tanya ibu mertuaku geram
“ Aku harus menemani Dera periksa ke dokter!”
“ Dera kan punya kaki! Bisa jalan sendiri?”
“ Tapi kasihan dia………?!”
“ Sudahlah bu? Dera mungkin lebih butuh mas Rahul daripada aku! “ aku berusaha menutupi kekecawaan tapi rasany6a terlalu sulit. Sangat sulit.
“ Jika Rahul tak bisa mengantar. Aku yang akan mengantarmu nak?”
“ Terima kasih bu? Tak usah merepotkan!”
“ Ibu gta tega melihat kamu bepergian jauh sementara kandunganmu tak muda lagi. Biar biar Rahul bersama wanita jalang itu. Huh!” ibu emrtuaku terlihat merah padam. Ia begitu kecewa sekaligus sedih mendapati menantunya diperlakukan tidak baik oelh anaknya.
“ Aku pergi dulu! Sudah malam. Kasihan DEra tidur sendiri.”
Mas Rahul melangkah meninggalkan rumah kami. Bahkan iapun tak menyentuh kopi atau [pisang goring yang kubuatkan untuknya.
“ Tak bisakah sehari disini, mas? Aku sangat merindukanmu! Sehari dera tidur sendiri kau resah sementara aku berminggu-minggu tdur sendiri kau tak poernah peduli” ujarku kesal.
“ Lain kali!” jawab Rahu pendek
Aku memandang pisang dankopi yang belum terjamah itu. Ibu mertuaku menyadari
“ Nanti ibu habisan semua pisang goring ini.” Ibu mencomot pisang goring dan dengan lahapnya satu persatu. Walau aku tahu hati ibu teriris
“ Enak sekali pisang goring buatan kamu, Fa? Pantas Rahul sangat menyukainya.”
“ Tapi dia tak menyetuh sama sekali, bu?”ujarku menangis dan bergegas menuju kamar besar tempatku dulu tidur dengan Rahul. Kupandangi foto pernikahan yang terpajjang besar dikamar itu.
“ Maafkan hamba yang belum bisa membahagiakan suami hamba ya ALLAH.. Ampuni hamba yang belum menjadi istri yang baik!!” aku tertidur sembari mendekap foto rahul yang sedang tersenyum.
“ Mas Rahuuuulllll…….. Rahhuuuullllllllll”
Dimalam yang gelap tak berbintang aku mengigaukan rahul. Ibu mertua dengan cekatan mengompres keningku yang memanas seperti bara.
Keesokan harinya
“ Kamu yakun fa? Mau pulang ke Solo. Mukamu pucat sekali. Kamu kan masih sakit.” Ujar iubu mertuaku
“ Taka pa bu? Insya allah saya kuat. Saya pekewuh kalau tak datang.”
Akhirnya aku pualng kampong ke solo hanya ditemani ibu mertuaku. Aku sangat bersyukur mempunyai mertua yang begitu baik dan perhatian kepadaku, tidak seperti ibu mertu yang selama ini diceritakan teman-temanku. Galak, bawel . cerewet Alhamdulillah tidak seperti itu
Usia kandunganku 8 bulan. Gtapi rasanya bayi dlam perut ini berontak ingin segera keluar mebghirup udara bebas.
Persalinan ini terasaamat berat bagiku, aku ingin ditemani suamiku, tapi dia malah jauh dariku, hanya ibu dan ibu mertuaku yang senantiasa mendukungku. Melahirkan tanpa didampingi suami terasa begitu menyakitkan.betapa bahagia jika sumai berada disisiku dan mengenggam erat tanganku……… ah andai itu terjadi !
Tepat pukul 00.01 aku berhasil melahirkan bayi. Bukan hanya satu. Tapi Allah menganugerahkan kepadaku bayi kembar yang lucu laki-laki dan perempuan. Ayahku segera mengadzani cucunya. Sementara IBu mertuaku menelpon mas Rahul member tahu kabar bahagia yang luar biasa tak terkira.
“ Assalammualaikum!”
“ Ada apa, bu? Malam-malam begini menelpon?”
“ Anu…… Fara melahirkan. KEMBAR… kembar , ra??? LAKI-laki perempuan sekatrang sudah dimandiin. Dan udah diadzani kakeknya. Kamu mau kasih nama apa anakmu!??” Tanya ibu mertua penasara
“ Terserah ibu saja! Aku ngantuk!!” ujar Rahul santai
Ibu mertuaku tersentak mendengar jawabang mebyakitkan dari anknya itu…
“ Mas Rahul ga datang ya bu?” tanyaku
Ibu mertuaku menggeleng .
“ Huh.. mungkin dia sibuk ya bu? Oh ya? Kata mas rahul mau dikasih nama apa anak nya?”ibu mertuaku berusaha menahan air matanya agar tidak keluar
“ Sho..leh dan sholihah?”kata ibu mertuaku terbata-bata
“ Amin... ibu kenapa menangis? Pasti ibu sangat bahagia? Iyakan?” ujarku polos. Ibu mertuaku mengiyakan walaupun dalam hatinya ia menangis karena rahul tak peduli lagi dengan ku.
Selang beberapa 1 bulan setelah kelahiran sholeh dan sholihah, lahirlah ke dunia ini anak mas Rahul yang lain. Anaknya dnegan dera.
Mas Rahulod dengan setia menunggui Dera”
Namun alangkah terkejutnya bayi yang dilahirkan DEra ternyata mempuntyai cacat down syndrome. Dera tak percaya melihat anaknya yangv tumbuh menjadi autis itu.
“ Itu bukan anakku… pasti kalian smeua bohong! Itu bukan anakku! Aku tak mungkin punya anak idiot seperti itu!!” ujar Dera histeris
Untuk menjaga persaan Dera yang masih labil, akhirnya aku bersedia menjaga dan merawat anak dera dan rahul, Rara. Walaupun dia bukan anak kandungku tapu aku sangat menyayangi Rara da n merawatnya dengan penuh kasih sayang. Aku menjalain semua ini ikhlas demi kebahagiaan suamiku.
Tak pernah aku mengeluh jika ketiga bayi lucu itu mennagis bersamaan. Meminta susu. Kadang aku kerepotan Alhamdulillah mertuaku snagat baik kepadaku. Bahkan ibu mertuaku yang membuka usaha toko rela tak berjualan demi bisa membantuku menjaga 3 bidadari manis yang menejukkan ini.
Setahun berlalu kondisi dera semakin membaik. Suamiku, mas Rahul sangat telaten menjaga Dera.
Mas Rahul
Aku sangat bahagia mempunyai suami yang baik sepertimu. Tapi maafkan aku. Aku hanya ingin menjadi kaya dddengan menjadi istrimu.s esungguhnya aku tak pernah mencintaimu sedikitpun. Tak pernah walau itu hanya seujung kuku. Aku menyesal mempunyai anak idiot itu. Aku malu mempunyai anak seperti itu. Aku juga tak mau bersusah payah merawatmu yang mulai sakit-sakitan? Untuk apa aku peduli kepadamu? Aku hanya peduli kepada hartamu. Kau sangat bodoh1 mudah sekali kau tertipu olehku! Kau tak pernah bersyukur mempunyai istri sebaik Fara. Teganya kau mencampakkkan dia demi aku. Haha
Maaf aku harus pergi. Aku tak sudi lagi serumah denganmu…
                                                                                    Istrimu yang durhaka

                                                                                    Dera
Setelah mendapat surat dari Dera, mas Rahul terkena penyakit stroke.
Semenjak penyakit jantung stroke mas Rahul kambuh, akulah yang senantiasa menjaganya. Aku ikhlas sungguh aku ikhlas menjaga dan merawat suamiku walaupun aku masih keteteran dengan ketiga bayi mungil yang perlu belaian ini.
Bertahun-tahun sudah aku jaga dia sepenuh hati. Tak terasa pula ketiga bayi mungil itu telah masuk TK. Suamiku yang lumpuh tak mungkin dapat bekerja lagi. Akulah satu-satunya tulang punggung dalam keluarga ini. Pagi hari aku mengajar di sekolah Dasar islam di daerahku, sorenya aku megajar les. Malamnya masih kusempatkan menulis cerpen utnuk kukirimkan kepada redaksi. Aku bersyukur banyak orang yang peduli kepadaku. Saat pagi aku mengajar aku menitipkan anak-anakku keoada tetanggaku yang baik hati. Ibu mertua juga membantu merawat mas Rahul yang kini lumpuh.tak pernah aku merasakan capek, tawa anak-anak yang membuatku bertahan. Aku bertahan utnuk meraka dan untuk suamiku tercinta yang selalu kudamba.
Suatu malam saat aku tertidur diam-diam mas Rahul memeluk dan mencium keningku
Tak terasa buliran air matanya membasahi wajahku. Aku terbangun
            “ Ada apa? Kenapa kamu menangis, mas? Apa kakimu sakit lagi? Aku ambilkan obat ya? Tunggu disini!”
Rahul memegang tanganku.
            “ Tidak! Disini saja. Temani aku!” aku terdiam. Ada apa dengan rahul tak biasanya ia bersikap seperti ini.
            “ Aku butuh kamu.”ia tidur dalam pangkuanku, tak biasanya ia manja seperti ini. Aku bahagia. Sungguh sangat bahagia.. aku elus rambutnya yang mulai ditumbuhi uban.
            “ Maafkan aku!” ujar Rahul dengan diiringi air mata yang terus mengalir
“ apa yang harus dimaafkan? Kau tak pounya salah padaku!”
Rahul terdiam lama, air matanya membasahi wajah
“ kau tak pernah dendam ataupun membenciku? Sekalipun?”
Aku mangangguk pasti
“ AKu mencintaimu rahul. Sangat emncintaimu aku ingin selalu membahagiakanmu suamiku. Aku ingin menjadi istri terindah yang pernah kau miliki. “ jawabku jujur
“ Ben.. benarakah itu?!”
“ Iya. Rasa cintaku padamu terlalu indah. Hingga mata hatiku tertutup oleh cinta yang terlalu dalam untukmu.”
Aku lihat wajah ganteng suamiku yang tertidur pulas aku bahagia. Dia tidur dipangkuanku dengan hangat.
Lama-lama aku terganggu juga. Aku goyang-goyangkan tubuh suamiku
“ Mas… bangun kita sholat malam yuk??”
Tak ada jawaban,,,
Kudapati suamiku terbujur kaku dan dngin… takada lagi hembusan nafas yang ku dengar…
Aku menciumnya dengan [enuh takzim…..
Suamiku, belahan jiwaku telah pergi menghadap Allah
Ternyata kaulah wanita yang diciptakan tuhan untukku………….


                                                                                                               25 October 2012

0 Komentar