Entah seperti apa desaku ini 10 tahun ke depan?
Dulu saat
masih kecil aku terbiasa main gobak sodor, pencokan, boy, kasti, lumpatan dan
aneka permainan tradisional lainnya, namun entah kenapa mungkin karena sekarang
pemikiran maju ( modern) permainan-permainan itu mulai terkikis satu persatu, mungkin anak
kecil sekarang lebih senang main HP dan asyik bikin status galau di akun
Facebooknya.
Atau mungkin
karena lahan desa yang semakin hari kian menyempit, saat aku berusia 9 tahunan
masih banyak kudapati rumah warga pancot yang mempunyai pekarangan tanah, namun
sekarang tanah yang dulu kita bermain perlahan berubah menjadi rumah-rumah
kecil nan minimalis? Sekarang rumah yang
mempunyai pekarangan bisa dihitung dengan jari.
Dulu anak-anak
kecil satu desa berkumpul menjadi satu saat TPA, tak ada yang menyekat antara
satu sama lain, namun entah kenapa sekarang dibagi menjadi dua? Aku tak tahu..
mungkin itu persoalan orang dewasa yang sampai sekarang tak ku mengerti. Dulu
saat lebaran, semua warga pancot tumplek blek melaksanakan sholat di tempat
yang sama, imam sama, namun entah kenapa tak kudapati lagi hal seperti itu,
kenapa masyarakat yang berasal dari satu leluhur harus terkotak-kotak. Bukankah
kita sama? Sama-sama warga pancot, tak adakah yang dapat kita banggakan lagi,
sudah terkikiskah rasa kebersamaan kita?
Kenapa ya?
Anak muda jaman sekarang lebih senang bermesraan lama dengan HP maupun
gadgetnya daripada bersosialisasi atau sekedar berbincang-bincang dengan
temannya, inikah dampak globalisasi, kecenderungan manusia untuk berpikir lebih
individualis. Tak pernah memikirkan
bagaimana keadaan desanya yang tercinta ini 10 tahun kedepan!
Tak kudapati
lagi setiap sore anak-anak berkumpul untuk umpok-umpok , mereka sekarang lebih
asyik nonton drama korea daripada bercanda dengan tetangga kiri kanannya. Jika
begini terus, mungkin 10 tahun kedepan kita ga akan mengenal siapa tetangga
kita, bahkan mungkin jika tetangga kita sakitpun kita tak dapat membantunya?
Padahal saudara terdekat kita adalah tetangga.. Seperti ittukah desaku yang
akan datang?
Sebenarnya kita mengalami
kemajuan atau kemunduran??
Pintar, kaya
dan sukses namun jika hanya untuk kepentingan mereka sendiri untuk apa? Tak ada
upaya untuk membuat desanya menjadi lebih baik lagi? Lalu untuk apa kepandaianmu
itu?? Apakah hanya untuk mencari gelar hormat, agar dipandang mentereng oleh
orang lain??
Sudah
hilangkah rasa kekeluargaan, kesederhanan dan kesahajaan yang dulu begtu
diagung-agungkan.. tergantiikan oleh sikap
materialistis dan individualis .. entahlah
Sebenarnya
kita megalami kemajuan atau kemunduran ya???
0 Komentar