Kehormatan Vs
Kesederhanaan
Oleh
: Ulfah Maghfirotul H
Aku ingin
cepat hari ini berakhir, kalian tahu, karena besok aku akan melepaskan semua
hinggar bingar kehidupan yang penuh dengan sandiwara dan persaingan merebutkan
kehormatan dunia.. yah aku akan kembali ke kampung halaman ku tercinta.. desaku
yang diselumuti keteduhan dan kesederhanaan,, meskipun disana tak terdengar
lalu lalang suara mobil, meskipun tak pernah terdengar suara pesawat, meskipun
yang terdengar hanya tawa renyah penduduk, meskipun yang terdengan hanya
gemericik air sungai yang mengalir pelan membalut jiwa yang meranggas.
Disanalah
aku merasakan ada setetes air lembut yang mengalun dihamparan pasir gersang. Disanalah
aku merasakan kedamaian dan ketentraman hidup.. bahagia meski tanpa harta..
tertawa meski terhimpit, tersenyum meski hati rapuh.. disanalah aku merasa
bersyukur atas semua yang kumilki, disanalah aku mengerti menghargai dan saling
menyayangi bukan sekdar berkompetisi merebut gelar kehormatan di dunia yang
menua ini.
Inilah
perasaan seorang perantau yang akan kembali ke kampung halamannya, meskipun
kita telah terkontaminasi oleh budaya kebarat-baratan yang mengangungkan
individualis dan materialistik, tapi kita berharap tak pernah meninggalkan
sikap adi luhung kesederhanaan dan kesahajaan yang mungkin mulai terkikis
perlahan-lahan. Inilah hari yang sangat kurindukan, beginikah rasanya jika
memang jauh dari tanah kelahiran, merasa sendiri tiada yang mengenali, merasa
tiada uang peduli dengan keadaan kita semuanya berlomba-lomba dan saling
menjatuhka dan berusaha bertahan utnuk menjadi orang yang bergelimag harta..
ahh.. andai mereka tahu harta tidak membuatnya kekal di dunia.
Pulanglah ke
rumah orang tua mu sejenak untuk melepas kepenatan duniawianmu, selagi masih
ada kesempatan, selagi orang tua kita masih menyambut kita dengan senyuman
hangatnya.. J
0 Komentar